ItWorks.id- Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) memperkuat sinergi untuk menjaga laju investasi dan pertumbuhan ekonomi Batam tetap positif sepanjang 2026. Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan antara Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan jajaran pengurus baru KADIN Kota Batam serta KADIN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Audiensi tersebut menjadi momentum konsolidasi antara regulator dan dunia usaha dalam memperkuat posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.
Ketua KADIN Kota Batam periode 2025–2030, Roma Nasir Hutabarat, dan Ketua KADIN Kepri periode 2026–2031, Mustava, memimpin langsung rombongan pengurus dalam pertemuan tersebut.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa KADIN merupakan mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendorong investasi serta membantu UMKM naik kelas. Ia memaparkan, kinerja ekonomi Batam menunjukkan tren menggembirakan selama 11 bulan terakhir. “Pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan ini mencapai 6,89 persen, meningkat dari 6,6 persen tahun lalu. Realisasi investasi juga menembus Rp68,3 triliun atau 115 persen dari target. Ini menandakan tata kelola kita sudah on the track,” ujar Amsakar dalam pertemuan pada (27/1/2026), yang dirilis Humas BP Batam, baru-baru ini.
Menurutnya, capaian tersebut turut berdampak pada kesejahteraan masyarakat, tercermin dari menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan di Batam.
Meski demikian, Amsakar mengingatkan masih ada sejumlah tantangan domestik yang perlu dibenahi untuk menjaga daya tarik investasi, seperti penanganan banjir, ketersediaan air bersih, dan pengelolaan sampah. Ia menekankan pentingnya investasi yang selaras dengan daya dukung lingkungan agar pembangunan Batam tetap berkelanjutan.
Di sisi global, Amsakar juga menanggapi kekhawatiran pelaku usaha terkait kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat yang berdampak pada industri panel surya, termasuk di Batam. Ia mendorong KADIN dan pelaku usaha untuk melakukan diversifikasi pasar ekspor.“Kita tidak bisa hanya bergantung pada pasar Amerika. Harus ada terobosan untuk masuk ke pasar alternatif yang potensial. Peluang ekspor kita masih sangat besar,” tegasnya.
Sementara itu, KADIN menyatakan komitmen kuat untuk ikut menjaga iklim investasi Batam tetap kondusif. Roma Nasir Hutabarat mengapresiasi keterbukaan BP Batam dalam melibatkan dunia usaha dalam perencanaan ekonomi daerah.“Kami berkomitmen menciptakan iklim ekonomi yang kondusif agar laju investasi Batam di 2026 semakin meningkat,” ujarnya.
Senada, Mustava menekankan pentingnya kolaborasi erat antara KADIN dan BP Batam di awal masa kepengurusannya.“Batam membutuhkan energi kolaborasi yang kuat. KADIN siap aktif berbagi program dan memastikan langkah kami sejalan dengan arah pengembangan Batam ke depan,” kata Mustava.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan sharing program secara berkala antara BP Batam dan KADIN, sebagai langkah konkret menjaga Batam tetap kompetitif dan menjadi magnet investasi di kawasan Asia Tenggara. Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat BP Batam, di antaranya Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, Direktur Investasi Dendi Gustinandar, Direktur Pembangunan Infrastruktur Boy Zasmita, serta 16 pengurus KADIN.














