ItWorks.id- Menghadapi datangnya bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong percepatan penguatan Kantor Digital di seluruh daerah sebagai strategi utama untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memperluas jangkauan layanan di ruang publik digital.
Hingga saat ini, BAZNAS telah membangun 415 Kantor Digital yang tersebar di tingkat pusat hingga daerah. Inisiatif ini menjadi tulang punggung dari strategiu transformasi digital BAZNAS dalam menjawab perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan kanal digital dalam berbagai aktifitas yang juga diharapkan dalam berzakat dan bersedekah (derma).
“Saat ini, kita telah membangun 415 Kantor Digital Baznas yang tersebar di tingkat pusat hingga daerah. Kantor Digital yang kita kembangkan merupakan ekosistem digital yang terintegrasi dengan beerbagai sistem aplikasi untuk mendukung proses kerja BAZNAS dalam pengumpulan zakat yang modern, agar lebih efektif, transparan, dan juga terukur. Memang masih perlu lebih dioptimalkan lagi perranm untuk kinerja pengumpulan ZIS yang lebih tinggi ,” ungkap Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, Ph.D, kepada ItWorks, (14/1/2026) di Kantornya, Jakarta- selepas menerima penghargaan sebagai “Top Leader On Digital Implementation 2025” dari rangkaian ajang penghargaan nasional “Top Digital Awards 2025” yang telah dihelat Majalah ItWorks, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Prof Nadratuzzaman mengungkapkan, dari total Kantor Digital yang telah dibangun, baru sekitar 30% yang aktif dan beroperasi optimal. Sejauh ini kendalanya masih terletak pada keterbatasan kemampuan sumber daya manusia (SDM) digital, terutama di daerah-daerah. Karena itu, ia menegaskan penguatan SDM menjadi skala prioritas BAZNAS yang dilakukan ke depan ini.
“Hal ini yang akan terus kami benahi melalui edukasi dan pelatihan. Target kami, dengan optimalisasi Kantor Digital dan temntunya dukungan penguatan SDM, penghimpunan ZIS bisa lebih optimal lagi sesuai dengan target kami yang tahun ini diharapkan bisa bisa naik hingga 30%,” ungkap Nadratuzzaman.
Ekosistem Kantor Digital
Kantor Digital BAZNAS dirancang sebagai sebuah ekosistem digital yang saling terhubung, mulai dari pengelolaan konten, platform donasi, distribusi informasi program, hingga pemanfaatan data dan analitik. Seluruh sistem ini dibangun dan dikembangkan untuk mendukung proses pengumpulan zakat yang lebih modern, akuntabel, dan berbasis data. Termasuk juga ada aplikasi untuk mendukung aktivitas sosialisas hingga digital marketing terkait zakat dengan pendekatan yang lebih menarik dan modern sesuai tuntutan era digital.
Melalui Kantor Digital, masyarakat juga dapat melihat secara langsung kinerja serta dampak program BAZNAS. Aspek transparansi ini dinilai krusial dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik, yang pada akhirnya mendorong partisipasi muzaki secara berkelanjutan.
Menurut Nadratuzzaman, belum optimalnya penghimpunan zakat di sejumlah daerah selama ini, tidak terlepas dari belum maksimalnya pemanfaatan kanal digital tersebut. Padahal, Kantor Digital memiliki posisi strategis untuk memperkuat literasi zakat, meningkatkan kemudahan layanan, sekaligus menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas.“Selama ini kita masih sangat bergantung pada zakat ASN. Padahal potensi zakat masyarakat umum sangat besar. Kantor Digital ini menjadi instrumen penting untuk menggarap potensi tersebut secara lebih masif,” ujarnya.
Selain masalah SDM, BAZNAS juga menilai perlunya sosialisasi dan edukasi zakat yang berkelanjutan. Kantor Digital diharapkan menjadi jembatan edukasi antara BAZNAS dengan masyarakat, yang tidak hanya menguntungkan muzaki, tetapi juga memperluas dampak program bagi para mustahik.
Dengan penguatan Kantor Digital yang semakin masif dan terintegrasi, BAZNAS optimistis mampu menjadikan Ramadhan sebagai momentum akselerasi penghimpunan ZIS sekaligus memperkokoh kepercayaan publik melalui layanan zakat yang modern, transparan, dan inklusif.
Penghargaan Top Digital Awards
Komitmen BAZNAS dalam mendorong inovasi digital mendapatkan pengakuan nasional. Dalam ajang Top Digital Awards 2025, Prof. Nadratuzzaman dianugerahi penghargaan “Top Leader on Digital Implementation 2025” atas perannya dalam memimpin dan mengakselerasi transformasi digital di BAZNAS RI.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan BAZNAS dalam mengembangkan inovasi sistem aplikasi, tata kelola teknologi informasi, penguatan keamanan siber, hingga pemanfaatan smart technology, termasuk Artificial Intelligence (AI), untuk meningkatkan efisiensi proses kerja, kualitas layanan, dan daya saing lembaga di era digital.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keamanan Informasi Data dan Layanan Digital BAZNAS RI, Andrian Johnson, BIT, MBA, CISA, CRISC, juga meraih penghargaan “Top CIO on Digital Implementation 2025”. Penghargaan ini mengakui perannya dalam menginisiasi dan mengawal adopsi teknologi digital dalam pengelolaan zakat nasional.
Sedangkan sebagai institusi-lembaga, BAZNAS RI juga berhasil meraih penghargaan tertinggi “Top Digital Implementation 2025 #5 Stars (Bintang Lima)”. Mewakili Dewan Juri TOP Digital Awards 2025, piagam dan piala penghargaan atas keberhasilan digitalisasi ini diserahkan oleh Managing Editor ItWorks, Ahmad Churi didampingi Desy Arianti selaku perwakilan panitia penyelenggara.
Top Digital Awards dalah ajang corporate rating (penilaian), pembelajaran dan penghargaan nasional tahunan terbesar di Indonesia untuk perusahaan/instansi pemerintah yang berhasil menerapkan inovasi teknologi digital secara signifikan untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan pelayanan public. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majalah ItWorks dan portal berita itworks.id, dengan penilaian ketat oleh Dewan Juri dari unsur pakar dan praktisi, akademisi di bidang IT & Telco Indonesia. Penghargaan ini menilai implementasi teknologi digital yang unggul dan efektif dalam mendorong kemajuan ekosistem digital.
Penghargaan ini juga untuk mendorong inovasi transformasi digital nasional menuju era digital dengan tema yang beda setiap tahunnya. Tahun 2025 mengusung tema “Driving Operational Excellence through Intelligent Digital Transformation”. Penilaian antara lain Berbasis data kualitatif dan kuantitatif (seperti skor IT maturity, indeks SPBE, kepuasan pelanggan, keamanan siber) melalui wawancara penjurian. Relevansi: Mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.














