WIR Group (PT WIR ASIA Tbk, IDX: WIRG) kembali menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan dunia pendidikan di Indonesia dengan menghadirkan kompetisi Smart AI and Tech SATRIA 2025 yang digagas oleh BINUS, WIR Group, dan Centrinova secara resmi telah menyelesaikan seluruh rangkaian seleksi dan pengujian inovasi peserta. Kompetisi ini berhasil menghadirkan ratusan pelajar tingkat SMP serta SMK/SMA dari seluruh penjuru Indonesia yang menunjukkan semangat, kreativitas, dan kecakapan mereka dalam menyelesaikan tantangan berbasis teknologi, khususnya di bidang Artificial Intelligence dan pemrograman.
Sebanyak ratusan siswa dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Denpasar, Tangerang Selatan, Tangerang, Semarang, Bogor, Pontianak, Pekanbaru, Surakarta, Makassar, Demak, Lintongnihuta, Lumban Purba, Parsingguran, Banyuwangi, Wamena, Kutai Timur, Bandung, Sumatra Utara, Kepulauan Mentawai, Depok, hingga Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Kupang ikut serta dan menunjukkan bahwa potensi talenta digital Indonesia tersebar secara merata.
Dari proses seleksi yang ketat, sebanyak 96 siswa berhasil melaju ke babak final. Mereka sebelumnya telah mengikuti babak semifinal yang dilaksanakan secara hybrid di dua lokasi, yakni Kampus Pradita dan Kampus Jakarta Business School, serta daring bagi peserta di luar Jakarta. Babak final kemudian dilangsungkan di Kampus BINUS Kemanggisan, Jakarta.
Berbeda dengan kompetisi teknologi lainnya yang mengandalkan format hackathon, SATRIA 2025 mengedepankan pendekatan evaluatif berbasis platform digital, di mana peserta menyelesaikan soal dan simulasi coding menggunakan tools seperti Scratch dan Python. Seluruh penilaian dilakukan secara otomatis dan transparan melalui sistem yang tersedia, tanpa keterlibatan juri, untuk menjamin objektivitas.
Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian para peserta, SATRIA 2025 menganugerahkan medali emas, perak, dan perunggu kepada pemenang terbaik. Untuk kategori SMP dan SMA, diberikan 5 emas, 10 perak, dan perunggu. Selain itu, kompetisi ini juga memberikan penghargaan The Jos Luhukay Award for Excellence untuk masing-masing kategori SMP dan SMA yang menunjukkan semangat belajar, inovasi, dan karakter kepemimpinan yang kuat selama proses kompetisi. Penghargaan ini menjadi simbol dari nilai-nilai pendidikan, integritas, dan kebermanfaatan sosial yang dijunjung tinggi oleh WIR Group.
Kompetisi ini diselenggarakan sebagai bagian dari visi bersama “To inspire Indonesian youth to become creators, problem-solvers, and future tech leaders through real-world experience in AI and software development.” Tak sekadar soal kemenangan, SATRIA 2025 menjadi ruang belajar yang inklusif, aplikatif, dan mendorong siswa untuk berpikir kritis serta mampu menciptakan solusi nyata atas permasalahan di sekitar mereka.
“Lewat SATRIA 2025, kami ingin membangun kepercayaan diri generasi muda Indonesia bahwa mereka mampu menjadi pencipta, bukan hanya pengguna teknologi. Kompetisi ini tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak muda ini menghadapi tantangan dengan pemikiran kreatif dan pendekatan problem solving yang nyata” ungkap Stephen Ng, CEO WIR Group.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, atau akrab disapa Nono, siswa asal SDN Buraen 1, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, Nono telah menorehkan prestasi internasional dengan menjuarai Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition tahun 2022 dan 2024. Dalam SATRIA 2025, ia berhasil meraih medali perunggu kategori SMP. “SATRIA 2025 mengajarkan saya bahwa asal kita mau berusaha dan tidak mudah menyerah, kita bisa bersaing dan menciptakan sesuatu yang berarti, dari mana pun kita berasal,” ujar Nono.
Kebanggaan yang sama juga dirasakan oleh sang ibu, Nur Yati Ussanak Seran, yang mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak dari pelosok negeri. “SATRIA 2025 memberikan ruang yang sangat berarti bagi anak-anak seperti kami untuk menunjukkan bahwa mereka juga mampu. Kami sering merasa tertinggal dalam hal akses teknologi, tapi lewat kompetisi ini, anak saya bisa belajar, berkompetisi, dan tumbuh percaya diri. Terima kasih karena sudah membuka kesempatan yang adil untuk seluruh anak Indonesia,” tuturnya.
Penyelenggaraan SATRIA 2025 merupakan hasil kolaborasi strategis antara BINUS, WIR Group, dan Centrinova, serta melibatkan dukungan dari mitra pendidikan seperti Starion, Busan Academy, 168 Solution, Universitas Pradita, dan Jakarta Business School, serta asosiasi dan institusi teknologi seperti APDI dan Hacktiv8.
WIR Group percaya bahwa investasi dalam pendidikan digital merupakan bagian dari tanggung jawab sosial jangka panjang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Melalui SATRIA 2025, WIR dan para mitra berkomitmen untuk terus membuka akses seluas-luasnya bagi pelajar dari seluruh Indonesia agar dapat tumbuh menjadi inovator dan pemimpin teknologi masa depan.














