ItWorks.id- Delegasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas) RI, melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kunjungan dilakukan dalam rangka menyerap data dan informasi atas layanan IPC TPK Tanjung Priok, sekaligus sebagai ajang koordinasi strategis untuk pengembangan Konektivitas Wilayah bagi peningkatan sistem logistik Wilayah Pembangunan Indonesia Barat, di DKI Jakarta.
Kelancaran arus logistik nasional tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur pelabuhan, tetapi juga kemampuan operator layanan terminal peti kemas, seperti IPC TPK . Terutama dalam menjaga produktivitas, mengelola kapasitas, dan memastikan arus barang bergerak efisien, baik dari laut hingga ke daratan atau sisi sebaliknya.
Bertempat di ruang kontrol terpadu Integrated Planning & Control, delegasi Bappenas mendapatkan gambaran mengenai kondisi aktual kegiatan bongkar muat, arus barang, produktivitas terminal, hingga pemanfaatan sistem digital dalam mengendalikan operasional. Bagi IPC TPK, penguatan efisiensi layanan di terminal merupakan bagian penting dari upaya menjaga rantai pasok nasional. Semakin lancar pergerakan peti kemas di pelabuhan, semakin besar pula kontribusinya terhadap kelancaran distribusi barang dan pengendalian biaya logistik.
Dalam peninjauan tersebut, tim Bappenas RI selain mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai arus barang, tingkat produktivitas terminal, hingga integrasi sistem digitalisasi kepelabuhanank, juga berkesempatan melakukan diskusi interaktif yang berfokus pada pemetaan simpul-simpul konektivitas antara simpul laut dan darat. Kemudian juga upaya optimalisasi kapasitas terminal, serta strategi untuk menurunkan biaya logistik nasional. Data dann informasi operasional yang disajikan real times (factual) menjadi bahan evaluasi penting bagi Bappenas dalam merumuskan pemetaan potensi pengembangan wilayah secara presis
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan delegasi Bappenas RI. Melalui digitalisasi dan pemantauan sistem secara real-time, IPC TPK terus berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional serta keandalan layanan bongkar muat,” ujar Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan saat menerima tim Bappenas di ruang Integrated Planning & Control IPC TPK yang dilansir dalam siaran pers (27/08/2026).
Menurut Daniel, kolaborasi antara pengelola terminal dan pembuat kebijakan menjadi penting karena perencanaan konektivitas dan infrastruktur nasional perlu bertumpu pada kondisi faktual di lapangan. Kunjungan lapangan ini menjadi wadah kolaborasi produktif antara pembuat kebijakan nasional dan pengelola terminal sebagai garda terdepan sistem logistik maritim.
Pemahaman mendalam atas kondisi faktual di terminal peti kemas DKI Jakarta diharapkan mampu memperkuat landasan penyusunan program prioritas pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi wilayah Indonesia Barat. Integrasi jaringan konektivitas yang solid dipandang sebagai kunci utama dalam mendorong daya saing produk nasional, efisiensi arus barang, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Indonesia.
“IPC TPK siap memberikan kontribusi aktif, data faktual, serta masukan konstruktif bagi Bappenas RI. Kami optimis hasil peninjauan dan koordinasi strategis ini dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat konektivitas maritim, mengoptimalkan nilai tambah wilayah Indonesia Barat, serta mewujudkan ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, andal, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Daniel.














