PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) memamerkan langkah besar transformasi digitalnya dalam sesi penjurian TOP Digital Awards 2025 yang digelar Majalah It Works, Rabu (19/11/2025). Presentasi tersebut disampaikan secara langsung oleh Kepala Sub Divisi Tata Kelola dan Pengembangan TI, Wisnuaji Gagat Priambada, yang mewakili perusahaan dalam ajang penilaian teknologi terbesar tingkat nasional itu.
Dalam pemaparannya, Wisnuaji menegaskan bahwa digitalisasi PTPN I didesain bukan sebagai pembangunan aplikasi semata, melainkan integrasi end-to-end yang menopang seluruh proses bisnis perusahaan.
“Transformasi digital di PTPN I tidak hanya membangun aplikasi, tetapi membangun integrasi penuh melalui Enterprise Business Process. Tujuannya menghadirkan data real-time dan akurat untuk pengambilan keputusan,” ujarnya.
Integrasi Menyeluruh Pasca-Restrukturisasi BUMN Perkebunan
Sejak restrukturisasi BUMN Perkebunan pada 2023, PTPN I kini membawahi wilayah eks-PTPN II, VII–XII, dan XIV, dengan cakupan lebih dari 624,8 ribu hektare. Skala besar ini mendorong kebutuhan tata kelola TI yang kuat, terformalisasi dalam Rencana Strategis Teknologi Informasi (RSTI) 2025–2029.
RSTI disusun dalam tiga gelombang implementasi:
- Penguatan fundamental digital
- Peningkatan skala teknologi
- Pematangan advanced analytics, termasuk pemanfaatan AI dan business cockpit sebagai pusat kendali digital.
Digital Farming dan Ekosistem TI yang Terintegrasi
Dalam sesi penjurian, PTPN I menampilkan sejumlah sistem inti yang telah berjalan. Inovasi Digital Farming (DFarm) mencuri perhatian karena mampu mendukung seluruh proses on farm, pengolahan, alokasi armada, hingga traceability produk.
Pemanfaatan IoT pada timbangan panen, sensor suhu dan kelembapan pabrik karet serta teh terbukti meningkatkan akurasi data dan menjaga mutu produksi.
“IoT timbangan panen, sensor suhu pabrik, hingga modul transport planning terbukti meningkatkan efisiensi dan pengendalian produksi,” jelas Wisnuaji.
Ekosistem digital PTPN I juga diperkuat oleh aplikasi manajemen aset (MAIA & MONIKA), sistem CRM, GIS–NDVI, dan ERP SAP yang saling terhubung.
AIGR1: Lompatan Besar di Ranah Kecerdasan Buatan
Salah satu inovasi unggulan PTPN I adalah AIGR1, platform AI yang mampu membaca kebijakan perusahaan, menganalisis data operasional, hingga memberikan rekomendasi strategis. Integrasi dengan API BMKG memungkinkan sistem memprediksi cuaca secara presisi, sementara fitur AIGR1 Vision sudah mampu mendeteksi penyakit tanaman melalui foto lapangan.
“AIGR1 adalah lompatan besar kami. Data perusahaan bisa dianalisis secara cepat, disimpulkan, dan direkomendasikan tindak lanjutnya,” ujar Wisnuaji.
Tata Kelola TI yang Kuat sebagai Fondasi
Selain teknologi, PTPN I menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital didukung tata kelola TI yang matang. Perusahaan memiliki lebih dari 38 dokumen kebijakan TI, termasuk keamanan informasi, manajemen aset TI, change management, BCP dan DRP, hingga SOP pengembangan aplikasi.
PTPN I juga telah meraih sertifikasi ISO 27001:2022 serta membukukan skor 3,36 pada asesmen kematangan keamanan siber BSSN—melampaui target nasional.
Komitmen direksi dinilai menjadi faktor penentu. Berbagai SK Direksi diterbitkan untuk mengakselerasi transformasi, mulai dari pembentukan Digital Transformation Office (DTO), Komite Digital, hingga penetapan PIC aplikasi.
Menuju Agribisnis Cerdas Berbasis Data
Menutup presentasi, Wisnuaji menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat integrasi digital di seluruh unit operasional. PTPN I menargetkan efisiensi, transparansi, dan kemampuan prediktif berbasis data sebagai standar baru agribisnis Indonesia.
TOP Digital Awards sendiri merupakan kegiatan pembelajaran dan penghargaan tingkat nasional yang menilai pemanfaatan TI, telekomunikasi, dan solusi digital oleh perusahaan maupun instansi. Ajang ini telah digelar Majalah It Works sejak 2016, bekerja sama dengan berbagai asosiasi dan pakar TI terkemuka di Indonesia.
Editor: Teguh IS.














