ItWorks.id- SCG kembali membuka pendaftaran program beasiswa SCG Sharing the Dream 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. Tahun ini, SCG menyiapkan dukungan bagi 400 siswa SMA dan 12 mahasiswa S1.
Program beasiswa yang memasuki tahun ke-14 ini mengusung tema “Green Active Generation” dengan fokus pada pengembangan generasi muda yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing.
Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan, mengatakan tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks di tengah persaingan global dan disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Karena itu, kemampuan berpikir kritis, adaptasi, dan inisiatif menjadi hal penting agar generasi muda mampu menjadi problem solver di masyarakat.“Pendidikan yang mendorong kemampuan tersebut menjadi kunci untuk mempersiapkan generasi masa depan,” ujar Warit dalam keterangannya, dilansir dalam rilis (6/5/2026), di Jakarta.
Program beasiswa ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk penyandang disabilitas serta anak pekerja konstruksi atau tukang bangunan di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Bekasi, Gresik, dan Bandung. Pendaftaran dibuka mulai 4 Mei hingga 1 Juni 2026.
Tahun ini, SCG menyiapkan dukungan bagi 400 siswa SMA dan 12 mahasiswa S1. Para penerima beasiswa tidak hanya memperoleh bantuan pendidikan, tetapi juga kesempatan mengikuti program capacity building berupa pelatihan soft skills dan technical skills. Selain itu, para penerima beasiswa atau SCG Scholars juga didorong untuk memimpin proyek sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat dengan pendampingan mentor dari SCG.
Distribution Director SCG Distribution & Retail Indonesia, Thichet Srisuriyon, menilai program ini penting untuk membuka peluang lebih luas bagi generasi muda, termasuk mereka yang masuk kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training).
Berdasarkan data International Labour Organization (ILO), sekitar 16 persen pemuda di ASEAN masuk kategori NEET. Sementara di Indonesia, angkanya mencapai 19,44 persen untuk kelompok usia 15–24 tahun. “Kami berharap program ini dapat melahirkan generasi muda yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Sebagai bagian dari proses seleksi, peserta diwajibkan menulis esai mengenai tantangan sosial di lingkungan sekitar serta ide solusi yang ingin diwujudkan. SCG juga membagikan sejumlah tips penulisan esai, mulai dari observasi persoalan di lingkungan sekitar hingga merancang solusi realistis berbasis kolaborasi masyarakat.
Salah satu contoh proyek penerima beasiswa sebelumnya adalah “Clean Water for All” yang digagas Josephine Sophie Mathilda Sagala, mahasiswi Universitas Padjadjaran penerima beasiswa 2025. Program tersebut melakukan evaluasi kualitas air di 16 titik di Desa Cileles, Jatinangor, Jawa Barat.
SCG menegaskan program Sharing the Dream menjadi bagian dari implementasi Inclusive Green Growth perusahaan yang mengintegrasikan prinsip ESG melalui pengembangan SDM, inovasi ramah lingkungan, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.














