ItWorks.id- Menjadi tulang punggung bagi angkutan logistik energi nasional dengan pendekatan “Beyond Boundaries”, untuk efisiensi dan daya saing, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna juga terus perkuat transformasi dan inovasi solusi digital. Transformasi digital di antaranya berfokus pada digitalisasi proses bisnis, optimasi operasional (rute, pemeliharaan prediktif) armada, transisi energi berkelanjutan, ekspansi bisnis dan layanan.
Di tengah meningkatnya tuntutan transformasi bisnis karena disrupsi kemajuan teknologi digital, PT Pelayaran Bahtera Adiguna (BAg) menegaskan komitmennya meningkatkan daya saing melalui imovasi digital untuk mengawal distribusi energi primer di Indonesia. Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi perusahaan pelayaran yang fokus pada batubara dan energi primer lainnya ini.
Dengan mengangkut 37,26 juta MT batubara pada 2024, BAg menargetkan 40,06 juta MT pada 2025, sebagai bagian dari milestone securing business sustainability. Transformasi digital menjadi fondasi untuk mencapai target tersebut, sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional dan keamanan siber perusahaan.
Tri Susanto, Direktur Utama BAg, menyampaikan dalam presentasinya di TOP Digital Awards 2025 yang digelar IT Works secara daring pada Kamis (13/11): “Digitalisasi bukan sekadar alat, tapi fondasi strategis yang memungkinkan BAg menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus mempersiapkan perusahaan menghadapi tantangan industri masa depan.
Integrasi TI Untuk Operasional Kapal
Implementasi TI di BAg bukan sekadar memasang sistem baru, tetapi membangun ekosistem digital yang terintegrasi. Sistem inti berbasis ERP mendukung seluruh proses bisnis utama, mulai dari perencanaan muatan, manajemen bahan bakar, hingga laporan keuangan kapal. Aplikasi pendukung, termasuk IT Service Management (ITSM) dan Single Sign On, menjamin keamanan dan kelancaran akses dari staf hingga manajemen puncak.
Selama 2025, BAg mengimplementasikan inovasi teknologi seperti Next Generation Firewall, digitalisasi dredging, manajemen travel, dashboard laba rugi kapal, otomasi rekonsiliasi bank, integrasi laporan keuangan bahan bakar kapal, serta penerbitan buletin cyber security awareness setiap dua bulan.
Tri menambahkan: “Setiap inovasi kami rancang untuk menjaga confidentiality, integrity, dan availability informasi, sekaligus memastikan proses bisnis berjalan terintegrasi dari kapal hingga kantor pusat.”
Dalam kjaitan ini, investasi TI juga terus ditingkat kan, dari Rp844 juta pada 2022, menjadi Rp2,5 miliar pada 2023, dan melonjak ke Rp11,7 miliar pada 2024. Biaya ini setara dengan 0,16% terhadap total pendapatan, 0,18% terhadap total biaya, dan 0,96% terhadap laba perusahaan, menunjukkan komitmen BAg terhadap transformasi digital sebagai pendorong efisiensi bisnis.
Sebagai perusahaan pelayaran yang mengangkut energi primer kritis, keamanan siber juga menjadi prioritas utama. BAg membangun tata kelola siber yang mencakup governance, assessment, identity & access management, serta proses protect, detect, respond, dan recover.
Tim TI secara rutin memantau sistem, memastikan semua aplikasi melewati uji keamanan siber. Standar yang digunakan mengacu pada ISO 27001 dan OAPS, sementara risiko dianalisis melalui multi-cloud dan data center Tier 3. Hasilnya, BAg berhasil meraih Juara Umum Workshop Cyber Security di PLN EPI, sekaligus membuktikan efektivitas sistem TI dalam menghadapi ancaman global, termasuk potensi kejahatan siber berbasis AI.
“Keamanan siber bukan sekadar teknologi, tetapi kolaborasi antara pemilik proses bisnis dan tim digital. Tanpa keselarasan ini, transformasi digital tidak akan optimal,” ujar Tri Susanto.
TI Hadirkan Efisiensi Dan Optimalisasi Operasional
Optimalisasi operasional kapal menjadi kunci pencapaian target volume batubara dan energi primer. BAg menerapkan predictive maintenance, Planned Maintenance System (PMS), serta manajemen material terintegrasi. Semua langkah ini didukung aplikasi TI yang mampu memantau kondisi kapal, ketersediaan sparepart strategis, dan efektivitas jadwal pengiriman.
Hasilnya terlihat nyata: implementasi TI membantu perusahaan meningkatkan pendapatan sebesar 0,16%, biaya TI naik 0,18%, dan laba naik 0,96%. Selain itu, digitalisasi proses seperti pengelolaan dredging dan asuransi kargo mempercepat operasional tanpa mengorbankan keamanan data dan integritas bisnis.
Tri menekankan: “Teknologi memberi kita mata yang lebih tajam untuk mengawasi operasional. Dengan data real-time, keputusan bisnis bisa lebih cepat dan tepat.”
Selain operasional, BAg menyiapkan strategi jangka panjang untuk memperkuat kapabilitas industri. Fokus utamanya meliputi pengembangan human capital, penerapan ESG, dan knowledge management untuk mendorong inovasi. BAg juga memperluas peluang bisnis di luar PLN Group, termasuk angkutan CNG dan layanan Ocean Going ke luar negeri, sekaligus mendukung program Net Zero Emission melalui koneksi onshore di kapal MV Adhiguna Tarahan dan MV Sartika Baruna.
Tri Susanto menutup sesi presentasinya: “Kita tidak hanya bergerak di laut, tapi juga di ranah digital. Setiap inovasi TI yang kami lakukan, dari ERP hingga Next Generation Firewall, adalah upaya memastikan BAg siap menghadapi masa depan, efisien, aman, dan berkelanjutan.”
Dengan strategi lima pilar — keberlanjutan pasokan, efisiensi biaya, kapabilitas industri, peluang bisnis baru, dan inovasi adaptif — BAg menunjukkan bagaimana digitalisasi menjadi mesin penggerak utama di industri pelayaran energi primer. (Abi A Jabbar Siddik)














