ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Riset: Lebih Separuh Ahli Keamanan Kewalahan Kelola Perangkat Keamanan Siber dari Multiple-Vendor

Fauzi
10 September 2025 | 14:57
rubrik: Research
Riset: Lebih Separuh Ahli Keamanan Kewalahan Kelola Perangkat Keamanan Siber dari Multiple-Vendor

Image: Kaspersky

Share on FacebookShare on Twitter

Riset terbaru Kaspersky mengungkap bahwa mayoritas perusahaan (72%) mengandalkan ekosistem multi-vendor meskipun solusi keamanan yang terfragmentasi tersebut menyebabkan tekanan operasional dan finansial.

Sebuah studi berjudul “Improving resilience: cybersecurity through system immunity” yang dilakukan oleh Kaspersky, mengkaji bagaimana organisasi mengelola keamanan siber saat ini, dengan fokus pada fragmentasi vendor, inefisiensi operasional, dan rencana konsolidasi di masa mendatang. Survei ini dilakukan di Rusia, beberapa negara terpilih di Eropa, Amerika Latin, kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Turki, dan kawasan Afrika.

Laporan ini memberikan analisis komprehensif tentang kondisi terkini manajemen keamanan siber di seluruh organisasi, menyoroti tantangan signifikan terkait dengan lingkungan keamanan multi-vendor. Temuan ini mengungkapkan bahwa hampir separuh profesional keamanan (43%) merasa tumpukan keamanan mereka terlalu rumit dan memakan waktu untuk dipelihara, yang menghambat kemampuan mereka untuk merespons ancaman yang muncul dengan cepat. Kompleksitas ini sering kali diakibatkan oleh penggunaan beberapa solusi keamanan dari berbagai vendor, yang masing-masing memiliki antarmuka manajemen dan persyaratan operasionalnya sendiri.

Lebih lanjut, 42% organisasi mengalami pembengkakan anggaran akibat solusi yang tumpang tindih. Redundansi ini tidak hanya meningkatkan biaya tetapi juga mempersulit alokasi sumber daya dan perencanaan strategis. Masalah kompatibilitas memperburuk kesulitan ini karena 41% responden menyatakan bahwa mereka tidak dapat mengotomatiskan proses keamanan secara efektif karena perangkat mereka kurang terintegrasi, yang mengakibatkan intervensi manual dan peningkatan risiko kesalahan manusia (human error). Selain itu, 39% mengalami kesulitan dengan visibilitas ancaman yang tidak konsisten, karena data yang dikumpulkan dari berbagai vendor seringkali gagal berkorelasi secara mulus, menciptakan blind spot dan mengurangi kesadaran situasional secara keseluruhan.

Meskipun menghadapi tantangan yang terus-menerus ini, mayoritas organisasi tetap beroperasi dalam lingkungan multi-vendor—72% saat ini mengelola keamanan di beberapa penyedia. Menariknya, hampir setengahnya percaya bahwa satu penyedia keamanan siber dapat memenuhi semua kebutuhan mereka secara memadai, menunjukkan adanya pengakuan akan potensi manfaat konsolidasi. Namun, hanya 28% yang telah mengadopsi pendekatan vendor tunggal dalam praktiknya, mencerminkan pendekatan hati-hati didorong oleh kekhawatiran akan ketergantungan berlebihan terhadap satu pemasok atau risiko yang dapat hadir dari vendor lock-in.

BACA JUGA:  Jobstreet by SEEK: Ungkap Dampak AI Terhadap Dunia Kerja

Lanskap sedang bergeser dengan cepat menuju konsolidasi: 86% perusahaan secara aktif bergerak ke arah ini, sepertiganya (33%) telah mulai menggabungkan perangkat keamanan mereka ke dalam platform terpadu, sementara 53% lainnya berencana untuk melakukannya dalam dua tahun ke depan. Tren ini menggarisbawahi pergeseran strategis menuju penyederhanaan operasi keamanan siber, pengurangan biaya, dan pencapaian manajemen ancaman yang lebih efektif melalui solusi terintegrasi. Seiring dengan semakin banyaknya organisasi yang menyadari keunggulan arsitektur keamanan yang efisien, pergerakan menuju konsolidasi vendor siap untuk membentuk kembali lanskap keamanan siber dalam waktu dekat.

“Data menunjukkan bahwa banyak organisasi mengandalkan beberapa vendor secara otomatis. Meskipun diversifikasi solusi keamanan dapat menawarkan manfaat tertentu, seperti mitigasi risiko dan cakupan yang luas, peningkatan kompleksitas yang tidak terkendali sering kali menyebabkan pemborosan sumber daya yang signifikan dan inefisiensi operasional. Lebih lanjut, kompleksitas ini dapat menciptakan blind spot yang kritis, sehingga mempersulit upaya untuk mempertahankan visibilitas ancaman secara komprehensif dan merespons risiko yang muncul secara efektif. Tren konsolidasi yang muncul mencerminkan kematangan strategi keamanan siber, yang menekankan adopsi platform terintegrasi yang menyederhanakan manajemen, mengurangi upaya manual, dan meningkatkan visibilitas keseluruhan terhadap postur keamanan,” ujar Ilya Markelov, Head of Unified Platform Product Line di Kaspersky.

Untuk memungkinkan perlindungan komprehensif bagi semua aset dan proses bisnis, para ahli Kaspersky merekomendasikan penggunaan solusi terpusat dan otomatis seperti Kaspersky Next XDR Expert. Dengan menggabungkan dan mengkorelasikan data dari berbagai sumber di satu tempat dan menggunakan teknologi pembelajaran mesin, solusi ini menyediakan deteksi ancaman yang efektif dan respons otomatis yang cepat. Integrasi siap pakai, fitur otomatisasi, dan manajemen kasus membantu mengurangi kompleksitas infrastruktur menjadi isu yang jauh lebih kecil.

BACA JUGA:  Telkomsel Perluas Hyper 5G di Bandung Raya
Tags: AICyber SecurityKaspersky
Previous Post

Wisatawan Italia ke Indonesia Melonjak, Agoda: Jadi Peluang Promosikan Pariwisata Kopi

Next Post

BRIN–STEPI Korea Hasilkan 7 Rekomendasi Perkuat Ekosistem Riset Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Babak Baru Tata Kelola Ekspor, Pemerintah Konsolidasikan Tiga Komoditas Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Higgs Games Island Siap Boyong Luís Figo ke Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPC TPK Perkuat Komitmen ESG Lewat ReWear Project, Sulap Seragam Bekas Jadi Produk Bernilai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto