Jakarta, Itech- Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II/2017 mengalami pertumbuhan 5,01% year on year (y on y) dibandingkan dengan kuartal II/2016. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Usaha bidang Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 10,88%.
Tercatat, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2017 mencapai Rp3.366,8 triliun, dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2. 472,8 triliun. Selama periode triwulan II 2017 terhadap triwulan II 2016. ekonomi tumbuh 5,01 % (y-on-y). “Masih di bawah ekspektasi, tapi pertumbuhan 5,01 % lumayan bagus, di tengah ekonomi global yang saat ini masih diliputi ketidakpastian dan harga komoditas yang belum sepenuhnya membaik,” ungkap Kepala BPS, Suhariyanto, dalam keterangan persnya (7/8), di Jakarta.
Disebutkan, dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 dipengaruhi oleh belanja pemerintah yang meningkat dibandingkan kuartal II 2016, di mana belanja pemerintah mencapai Rp493,29 triliun atau sebesar 23,71% dari target. Secara umum, dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 10,88%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 8,49%.
Terkait perkembangan sektor bidang Informasi dan Komunikasi, dari data BPS sebelumnya, tercatat industri TIK di Tanah Air dalam lima tahun terakhir (2011-2015) tumbuh 9,98% hingga 10,7%, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,79% sampai 6,56%. Tingginya pertumbuhan TIK di Indonesia juga tercermin pada besarnya alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) di sektor TIK yang setiap tahun terus naik. Misalnya berdasarkan Lembaga riset International Data Corporation (IDC), capex sektor TIK di Indonesia pada 2016 mencapai US$ 15,3 miliar (Rp 201,76 triliun), tumbuh 8,5% dari tahun lalu US$ 14,1 milliar (Rp 183,53 triliun).
Menkominfo, Rudiantara sebelumnya menyatakan, pemerintah telah mencanangkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di kawasan Asean dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah memaksimalkan potensi industri digital di Indonesia yang diperkirakan mencapai US$ 130 miliar pada 2020. Untuk mengejar target itu, menurut Rudiantara, pemerintah harus merampungkan peta jalan (roadmap) pengembangan industri perdagangan secara elektronik (e-commerce) di Tanah Air pada pertengahan 2018.
Pihaknya juga akan berupaya mendorong tumbuhnya para pelaku bisnis pebisnis rintisan (start-up) berbasis digital, termasuk untuk mendapatkan akses permodalan. Selain itu, akan mengimbanginya melalui deregulasi untuk mendorong terhadap bisnis e-commerce. Antara lain menyangkut peningkatan SDM, pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, keamanan cyber, logistik, serta infrastruktur komunikasi. Dalam hal ini seluruh wilayah Nusantara akan diperkuat untuk terhubungan jaringan internet seiring proyek pembangunan broadband serat optik (Palapa Ring). (Red-AC)













