ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Digitalisasi Perbankan Melesat, Pengawasan Harus Makin Ketat

Ahmad Churi
6 October 2026 | 10:17
rubrik: Event
Ini Cadangan Devisa Indonesia Per Juni 2021
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id- Pesatnya digitalisasi perbankan dan kemunculan teknologi baru mendorong otoritas untuk memperkuat pengawasan agar inovasi tidak berkembang menjadi sumber risiko baru bagi stabilitas sistem keuangan. Pengawasan perbankan dituntut semakin ketat, adaptif, dan mampu mendeteksi potensi risiko sejak dini.

Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) Meeting dan 24th International Conference of Banking Supervisors (ICBS) yang berlangsung di Bali pada 28 September–1 Oktober lalu. Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu dihadiri sekitar 300 delegasi dari bank sentral, otoritas pengawas keuangan, organisasi internasional, dan industri dari lebih dari 60 negara.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, perubahan model bisnis dan kemajuan teknologi yang cepat membutuhkan pengawasan yang efektif, berorientasi ke depan, dan adaptif. Menurutnya, pengawas tidak cukup hanya memantau kondisi keuangan bank, tetapi juga harus memahami keterhubungan bank dalam ekosistem keuangan, perubahan model bisnis, serta perkembangan teknologi.

“Seiring digitalisasi dan teknologi baru terus mentransformasi perbankan, kita harus menjaga keseimbangan yang tepat antara inovasi dan ketahanan, dengan dukungan tata kelola yang baik dan pengawasan yang efektif,” ujar Destry dilansir Departemen Komunikasi BI dala siaran pers (5/10/2026), di Jakarta.

Menurut Destry, penguatan kerja sama antarotoritas dan lintas negara juga penting untuk meningkatkan kemampuan pengawas dalam mengantisipasi risiko dan melakukan mitigasi sebelum mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro menekankan pentingnya pendekatan strategic foresight dalam pengawasan perbankan. Pendekatan tersebut memungkinkan pengawas membaca lebih awal perubahan perilaku pelaku ekonomi, model bisnis, hingga persepsi pasar sehingga potensi kerentanan dapat diidentifikasi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

BACA JUGA:  Sasar Milenial, BRI Luncurkan Aplikasi BRImo

Digitalisasi perbankan sendiri membuka peluang besar bagi efisiensi dan inovasi layanan keuangan. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga memunculkan risiko baru, mulai dari serangan siber dan gangguan operasional, fraud dan scam, ketergantungan terhadap penyedia pihak ketiga, hingga risiko yang berkaitan dengan kecerdasan artifisial (AI), aset kripto, dan stablecoins.

Karena itu, penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi semakin penting. Pengawasan juga perlu ditopang sumber daya manusia yang kompeten, pemanfaatan teknologi dan informasi yang memadai, serta kemampuan pengawas dalam membaca risiko yang berkembang cepat.

Dalam forum BCBS, berbagai isu strategis turut dibahas, termasuk kerentanan sektor perbankan global, penguatan kerangka pengawasan, Global Systemically Important Banks (G-SIBs), implementasi standar prudensial global, perkembangan frontier AI, digitalisasi, aset kripto dan stablecoins, serta risiko likuiditas dan suku bunga.

Sementara ICBS mengangkat tema mengenai ketahanan pengawas dalam menghadapi perubahan struktural dan risiko baru serta masa depan pengawasan perbankan di tengah digitalisasi.

Ketua BCBS sekaligus Gubernur Sveriges Riksbank Erik Thedéen menegaskan, regulasi yang kuat harus diikuti pengawasan yang mampu mengenali risiko sejak dini, menyampaikan langkah perbaikan secara jelas, dan memastikan tindak lanjut tepat waktu.

Penyelenggaraan BCBS–ICBS 2026 di Indonesia sekaligus memperkuat komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga ketahanan sistem keuangan global. BI dan OJK akan terus memperkuat sinergi serta kerja sama internasional guna membangun pengawasan perbankan yang lebih antisipatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan risiko baru.

Tags: Digital Banking
Previous Post

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

Next Post

SKYY Network Uji Coba Pengiriman Makanan Pakai Drone di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

phe-andalkan-ai-dorong-transformasi-digital-bisnis

TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

Teguh Imam Suyudi
7 October 2026 | 10:00

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

Ahmad Churi
5 October 2026 | 22:48

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

Ahmad Churi
5 October 2026 | 21:13

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

Mi’roji
28 September 2026 | 15:49

TOP Digital Awards 2026: Telkomedika Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis AI dan Inovasi Digital

TOP Digital Awards 2026: Telkomedika Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis AI dan Inovasi Digital

Ahmad Churi
27 September 2026 | 16:48

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta -LinkAja Bermitra Permudah Transaksi Pembayaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung Perkenalkan Galaxy A02, Apa Bedanya dengan Galaxy A02s?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cegah Penyebaran Covid-19, Pembesut Lampu Philips Hadirkan Solusi Disinfeksi Berteknologi UV-C

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto