ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Perusahaan Kawasan APAC Semakin Andalkan SOC Outsourcing

Ahmad Churi
2 February 2026 | 09:38
rubrik: Research
Perusahaan Kawasan APAC Semakin Andalkan SOC Outsourcing
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id–Berdasarkan hasil riset Kaspersky, sebagian besar perusahaan, terutama di kawasan Asia Pasifik (APAC), memilih untuk melakukan outsourcing setidaknya sebagian untuk Pusat Operasi Keamanan (Security Operation Centre/SOC) mereka, dengan sejumlah besar perusahaan mengadopsi SOC-as-a-Service (SOCaaS).

Perusahaan-perusahaan di kawasan Asia Pasifik (APAC) semakin mengandalkan model outsourcing untuk mengelola Pusat Operasi Keamanan atau Security Operation Centre (SOC) mereka. Temuan ini terungkap dalam riset terbaru Kaspersky yang menyoroti pergeseran strategi organisasi dalam menghadapi ancaman siber yang kian kompleks.

Menurut penelitian tersebut, sebagian besar perusahaan di APAC tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tim internal. Sebanyak 64% perusahaan global berencana melakukan outsourcing sebagian fungsi SOC dengan model hibrida, sementara 26% siap mengadopsi SOC-as-a-Service (SOCaaS) secara penuh. Hanya 9% yang masih ingin membangun SOC sepenuhnya internal, terutama karena tantangan menjaga pemantauan 24/7 dan keterbatasan tenaga ahli.

Tren ini bahkan lebih kuat di Asia Pasifik. Hampir 93% organisasi di kawasan ini berencana melakukan outsourcing setidaknya sebagian operasi SOC mereka. Mayoritas (64%) memilih model hibrida, sedangkan 29% beralih sepenuhnya ke SOCaaS.“Tren menuju outsourcing fungsi SOC, baik sepenuhnya maupun sebagian, didorong oleh kebutuhan akan peningkatan fokus operasional dan ketangkasan strategis. Dengan mengalihkan tugas-tugas rutin dan teknis ke luar, organisasi dapat berkonsentrasi pada aktivitas bernilai tinggi seperti pengambilan keputusan strategis dan mengkoordinasikan respons terhadap ancaman yang canggih. Selain itu, pendekatan ini sering menghasilkan efisiensi biaya yang cukup besar, memungkinkan alokasi sumber daya yang optimal. Pada akhirnya, model ini mengubah SOC menjadi kemampuan strategis yang penting, yang secara langsung berkontribusi pada kesinambungan bisnis,” kata Sergey Soldatov, Kepala Pusat Operasi Keamanan di Kaspersky dilansir dalam rilis pers (02/02/2026), di Jakarta.

BACA JUGA:  Realme Raih Pertumbuhan Tercepat dalam Pengapalan Smartphone 5G Versi Counterpoint

Tren Indonesia Ke Arah Sama

Di Indonesia, arah kebijakan keamanan siber perusahaan juga sejalan dengan tren regional. Sekitar 91% organisasi berencana menerapkan SOC outsourcing atau model hibrida. Sebanyak 28% siap mengadopsi SOCaaS sepenuhnya, sementara 63% memilih membagi tugas antara tim internal dan penyedia eksternal.

Outsourcing SOC memungkinkan perusahaan mendelegasikan berbagai fungsi penting, mulai dari desain dan arsitektur SOC, penerapan serta pemeliharaan teknologi, pemantauan ancaman oleh analis eksternal, hingga layanan SOCaaS penuh yang mencakup deteksi, investigasi, dan respons insiden sepanjang waktu.

Adrian Hia, Managing Director APAC Kaspersky, menyebut organisasi kini tak lagi memperdebatkan pentingnya keamanan siber, melainkan fokus pada bagaimana menjaga efektivitas SOC di tengah tuntutan operasional dan regulasi yang terus meningkat. Menurutnya, ketahanan siber kini bergantung pada bagaimana keahlian dan tanggung jawab disusun, bukan sekadar lokasi sistem.

Sebagian besar perusahaan global tetap mempertahankan fungsi strategis di internal, sementara tugas teknis dan operasional dialihkan ke pihak ketiga. Fungsi yang paling sering di-outsourcing mencakup instalasi dan penerapan solusi (55%), pengembangan solusi (53%), serta desain SOC (47%).

Dalam hal sumber daya manusia, perusahaan cenderung memperkuat lini depan dengan analis keamanan eksternal, terutama analis lini pertama (61%) dan lini kedua (52%), yang berperan penting dalam pemantauan serta respons ancaman harian.

Motivasi utama outsourcing adalah kebutuhan perlindungan 24/7 (55% global; 49% Indonesia). Alasan lain termasuk mengurangi beban kerja tim internal (47%), akses ke teknologi canggih seperti XDR dan MDR (42%), serta dukungan kepatuhan regulasi (41%). Menariknya, hanya 37% yang menyebut efisiensi anggaran sebagai faktor utama, menunjukkan fokus utama perusahaan adalah peningkatan kualitas perlindungan.

Sergey Soldatov, Kepala SOC Kaspersky, menilai model ini membuat organisasi bisa lebih fokus pada pengambilan keputusan strategis dan penanganan ancaman kompleks, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

BACA JUGA:  Honda & Renesas Siap Kembangkan SoC Kendaraan Berbasis Perangkat Lunak

Rekomendasi untuk Membangun SOC

Bagi perusahaan yang ingin membangun atau meningkatkan SOC, Kaspersky merekomendasikan pemanfaatan layanan konsultasi SOC, penggunaan solusi SIEM berbasis AI, adopsi lini produk kemampuan yabng andal, serta pemanfaatan Threat Intelligence untuk visibilitas ancaman yang lebih mendalam.

Dengan meningkatnya ketergantungan digital dan tekanan regulasi, model SOC berbasis kolaborasi internal–eksternal dinilai menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk menjaga ketahanan siber bisnis ke depan.

Tags: SOC
Previous Post

Perkuat Tata Kelola Data, Pelindo Dukung Kolaborasi Satu Data Indonesia

Next Post

Komdigi Buka Akses Grok secara Terbatas, Usai X Sampaikan Komitmen Kepatuhan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berapa Kepemilikan Saham Nadiem Makarim di Gojek?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Kepuasan Pelanggan, Honda Perbarui Aplikasi Honda e-Care

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung SFT 2026, Latih 2.600 Peserta Bangun Inovasi Berbasis AI dengan Design Thinking

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

Fauzi
29 June 2026 | 16:31

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera Private AI sering dipahami sebagai pendekatan yang menjaga data dan model tetap berada...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto