Jakarta, ItWorks- PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja resmi menjadi metode transaksi pembayaran digital pada moda transportasi Transjakarta. Hal ini dilakukan setelah moda transportasi Jakarta ini meluncurkan aplikasi Tije yang di antaranya bisa digunakan untuk pembelian tiket secara online.
Digitalisasi pembayaran transportasi menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan masyarakat pengguna dalam bertransaksi, terutama di tengah periode pandemi Covid-19 ini. Sebagai salah satu moda transportasi favorit warga Jakarta, Transjakarta juga merevolusi perangkat teknologi informasi digitalnya dengan menghadirkan aplikasi Tije. Melalui aplikasi ini, selain bisa melakukan pembelian tiket secara online, juga mengetahui informasi rute, halte, hingga posisi bus, serta berbagai layanan lainnya.
“Inovasi Transjakarta sebagai salah satu transportasi umum andalan warga Jakarta dalam melahirkan aplikasi Tije, ini selaras dengan komitmen kami dalam mendorong transaksi digital. Kami harap kerja sama strategis antara LinkAja dan Transjakarta dapat semakin mendorong kepercayaan dan kebiasaan masyarakat terhadap pembayaran digital, sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan harian seluruh kalangan masyarakat,” ujar Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja dalam siaran pers (07/09/2020), di Jakarta.
Sementara itu, Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transportasi Jakarta Achmad Izzul Waro mengatakan, kolaborasi ini selaras dengan upaya mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewujudkan City 4.0 dan urban regeneration yang berbasiskan digitalisasi sistem transaksi, serta teknologi tanpa sentuh untuk menekan penularan COVID-19.”
Kerja sama ini sekaligus mendorong ekosistem pembayaran nontunai, terutama di layanan Transjakarta sebagai salah satu transportasi publik terbesar di DKI Jakarta, serta andalan mobilitas warga yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk warganya.
LinkAja katanya, menjadi pembayaran melalui uang elektronik resmi yang pertama di Transjakarta, tentunya sinergi ini menjadi satu dari beberapa rencana Transjakarta untuk mempermudah dan memanjakan pelanggan menggunakan layanan kami dari sisi digital dan tentunya pengguna setia LinkAja, kenyamanan transportasi tanpa sentuh yang terjangkau sudah dalam genggaman, sehingga tidak perlu bingung jika tiba-tiba lupa bawa kartu.
Tiket QR besutan Transjakarta merupakan inovasi pertama di Indonesia, dimana kode QR tidak hanya digunakan sebatas membeli dan menggunakan, namun dapat melakukan transfer kepada siapa saja yang diinginkan, sehingga memberi manfaat lebih. “Dengan adanya kode QR ini, kami juga berharap agar pelanggan bisa lebih mandiri dan secara disiplin dapat menerapkan penggunaan satu tiket untuk satu orang, tanpa sentuhan,” tambahnya.
Selain pada aplikasi Tije, LinkAja juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran digital untuk top up di vending machine yang sudah tersedia di 200 halte Transjakarta. “Kami merevolusi kemampuan kami sebagai langkah awal integrasi pembayaran antar moda transportasi, menuju gerbang Program Jak Lingko Indonesia, artinya secara teknologi kita siap,” ujar Achmad.
Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja mengatakan, saat ini katanya, LinkAja telah memiliki lebih dari 57 juta pengguna terdaftar di seluruh Indonesia hadir sebagai uang elektronik nasional berbasis server pertama yang dapat digunakan pada Transjakarta melalui aplikasi Tije. Dengan keberadaan LinkAja sebagai sumber pembayaran untuk Transjakarta, LinkAja pun kini menjadi uang elektronik yang memiliki ekosistem transportasi paling lengkap yang dapat dinikmati oleh pengguna LinkAja maupun pengguna Layanan Syarah LinkAja. (AC)














