ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Fortinet: Kurangnya Talenta Keamanan Siber Masih Jadi Tantangan di Tengah Meningkatnya Risiko AI di Indonesia

Fauzi
16 July 2026 | 16:16
rubrik: Business Solution
Fortinet Rilis Firewall Seri G Terbaru, Suguhkan Keamanan Tak Tertandingi dan Kinerja Jaringan Efisien
Share on FacebookShare on Twitter

Perusahaan keamanan siber global, Fortinet, baru saja merilis 2026 Global Cybersecurity Skills Gap Report. Laporan ini mengungkap berbagai tantangan baru maupun yang masih berlangsung yang dihadapi organisasi akibat kekurangan talenta keamanan siber serta lanskap ancaman yang terus berkembang.

Temuan utama dari survei global tersebut meliputi, kurangnya tenaga ahli keamanan siber – yang antara lain disebabkan oleh minimnya investasi dalam pengembangan talenta keamanan siber – masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya pelanggaran keamanan yang berdampak besar.

Meskipun para praktisi keamanan siber telah memanfaatkan perangkat keamanan berbasis AI secara efektif, peningkatan kompetensi dan pengembangan keterampilan baru tetap diperlukan agar manfaat teknologi canggih tersebut dapat dimaksimalkan.

Di tengah adanya kesenjangan investasi, organisasi tetap menunjukkan upaya yang terarah untuk menarik dan mempertahankan talenta keamanan siber terbaik.

“Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan risiko strategis bagi bisnis. Survei tahun ini menunjukkan bahwa meskipun dewan direksi pada umumnya telah menyadari pentingnya keamanan siber, masih diperlukan investasi yang lebih besar untuk mengatasi berbagai tantangan utama, seperti munculnya risiko AI dan kekurangan talenta keamanan siber yang terus berlangsung. Mengatasi kedua tantangan tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan bisnis di tengah lanskap ancaman yang semakin kompleks,” ujar Carl Windsor, CISO, Fortinet.

Keamanan Siber Harus Jadi Prioritas di Tengah Risiko yang Semakin Tinggi
Kurangnya talenta ahli keamanan siber masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya pelanggaran keamanan yang berdampak besar di berbagai perusahaan.

Survei global tersebut mengungkapkan Risikonya sangat tinggi: Sebanyak 92% organisasi di Indonesia mengalami satu atau lebih insiden pelanggaran keamanan siber dalam 12 bulan terakhir, sementara 64% di antaranya mengalami lima atau lebih insiden. Sebanyak 62% organisasi di Indonesia menyatakan bahwa biaya pemulihan akibat pelanggaran keamanan siber melebihi 1 juta dolar AS, sedangkan 64% menyebutkan proses pemulihan membutuhkan waktu lebih dari satu bulan. Biaya pelanggaran keamanan paling tinggi terjadi di Amerika Utara, dengan rata-rata mencapai 2 juta dolar AS per insiden.

BACA JUGA:  Telkomsel Berikan Paket Biaya Khusus dan Bebas Kuota Data Layanan CloudX

Kekurangan talenta keamanan siber masih menjadi perhatian utama: Di Indonesia, para pemimpin TI menilai kurangnya keterampilan keamanan siber serta staf TI/keamanan yang terlatih sebagai salah satu penyebab utama serangan siber (76%). 51% menyatakan bahwa organisasi paling membutuhkan tenaga keamanan siber tingkat senior, sementara 75% sepakat bahwa kekurangan talenta keamanan siber menciptakan tambahan risiko siber bagi organisasi mereka. Hal ini cukup mengejutkan karena 47% responden menyatakan bahwa anggota dewan direksi atau jajaran eksekutif (C-suite) di organisasinya pernah menerima sanksi, seperti denda, kehilangan pekerjaan, atau konsekuensi hukum setelah terjadi serangan siber.

Penggunaan AI oleh karyawan memunculkan tantangan keamanan siber baru yang belum sepenuhnya dipahami dewan direksi. Laporan ini juga menunjukkan bahwa implementasi AI di lingkungan perusahaan membawa risiko baru: Penggunaan AI oleh karyawan menciptakan risiko yang belum sepenuhnya dipahami. Lebih dari dua pertiga (68%) pemimpin organisasi di Indonesia meyakini bahwa anggota dewan direksi mereka telah “sepenuhnya memahami” potensi risiko yang muncul dari penggunaan AI.

Kesenjangan keterampilan baru berpotensi muncul: Seiring meningkatnya penerapan AI, hampir tiga perempat responden (73%) memperkirakan kebutuhan terhadap peran yang berfokus pada pengawasan dan tata kelola AI di dalam tim keamanan siber akan semakin meningkat dalam tiga tahun ke depan.

Meski masih terdapat kesenjangan investasi, investasi pada sertifikasi keamanan siber meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Temuan laporan menunjukkan bahwa kesediaan membiayai sertifikasi semakin tinggi: Hampir seluruh responden (93%) menyatakan bersedia membiayai sertifikasi keamanan siber bagi karyawannya, meningkat dibandingkan 76% pada laporan tahun 2025.

Program khusus untuk menemukan dan mengembangkan talenta: Untuk merekrut talenta dari kelompok yang selama ini kurang terwakili, seluruh organisasi yang disurvei (100%) memanfaatkan program magang, program apprenticeship, kemitraan, maupun program pengembangan lainnya. Selain itu, 88% organisasi memiliki target perekrutan formal bagi talenta dari kelompok tersebut.

BACA JUGA:  Fore Coffee & Paragon Sukses Ekspansi dengan AI Google Cloud

AI untuk Keamanan Siber Menciptakan Peluang Sekaligus Tantangan
Penerapan perangkat keamanan siber berbasis AI kini semakin luas karena para pengambil keputusan melihat potensinya dalam mendukung operasional tim keamanan siber. Hasil survei menunjukkan, penerapan solusi keamanan berbasis AI sangat tinggi: Hampir seluruh responden (98%) telah menggunakan atau sedang menguji solusi keamanan siber berbasis AI. Tetap sama seperti tahun lalu, sebanyak 50% responden menyatakan keraguan atau ketidakpastian terhadap penggunaan AI dalam keamanan siber.

AI membantu meningkatkan efektivitas tim TI dan keamanan siber: Sebanyak 90% responden menyatakan bahwa perangkat keamanan yang diperkuat AI membantu tim TI dan keamanan siber bekerja lebih efektif dan efisien. Hal ini menjadi semakin penting mengingat baik pihak pertahanan maupun pelaku kejahatan siber kini sama-sama memanfaatkan teknologi AI. Sebanyak 50% responden bahkan menyebut kemampuan menghadapi serangan siber berbasis AI sebagai salah satu perhatian utama mereka.

Perkembangan AI semakin memperlebar kesenjangan talenta keamanan siber. Di saat yang sama, berbagai upaya juga dilakukan untuk mengatasinya. Responden survei menyampaikan bahwa Investasi dalam pengembangan keterampilan terus meningkat: Sebanyak 82% responden menyatakan tantangan terbesar dalam proses rekrutmen adalah menemukan tenaga keamanan siber yang memiliki pengalaman khusus di bidang AI. Saat ini, 97% organisasi berencana berinvestasi pada pelatihan maupun sertifikasi keamanan siber terkait AI dalam 12 bulan mendatang.

Program peningkatan dan pengembangan keterampilan mulai diterapkan: Organisasi menyatakan membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi baru untuk mendukung implementasi AI, antara lain dalam pengembangan model AI (68%), pengawasan penggunaan perangkat AI (65%), dan otomatisasi keamanan (58%). 70% organisasi sedang mengembangkan program pelatihan internal atau reskilling untuk mendukung penerapan AI, sementara 70% lainnya memperoleh layanan pelatihan maupun reskilling dari penyedia solusi industri.

BACA JUGA:  Dukung Pasar Kerja, Jobstreet by SEEK Luncurkan Fitur Baru, SEEK Pass

Ketahanan Bisnis Membutuhkan Investasi untuk Menutup Kesenjangan Talenta Keamanan Siber

Investasi dari dewan direksi dan jajaran eksekutif terhadap pendekatan keamanan siber berlapis – yang memadukan aspek sumber daya manusia, proses, dan teknologi – menjadi faktor yang sangat penting. Organisasi perlu terus memanfaatkan kelompok talenta yang selama ini belum banyak tersentuh, sekaligus meningkatkan investasi pada pelatihan dan peningkatan kompetensi guna membangun serta mempertahankan keahlian yang dibutuhkan. Upaya tersebut memerlukan pendekatan yang terkoordinasi berdasarkan tiga pilar utama, yaitu meningkatkan kesadaran dan edukasi, memperluas akses terhadap pelatihan serta sertifikasi yang relevan, dan mengimplementasikan teknologi keamanan canggih.

Untuk membantu organisasi mengatasi tantangan akibat kesenjangan talenta keamanan siber, Fortinet Training Institute yang telah meraih berbagai penghargaan menyediakan salah satu program pelatihan keamanan siber terbesar dan terlengkap di industri. Program ini membuka akses terhadap pelatihan keamanan siber serta peluang karier baru bagi siapa pun, sekaligus menyediakan layanan Security Awareness Training bagi organisasi untuk membangun tenaga kerja yang memiliki kesadaran keamanan siber.

Sebagai bagian dari komitmen Fortinet dalam mengatasi tantangan yang terus berkembang ini, Fortinet menargetkan akan melatih 1 juta orang di seluruh dunia di bidang keamanan siber pada tahun ini, melanjutkan komitmen yang telah dimulai sejak tahun 2022.

Tags: 2026 Global Cybersecurity Skills Gap ReportAICyber SecurityFortinet
Previous Post

Perluas Portofolio Home Appliances, Acerpure Hadirkan Lini Air Conditioner Acerpure Chill di Indonesia

Next Post

Transformasi Hijau, TPK Banjarmasin dan TPK Bitung Raih Penghargaan Green and Smart Port 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Dan UNSRI Perkuat Riset Keamanan Siber dan Blockchain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perluas Portofolio Home Appliances, Acerpure Hadirkan Lini Air Conditioner Acerpure Chill di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal IPOT, Aplikasi Super untuk Investasi dari Indo Premier

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cloudera dan VAST Data Berkolaborasi Hadirkan Platform Data AI di Mana Saja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

Ahmad Churi
14 July 2026 | 23:20

ItWorks.id- Teknologi Agentic AI ERP diproyeksikan menjadi generasi baru sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang akan mendorong percepatan transformasi digital...

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto