ItWorks.id- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesian Shipping Agencies Association (ISAA) tahun ini terasa istimewa karena bersamaan dengan peringatan 1 dasa warsa atau 10 tahun berdirinya asosiasi ini. Mengusung spirit “Membangun Ketangguhan dan Inovasi Berkelanjutan untuk Keagenan Kapal yang Profesional di Indonesia”, pembahasan Rakernas yang diisi diskusi dan seminar menekankan pentingnya meningkatkan profesionalisme dan daya saing melalui inovasi, termasuk adopsi teknologi digital.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mendorong penguatan profesionalisme dan peningkatan kualitas pelayanan keagenan kapal di Indonesia. Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun industri keagenan kapal yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan di tengah dinamika sektor maritim nasional yang kian berkembang.
Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan yang dibacakan oleh Dir Lala Ditjen Hubla, Capt. Heru Susanto.MM dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Tahun 2026 di Royal Hotel-Bogor, (26/10/2026). Pesan tersebut selaras dengan tema Rakernas ISAA tahun ini “Membangun Ketangguhan dan Inovasi Berkelanjutan untuk Keagenan Kapal yang Profesional di Indonesia.”
Dalam sambutannya, Plt. Dirjen Perhubungan Laut mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas ISAA sebagai forum strategis bagi para pelaku usaha keagenan kapal untuk mengevaluasi perkembangan bisnis, membahas berbagai tantangan yang dihadapi, serta merumuskan langkah-langkah konkret guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan. “Forum nasional ini memiliki peran penting dalam mempertemukan para praktisi, pelaku usaha industri maritim, dan pemangku kepentingan terkait, untuk membahas arah pengembangan usaha keagenan kapal di Indonesia ke depan yang juga kian dinamis,” ungkapnya.
Ditambahkan, sebagai negara kepulauan, Indonesia bergantung pada transportasi laut untuk menjaga kelancaran distribusi barang, memperkuat konektivitas antar wilayah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
”Dalam hal ini usaha keagenan kapal berperan penting dalam mendukung kelancaran operasional kapal dan koordinasi pelayanan di pelabuhan. Sehingga membutuhkan profesionalisme, kompetensi, dan kualitas pelayanan yang konsisten. Evaluasi terhadap perkembangan usaha serta perumusan strategi penguatan industri menjadi bagian penting. Selain pemenuhan regulasi, pengembangan sistem informasi dan layanan berbasis digital juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan,” terangnya.
Karena itu, perusahaan keagenan kapal juga dituntut untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar mampu memanfaatkan sistem digital secara konsisten. Ketepatan pengisian data, kelengkapan dokumen, dan kedisiplinan dalam mengikuti tahapan layanan menjadi faktor penting agar digitalisasi benar-benar menghasilkan efisiensi operasional. Di sisi lain, integrasi proses dan keandalan sistem juga menjadi aspek yang perlu terus diperhatikan.
Komitmen Pelindo Dukung ISAA
Sementara itu, Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Prasetiadi yang mewakili Dirut Pelindo Achmad Muchtasyar, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pelindo berkomitmen menjaga kelancaran pergerakan kapal yang dilayani di pelabuhan yang dikelolanya tersebut.
“Dalam kaitan ini, peran ISAA juga sangat strategis dalam mendukung kelancaran pergerakan kapal. Karena itu, Pelindo berharap ISAA semakin profesional di tengah tantangan global di sektor kemaritiman yang kian berkembang dewasa ini,” ugkapnya.
Ditambahkan bahwa Pelindo juga berkomitmen lebih profesional menjalankan proses bisnisnya. “Dengan semangat kolaborasi, pihak yakin Pelindo dan ISAA dapat bersama menumbuhkan perekonomian nasional,” ujarnya.
Hal senada diungkapkanPenasihat ISAA, Juswandi Kristanto. Dalam kesempatan itu, ia bercerita tentang perjalanan ISAA selama 10 tahun terakhir (sejak 2017), yang mengalami berbagai dinamika dalam menjalankan roda organisasi hingga bisa berkembang seperti saat ini. “Alhamdulilah saat ini keberadaan ISAA sudah semakin eksis dan hadir di seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua dengan peran yang jaga makin bersar bagi kemajuan usaha ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum ISAA, Aris Hartoyo mengungkapkan, Rakernas ISAA 2026, selain untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antaranggota, juga sebagai wahana merumuskan langkah strategis dalam menghadapi tantangan industri maritim yang terus berkembang. Penguatan ketangguhan usaha dan inovasi berkelanjutan, juga menjadi bagian dari upaya membangun industri keagenan kapal yang makin profesional.
Dengan demikian, para pelaku usaha ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan serta mampu beradaptasi terhadap dinamika yang berkembang di industri pelayaran. Rakernas ISAA 2026 juga menjadi momentum bagi asosiasi untuk mengevaluasi capaian organisasi dan perkembangan organisasi, sekaligus menyatukan visi melalui konsolidasi dan koordinasi seluruh anggota dan mengupdate program kerja kedepan. Pihaknya juga optimistis dengan profesionalisme yang makin terjaga, ISAA bisa terus berperan dalam menjalankan kiprah bisnisnya.
Rakernas ISAA tahun ini diikuti perusahaan keagenan kapal anggota asosiasi yang berasal dari DPW dan DPC seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu juga dilakukan diskusi yang membahas tentang dinamika penerapan Inaportnet. Inaportnet merupakan Sistem Informasi Standar Pelayanan Kapal dan Barang melalui aplikasi digital berbasis internet. Inaportnet mengkolaborasikan standar pelayanan operasional kepelabuhanan untuk layanan kapal dan barang di pelabuhan secara yang terintegrasi secara digital (online).
Inaportnet merupakan sistem layanan elektronik yang mendukung integrasi proses pelayanan kapal dan kegiatan terkait di pelabuhan. Melalui digitalisasi, berbagai tahapan administrasi yang sebelumnya berpotensi membutuhkan proses manual dan koordinasi berulang dapat dilakukan secara elektronik sesuai dengan alur layanan dan kewenangan masing-masing instansi.
Bagi perusahaan keagenan kapal, keberadaan Inaportnet memiliki arti strategis. Agen kapal menjadi salah satu pihak yang berperan dalam mengurus kebutuhan administratif kapal selama berada di pelabuhan, mulai dari pengajuan dokumen hingga koordinasi pelayanan kedatangan dan keberangkatan kapal.
Dengan pemanfaatan sistem digital secara optimal, proses pengurusan dokumen diharapkan menjadi lebih tertib dan efisien. Pelaku usaha juga memiliki peluang untuk meningkatkan kepastian proses, memperbaiki koordinasi dengan pemangku kepentingan, serta mengurangi potensi keterlambatan akibat persoalan administrasi.















