ItWorks- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), lembaga sains nasional Australia, perkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang transformatif, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari upaya kedua negara dalam merespons tantangan global seperti krisis iklim, ketimpangan sosial, serta transisi menuju energi bersih.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Australia–Indonesia Science Management Symposium (AI-SMS) 2025 yang digelar di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, (30/7). Simposium ini menjadi wadah strategis bagi para pakar dan pemangku kepentingan dari Indonesia dan Australia untuk mendorong penguatan tata kelola sistem riset, teknologi, dan inovasi kedua negara.
Mission Director Towards Net Zero Australia, Michael Battagli, dalam paparannya menegaskan bahwa inovasi harus beranjak dari sekadar hasil riset berbasis pengetahuan menjadi alat penggerak transformasi sistemik. “Inovasi hari ini tidak cukup hanya menjawab tantangan teknologi. Ia harus mampu mendorong perubahan sosial yang berdampak nyata, menyasar transformasi struktural yang lebih adil dan berkelanjutan,” tegas Battagli dilansir Humas BRIN (1/08/2025)
Menurutnya, pendekatan inovasi berbasis misi (mission-oriented innovation) menjadi kunci dalam mencapai target Net Zero Emission. Pendekatan ini menuntut integrasi lintas sektor, perumusan portofolio riset yang adaptif, serta pemantauan berbasis theory of change untuk memastikan transformasi berjalan secara terukur.
Sebagai lembaga riset terbesar di Indonesia, BRIN memiliki posisi strategis sebagai policy orchestrator penghubung antara komunitas riset, pembuat kebijakan, dunia usaha, dan masyarakat. “BRIN memainkan peran penting sebagai gelandang tengah yang memastikan ilmu pengetahuan menjadi fondasi kebijakan dan inovasi yang berdampak,” ujar Battagli.
AI-SMS 2025 diselenggarakan atas kerja sama BRIN dan CSIRO melalui program KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Indonesia–Australia), dengan dukungan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. Forum ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama bilateral dalam pengembangan inovasi untuk pembangunan berkelanjutan.














