Jakarta, Itech- Kemenristekdikti telah menetapkan lima calon penerima Anugerah IPTEK 2017 yakni Pemprov Jawa Barat, Lampung, Riau, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Para calon penerima anugerah kemudian melakukan pemaparan meliputi perencanaan, kapasitas SDM, infrastruktur, sarana prasana dan metode kerjadan budaya inovasi.
Selain itu, sistem informasi dan dokumentasi dan hasil inovasi juga dipaparkan di hadapan Tim Juri sebagai bagian dari proses seleksi untuk menetapkan pemenang Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional pada19-21Juli 2017 di Gedung BPPT, Jakarta, dengan Ketua Dewan Juri Kemal Prihatman, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan. Kelembagaan Ristekdikti.
Pemberian penghargaan ini dirangkaikan dengan Hari Kebanagkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 yang akan dipusatkan di Kota Makassar pada 10 Agustus 2017. Adapun tema Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan, Kemenristekdikti melalui SK No.198/M/KPT/2017, akan memberikan apresiasi berupa Anugerah Karya Iptek dan Inovasi Nasional sebagai salah satu rangkaian acara HAKTEKNAS ke-22.
Tujuan penyelenggaraan Penganugerahan Karya Iptek dan Inovasi Nasional 2017 adalah untuk mendorong peningkatan kemampuan iptek yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia
Penganugerahan Karya Iptek dan Inovasi Nasional diberikan kepada Perguruan Tinggi, Industri, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Lembaga Litbang, insan akademik, aktor-aktor inovasi dan masyarakat akar rumput. Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe menyampaikan bahwa penghargaan Budhipura ini bukan hanya seremonial, tapi untuk perkembangan ekonomi di daerah berbasis inovasi yg akan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya penganugerahan ini juga untuk membangun iklim kondusif penguatan dan pengembangan inovasi sebagai outreach dari riset iptek dalam penciptaan nilai tambah secara komersial, ekonomi dan sosial budaya secara berkelanjutan, dan memberikan dorongan kepada para pelaku inovasi agar dapat terpacu dalam mewujudkan ide kreatif dalam penciptaan nilai tambah, baik sebagai individu maupun melalui kemitraan dan kerja sama antar unsur inovasi. “Penyelenggaraan penganugerahan bagi karya inovasi nasional 2017, dilaksanakan dengan asas kebebasan akademik, partisipatif, keterbukaan, akuntabilitas, manfaat (komersial, ekonomi, dan sosial budaya), serta keberlanjutan,” ungkapnya. (red/ju)













