ItWorks.id – PT BPR Bank Wonogiri (Perseroda) terus memperkuat transformasi digital untuk memperluas akses layanan keuangan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pengembangan berbagai aplikasi digital, bank milik pemerintah daerah ini berupaya menghadirkan layanan perbankan yang lebih cepat, mudah, efisien, dan aman.
Komitmen tersebut dipaparkan Direktur Utama Bank Wonogiri, Suparmo SE, dalam wawancara penjurian TOP Digital Awards 2026 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting bersama Majalah ItWorks, Kamis (22/10/2026).
Dalam pemaparannya, Bank Wonogiri menempatkan digitalisasi sebagai bagian penting dari strategi bisnis untuk menjawab kebutuhan nasabah dan tantangan industri perbankan. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya menyasar pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga pembenahan proses kerja internal, pengelolaan arsip, serta penguatan keamanan informasi.
“Transformasi digital bagi Bank Wonogiri bukan sekadar menghadirkan aplikasi, melainkan bagaimana teknologi dapat memberikan kemudahan nyata bagi nasabah, mempercepat proses pelayanan, dan meningkatkan efisiensi operasional. Kami ingin layanan perbankan semakin mudah dijangkau masyarakat tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan keamanan,” ujar Suparmo.
Salah satu inovasi yang menjadi andalan adalah CrediGO, platform digital untuk pengajuan kredit, termasuk Kredit Umum dan Kredit Sumeh. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengajukan kredit secara daring sehingga akses pembiayaan tidak sepenuhnya bergantung pada kunjungan langsung ke kantor bank.
Melalui CrediGO, proses Kredit Sumeh yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari kerja ditargetkan dapat dipangkas hingga sekitar 30 menit. Digitalisasi ini juga membantu mempercepat penyediaan data untuk proses verifikasi, analisis, dan pengambilan keputusan kredit.
Pengembangan CrediGO menjadi bagian dari upaya Bank Wonogiri memperluas jangkauan pembiayaan tanpa harus membuka kantor cabang fisik baru. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus memperkuat penyaluran kredit kepada sektor produktif.
“Kecepatan layanan harus berjalan beriringan dengan kualitas analisis dan pengendalian risiko. Karena itu, digitalisasi pengajuan kredit kami arahkan untuk membuat proses lebih terukur, mempercepat verifikasi, dan mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data,” kata Suparmo.
Selain CrediGO, Bank Wonogiri mengembangkan SnapBank untuk mempermudah transaksi dan akses informasi melalui kanal digital signage atau kios. Layanan ini menyediakan fasilitas setor, tarik, dan pengecekan saldo bagi nasabah.
Bank Wonogiri juga menghadirkan JossWA atau WhatsApp Banking yang memungkinkan nasabah memperoleh informasi saldo, notifikasi transaksi, riwayat kredit, hingga rekening koran melalui WhatsApp. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mempermudah nasabah mengakses informasi perbankan tanpa harus selalu berkomunikasi langsung dengan petugas.
Sementara itu, untuk mendukung kegiatan internal, Bank Wonogiri mengembangkan MANTAP, aplikasi kearsipan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Aplikasi yang mulai diterapkan pada 2026 ini dirancang untuk membantu seluruh unit kerja mempercepat pencarian dokumen dan pengelolaan arsip digital.
Pemanfaatan AI pada MANTAP diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pegawai, mempermudah akses terhadap pengetahuan internal, serta mengurangi risiko kehilangan informasi. Penggunaan teknologi ini juga disertai pengendalian akses, perlindungan kerahasiaan data, dan validasi hasil pencarian oleh pengguna yang berwenang.
Di sisi keamanan, Bank Wonogiri memperkuat tata kelola teknologi informasi melalui pengendalian hak akses, pencatatan aktivitas transaksi, pemantauan sistem, pencadangan data, serta mekanisme penanganan insiden. Pada layanan SnapBank, pengamanan juga mencakup autentikasi menggunakan e-KTP dan kode OTP WhatsApp.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bank untuk menjaga kepercayaan nasabah di tengah meningkatnya pemanfaatan layanan digital. Pengembangan teknologi juga diarahkan agar selaras dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelindungan data pribadi, dan prinsip kehati-hatian perbankan.
Dari sisi bisnis, Bank Wonogiri melayani lebih dari 20.000 nasabah yang terdiri atas masyarakat umum, pelaku UMKM, dan sektor produktif di Kabupaten Wonogiri serta wilayah layanan sekitarnya. Digitalisasi diharapkan memperluas akses layanan, mengurangi penggunaan dokumen fisik, dan meningkatkan keterhubungan bank dengan nasabah.
Bank Wonogiri juga mencatat keberhasilan CrediGO dalam ajang Wonogiri Innovation Award (WIA), dengan meraih juara pertama selama empat periode berturut-turut. Inovasi tersebut turut menjadi rujukan bagi sejumlah BPR lain yang telah melakukan replikasi aplikasi.
Menurut Suparmo, pengembangan layanan digital harus tetap berorientasi pada manfaat bagi masyarakat dan keberlanjutan bisnis bank.
“Kami ingin teknologi menjadi sarana untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat daya saing Bank Wonogiri. Inovasi harus memberikan manfaat yang terukur, tetap aman, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Melalui penguatan CrediGO, SnapBank, JossWA, dan MANTAP, Bank Wonogiri menegaskan arah transformasi digital yang memadukan inovasi layanan, efisiensi operasional, keamanan informasi, dan tata kelola yang baik. Upaya ini menjadi bagian dari strategi bank untuk menghadirkan layanan perbankan daerah yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.














