Eltran Indonesia terus menggelar peningkatan sistem digital atau pun transformasi digital. Penggunaan AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan) pun sudah berlangsung di perusahaan yang merupakan grup Len Industri tersebut.
“Transformasi digital yang dilengkap AI akan jadi pengantar bagi kami untuk tumbuh berkelanjutan,” kata Direktur Utama Eltrans Indonesia, Tuning Rudyati, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top Digital Awards 2025 (7/11/2025).
Tuning mengatakan, Eltran pun memandang bahwa sistem TI (teknologi informasi) harus menjadi business driven.
“Eltran punya regulasi TI yang lengkap, misalnya berbentuk SK (surat keputusan direksi), dan lain-lain. RKAP (rencana kerja anggaran perusahaan), kami pakai dalam menentukan investasi atau pun belanja TI.”
Eltran pun sudah mengukur IT maturity level, menggunakan penilai/konsultan eksternal. Menggunakan Cobit 2019 sebagai acuan, skor IT maturity Eltran di angka 2,43 dari skala 1-5.
Selanjutnya, Tuning memaparkan beberapa capain penting Eltrans dalam digitalisasi. Pertama, dalam perlindungan data sensitif/penting untuk internal atau pun mitra bisnis, Eltran sudah mengacu ke ISO 27001. Dengan demikian, risiko kebocoran data berkurang hingga 95%.
“Hal tersebut pun meningkatkan kepercayaan mitra bisnis kami,” papar Tuning.
Kedua, Eltran sudah mengimplementasikan solusi monitor jaringan berbasis cloud, dengan Ruije Cloud Network. Cakupan pemonitoran tersebut mencapai 100% perangkat jaringan Eltran.
Dari situ, ada pula dashboard real time untuk pemantauan kesehatan jaringan.
Ketiga, Eltran sudah mengimplementasikan ERP. Itu adalah ERP Odoo. Di situ, ada integrasi lebih dari 10 modul bisnis ke dalam satu platform terpadu.
“Dalam ERP tersebut, kami mendapatkan otomatisasi untuk 85% bisnis utama,” Tuning memaparkan lebih lanjut.
Eltran pun sudah mengimplementasikan beberapa solusi TI internal untuk meningkatkan kinerja perusahaan tersebut. Satu di antara itu adalah aplikasi bernama Mekari Jurnal. Itu adalah sebuah digitalisasi akuntansi untuk pencatatan laporan keuangan.
Contoh lainnya adalah IenO Len E-Office, untuk human management system. Di situ ada modul SDM, modul absensi, modul tata surat, modul dokumen, dan modul knowledge.














