ItWorks.id- Inovasi PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk, melalui Super Apps Bale by BTN, menjadi andalan dari buah transformasi digital yang kini terus dikembangkan perusahaan. Platform Super Apps Bale by BTN merupakan evolusi dari BTN Mobile yang dirancang untuk berbagai layanan nasabah dalam satu platform digital, mulai dari transaksi perbankan, pembayaran tagihan, hingga berbagai layanan khusus properti, gaya hidup, dan lainnya.
Aplikasi Bale by BTN merupakan bagian dari transformasi digital Bank Tabungan Negara menuju layanan yang lebih modern, mudah, cepat, dan transparan sesuai tuntutan gaya hidup digital yang kian berkembang di tengah masyarakat. Super Apps Bank BTN ini didedikasikan sebagai one stop solution layanan keuangan terintegrasi BTN. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat melakukan berbagai transaksi perbankan, mengajukan pinjaman KPR, mengelola investasi, mencari hunian impian, berbelanja, hingga mengakses berbagai promo dan layanan laionnya dalam satu platform.
“Balé by BTN kini hadir dengan tampilan yang lebih menarik serta fitur-fitur layanan yang lengkap dan terintegrasi. Satu akun telah terintegrasi untuk akses semua layanan di BTN. Manfaat dan dampak untuk perusahaan, selain memudahkan layanan juga meningkatan proses bisnis yang diharapkan juga berdampak pada peningkatan performa dan kinerja usaha,” ungkap Vice President PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk., Anjar Priandoyo di dampingi Manager, Ratih Wihardani, dan IT PD Bank BTN Marshle, saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP Digital Awards 2025” secara daring pada (14/10/2025) yang diselenggarakan majalah ItWorks.
Selain Super Apps Bale, di bawah kendali Direktur Utama Bank BTN, Nixon Napitupulu, dan Direktur IT Tan Jacky Chen, Bank BTN juga melakukan beberapa inovasi lain berbasis smart technology. Di antaranya BTN Cloud, Robotic Process Automation, dan Digital Mortgage Platform.
BTN Cloud di antaranay berisi guiding principle dan tata kelola penggunaan cloud serta telah memulai penggunaan cloud infrastuktur untuk mendukung implementasi inisiatif TI, sehingga dapat mempercepat proses penyediaan infrastruktur. Fitur Unggulan Cloud Computing manfaat dan dampaknya, terutama untuk efisiensi operasional perusahaan.
Adapun Robotic Process Automation menjadi solusi bisnis yang implementasi 2022 sebagai penambahan use case penggunaan robotic process automation (RPA) untuk otomasi beberapa proses operasional. Seperti pengumpulan data maupun penginputan data.
Dengan penggunaan RPA untuk mendukung proses operasional Perseroan, waktu yang dibutuhkan untuk proses operasional tersebut menjadi lebih singkat, meningkatkan produktivitas dan keakuratan proses. Sedangkan Digital Mortgage Platform merupakan pengembangan API Management Platform dalam rangka merealisasikan ecosystem mortgage digital. Dengan API Management platform, Perseroan dapat mengimplementasikan open banking dan memberikan kemudahan bagi mitra-mitra dari Perseroan untuk melakukan integrasi dengan services yang disediakan oleh Perseroan untuk mendukung kebutuhan bisnis.
Dengan berbagai terobosan dan inovasi bidang digitalisasi yang terus dikembangkan belakangan ini, PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk., tahun ini kembali terpilih sebagai salah satu nominator mengikuti ajang corporate rating (penilaian) dan penjurian untuk penghargaan tahunan -“TOP Digital Awards 2025”. TOP Digital Awards, juga sebagai wahana pembelajaran bersama di bidang implementasi dan pemanfaatan teknologi digital, yang terbesar di Indonesia.
Di akhir proses, kegaiutan ini juga sebagai ajang untuk memberikan apresiasi tertinggi kepada perusahaan dan instansi pemerintahan yang dinilai berhasil dalam hal implementasi serta pemafaatan teknologi digital guna meningkatkan kinerja, daya saing, layanan pelanggan, maupun layanan publik.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majalah It Works, bekerja sama dengan berbagai asosiasi dan lembaga konsultan teknologi digital, serta didukung oleh para pakar dari Dewan TIK Nasional, APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer), ASPILUKI (Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia), IDTUG (Indonesia Telecommunication User Group), serta beberapa Konsultan teknologi digital dan Akademisi dari perguruan tinggi. Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah: “Driving Operational Excellence through Intelligent Digital Transformation.” Dalam hal ini, dewan Juri ingin mendalami, sejauh mana Teknologi digital yang cerdas, dapat yang dikembangkan, dapat mendorong efisiensi, peningkatan kualitas layanan, dan inovasi, terkait operational excellence dan daya saing di korporasi maupun institusi pemerintahan.
Dalam kesempatan ini, Vice President PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk., Anjar Priandoyo membawakan materi presentasi berjudul “BTN Operational Excellence through Intelligent Digital Transformation”. Sedangkan juri penilai, kali ini terdiri M. Tesar Sandikapura (IDIEC – Litebig)/ MASTEL – Masyarakat Telematika Indonesia), Febrizal Efffendi (ASPILUKI – Asosiasi Piranti Lunak Indonesia), Nurul Yakin Setyabudi (IDTUG – Indonesia Telecommunication User Group), Jonathan Prabowo (Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (MSI Group).
Dalam presentasinya, Vice President PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk., Anjar Priandoyo memaparkan banyak hal terkait perkembangan dan kemajuan transformasi digital (digital banking) di perusahaannya, baik di internal terkait proses bisnis, sistem manajemen, maupun eksternal dalam kaitan hubungan layanan pelanggan sesuai Visi besar perusahaan “Menjadi The Best Mortgage Bank di Asia Tenggara pada tahun 2025”.
Secara umum, perusahaan telah memiliki road map transformasi digital yang dituangkan dalam IT master plan sebagai acuan dalam pengembangan sistem aplikasi dan pengembangan IT dan infrastruktur pendukung. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital, BTN berkomitmen menjadikan Teknologi informasi (TI) sebagai “senjata” yang memiliki peran sangat penting untuk mendukung kinerja bisnis dan juga daya saing yang lebih andal.
“Untuk itu juga telah disusun Rencana Strategis Teknologi Informasi (TI) 2025 – 2029 sebagai acuan dalam pengembangan inisiatif Teknologi Informasi (TI) maupun pemenuhan infrastruktur dan keamanan Teknologi Informasi (TI),” ujarnya.
Ditambahkan, penyusunan Rencana Strategi Teknologi Informasi (TI) 2025 – 2029 BTN didukung oleh 5 pilar utama, yaitu: 1.Visi Bisnis & Teknologi. 2.Arsitektur TI. 3.Operation Model TI. 4.Roadmap TI. 5.Rencana Investasi TI. Rencana investasi TI untuk mengeksekusi inisiatif-inisiatif TI dari 2025 hingga 2029, dengan fokus inisiatif tahun 2025 didominasi oleh inisiatif terkait dengan pendanaan dan transaksi.
Perseroan juga mempersiapkan pemenuhan jumlah dan kapabilitas dari personil IT dengan merekrut tenaga muda (ODP) serta dengan pembekalan pelatihan dan sertifikasi yang diperlukan. Pada tahun 2022, Perseroan telah melakukan improvement dari sisi organisasi IT dalam rangka menjawab kebutuhan dan tantangan untuk menuju bank yang menyediakan layanan kepada nasabah yang berkualitas dan unggul. Tercatat tahun 2022, IT Maturity Level perseroan pada nilai tingkat maturitas TI sebesar 3.27 atau established yang diukur dengan menggunakan COBIT 2019. “Skor tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun 2021 yang memiliki nilai sebesar 3.05.” ujany kepada tim juri.
Hal-hal penting lain terkait IT Governance, perseroan juga telah memiliki tata kelola Teknologi Informasi yang mengatur pelaksanaan teknologi informasi mulai dari manajemen, perencanaan, pengembangan sampai operasional infrastruktur serta keamanan sistem teknologi informasi. Perseroan telah melakukan review secara berkala terhadap tata kelola tersebut dengan menuangkan dalam Kebijakan Umum TI, Management Data dan Digital yang mengatur tata kelola TI secara high level.
Membangun SOC
Sejalan dengan proses kerja yang standar tersebut, Bank BTN juga telah menjalankan berbagai inisiatif pendukung. Di antaranya membangun Security Operation Center (SOC) untuk melakukan deteksi, tanggap insiden dan pemulihan terhadap serangan siber. Guna mendukung fungsi Computer Security Incident Response Team (CISRT), Bank BTN telah bekerja sama dengan regulator dan juga didukung oleh teknologi terbaru serta system monitoring berupa Security Incident and Event Management (SIEM) dan berbagai penyedia keamanan cyber internasional serta menggunakan layanan Cyber Threat Intelligence.
Proses ujicoba response dan recovery dilakukan untuk memastikan kesiapan Bank dalam menghadapi ancaman siber juga telah dijalankan antara lain melalui simulasi phising dan Tabletop exercise. Bank BTN juga telah mengimplementasikan teknologi keamanan terkini seperti endpoint security, application security, cloud based security, Data Loss Prevention (DLP), Next Generation Firewall (NGFW), otomasi Patching dan Hardening, pengamanan enkripsi data nasabah, mobile application security, Multifactor authentication dan threat intelligence.
Dengan makin tingginya ancaman kejahatan siber, Bank BTN juga melakukan edukasi berupa security awareness secara rutin kepada seluruh karyawan, nasabah maupun pihak ketiga yang bekerjasama dengan Bank BTN. Berbagai media digunakan untuk penyampaian security awareness seperti sosial media, email, podcast dan wallpaper desktop pada perangkat kerja Karyawan.
Selain itu, sosilialisasi kepada nasabah juga dilakukanm melalui media echannel BTN, media Sosial BTN dan berbagai event offline/pemasaran yang dilaksanakan Bank, untuk melindungi informasi pribadi dan dana nasabah. “Hal ini tidak terlepas dari mitigasi terhadap serangan cyber yang muncul seiring dengan berpindahnya preferensi layanan nasabah dari channel konvensional (cabang/onsite) menjadi channel digital,” ujarnya.















