ItWorks.id- Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat kinerja yang impresif sepanjang tahun 2025 dengan realisasi investasi mencapai Rp 54,74 triliun, mendekati target Rp 60 triliun. Capaian ini tak lepas dari sejumlah terobosan dan inovasi, termasuk layanan perizionan berbasis teknologi digital yang kian memudahkan sekaligus menjadi sinyal kuat kepercayaan investor di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.
Prestasi dan lonjakan investasi tersebut, tak ayal turut memberi dampak nyata bagi pertumbuhan perekonomian daerah. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 6,89%, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan melampaui rata-rata nasional.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari energi kolektif seluruh pemangku kepentingan, termasuk konsistensi BP Batam dalam melakukan pembenahan tata kelola dan layanan investasi. “Sinergi yang baik ini mesti kita jaga. Kami juga terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, khususnya dalam pelayanan perizinan. Tujuannya agar iklim investasi tetap terjaga dan mampu memberikan kontribusi terhadap ekonomi Batam, ujar Amsakar, dirilis Humas BPO Batam (15/01/2026).
Ditambahkan, salah satu faktor kunci yang mendorong derasnya arus investasi adalah inovasi layanan perizinan yang kini semakin mengandalkan sistem digital. Transformasi layanan ini memungkinkan proses perizinan menjadi lebih cepat, transparan, dan terintegrasi, sehingga memberikan kepastian usaha bagi investor.“BP Batam terus melakukan pembenahan, khususnya dalam pelayanan perizinan investasi. Digitalisasi menjadi fokus utama agar prosesnya lebih efisien, mudah diakses, dan akuntabel. Tujuannya jelas, menjaga iklim investasi tetap kondusif dan berkontribusi optimal terhadap ekonomi Batam,” ungkapnya.
Tak hanya memperkuat layanan digital, BP Batam juga aktif menyederhanakan regulasi untuk memperkokoh ekosistem usaha. Langkah ini dinilai penting agar Batam tetap kompetitif sebagai destinasi investasi unggulan, baik di tingkat nasional maupun regional.
Dengan fondasi tersebut, Amsakar optimistis Batam mampu mencatat lompatan pembangunan yang lebih besar pada 2026. Menurutnya, kepercayaan investor yang terjaga di tengah tantangan global merupakan modal strategis yang harus terus dipelihara.“Momentum positif sepanjang 2025 harus kita tingkatkan pada 2026. Di tengah ketidakpastian global, investor tetap percaya menanamkan modal di Batam. Kepercayaan ini wajib kita jaga agar arus investasi dan aktivitas industri terus bergerak,” pungkasnya.
BP Batam pun memastikan akan melanjutkan agenda reformasi layanan dan transformasi digital sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan industri dan investasi kelas dunia.














