ItWorks.id – Upaya pembenahan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan yang dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam, termasuk inovasi layanan berbasis sistem aplikasi teknologi digital , mulai menunjukkan hasil nyata. Sepanjang 2025, sektor kepelabuhanan Batam mencatat lonjakan kinerja signifikan, baik dari sisi operasional maupun penerimaan, mempertegas peran pelabuhan sebagai tulang punggung logistik dan investasi daerah.
Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam membukukan realisasi penerimaan sebesar Rp468,4 miliar, melampaui target tahun 2025 yang dipatok Rp401,8 miliar. Dengan capaian 117 persen, kinerja ini menjadi indikator bahwa perbaikan layanan berdampak langsung pada kepercayaan dan aktivitas pengguna jasa pelabuhan.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa sektor kepelabuhanan memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Batam sekaligus membangun keyakinan investor.“Pelabuhan merupakan wajah utama konektivitas dan logistik Batam. Kinerja kepelabuhanan yang tumbuh positif menjadi sinyal kuat bahwa Batam semakin siap sebagai tujuan investasi, baik di sektor industri, logistik, maupun perdagangan internasional,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis Humas BP Batam, baru-baru ini melalui portal web BP Batam.
Arus Barang Melonjak
Dari sisi operasional, dampak peningkatan layanan tercermin pada naiknya arus barang. Sepanjang 2025, arus peti kemas mencapai 797.087 TEUs, tumbuh sekitar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Terminal Peti Kemas Batu Ampar menjadi kontributor utama dengan volume 522.941 TEUs atau sekitar 66 persen dari total arus peti kemas Batam. Angka ini meningkat 24 persen dibandingkan 2024, menegaskan posisi Batu Ampar sebagai hub penting dalam jaringan logistik regional dan internasional.Sementara itu, volume general kargo tercatat sebesar 11,77 juta ton, naik 13 persen seiring meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan di Batam.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyebut pertumbuhan dua digit ini tidak lepas dari konsistensi pembenahan layanan yang dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, fokus BP Batam tidak semata pada peningkatan volume, tetapi juga pada efisiensi, kepastian layanan, dan kemudahan bagi pengguna jasa.“BP Batam terus mendorong efisiensi, kepastian layanan, dan kolaborasi dengan mitra usaha. Pelabuhan yang andal dan efisien adalah kunci untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya tarik investasi,” jelasnya.
Kinerja positif juga tercermin dari meningkatnya aktivitas kapal. Sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat 109.174 kunjungan kapal barang dan penumpang, tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, total Gross Tonnage (GT) mencapai 73,18 juta GT, meningkat 15 persen secara tahunan. Peningkatan ini mencerminkan semakin intensifnya aktivitas logistik dan pelayaran di perairan Batam, sekaligus menandakan pelabuhan semakin dipercaya sebagai simpul distribusi.
Arus Penumpang Meningkat
Dari sisi mobilitas orang, pelabuhan di Batam melayani 9,37 juta penumpang domestik dan internasional sepanjang 2025, atau naik sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan terbesar terjadi di Terminal Ferry Internasional, dengan total penumpang datang dan berangkat mencapai 5,3 juta orang, tumbuh 10 persen. Tren ini memperlihatkan peran strategis Batam sebagai simpul pergerakan lintas negara.
Dari sisi rute, pertumbuhan tertinggi tercatat pada trayek Malaysia dengan kenaikan 32 persen, melampaui rute Singapura yang tumbuh 5 persen meski secara total masih mendominasi jumlah penumpang.
Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menilai capaian 2025 menjadi pijakan penting untuk transformasi layanan yang lebih modern dan terintegrasi.“Capaian tahun 2025 menjadi dasar bagi kami untuk terus mendorong transformasi layanan kepelabuhanan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan investor serta pelaku usaha,” ujarnya.
Ke depan, BP Batam berkomitmen memperkuat peran pelabuhan sebagai enabler pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan kualitas layanan, integrasi sistem, serta kepastian berusaha. Langkah ini diharapkan semakin memantapkan posisi Batam sebagai hub logistik yang kompetitif di tingkat internasional.














