Jakarta, Itech- PT Amartha Mikro Fintek (Amartha Fintek), penyedia jasa financial technology (fintech) peer-to-peer untuk usaha mikro yang telah terdaftar di OJK, mengadakan festival kompetisi film pendek dengan mengusung tema fintek dan pembiayaan usaha mikro dan kecil. Kompetisi ber hadiah total Rp350 juta ini, antara lain bertujuan mengedukasi dan menginspirasi masyarakat luas untuk ikut memberdayakan UKM melalui investasi berbasis fintech.
Setelah mendapat izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Amartha Mikro Fintek kian agresif melakukan penetrasi pasar. Amartha terdaftar dengan nomor registrasi S-2491/NB.111/2017 sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Kali ini Amartha berupaya mengajak kalangan milenial dalam berinvestasi sekaligus berkontribusi dalam pemberdayaan usaha mikor dan kecil dengan menggelar festival film pendek dengan tema utama “Untungnya Terhubung”.
“Melalui festival ini, kami ingin menjangkau kaum muda atau milenial untuk terhubung menyalurkan investasi mereka dengan para pelaku usaha kecil dan mikro dengan financial technology lending. Sebab potensi kaum milenial ini cukup besar, yang kesehariannya juga sudah sangat familiar dengan teknologi informasi. Mereka juga bisa menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan investasi keuangan berbasis fintek ini,” ungkap CEO dan Founder Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, dalam jumpa pers peluncuran “Festival Film Pendek” (8/8), di Kawasan SCBD Jakarta.
Kegiatan Festival Film pendek dipilih Amartha sebagai medium untuk sosialiasi dan edukasi untuk kaum milennial, karena dinilai dekat dengan kehidupan kaum muda masa kini. Diharapkan melalui film pendek tersebut, bisa menginspirasi banyak kalangan tentang investasi secara online sebagai alternatif investasi baru, selain investasi konvensional atau investasi lain seperti deposito dan reksadana.
“Saat ini kami telah membiayai sekitar 40.000 pelaku usaha mikro yang semuanya kaum ibu dengan kinerja yang cukup bagus dengan tingkat NPL (non performing loan) atau kredit macet nol persen. Potensinya masih sangat besar, karena itu untuk terus meninkatkan pembiayaan di sektor ini, Amartha masih terfokus untuk membangun kesadaran di kalangan masyarakat terkait cara investasi ini,” ujarnya.
Festival ini terbuka umum yang pendaftaran dibuka mulai 8 Agustus 2017 dan akan berakhir pada 9 Oktober 2017. Ada dua kategori, yaitu fiksi dan dokumenter. Tema khusus untuk film fiksi adalah “pinjam meminjam uang secara daring” dan untuk dokumenter adalah “pemberdayaan usaha kecil”.
Festival film pendek ini melibatkan dewan juri, di antaranya Nia Dinata, Garin Nugroho, dan Lucky Kuswandi. Dalam keempatan itu Nia menyatakan tertarik dalam kegiatan ini karena karena film bisa memberikan pesan dan edukasi yang efeketif. Termasuk bagi calon investor untuk mendukung kelompok ibu-ibu yang menjalankan usaha kecil.
“Saya ingin ada kejutan dari kegiatan ini, terutama dari milenial untuk membuat karya dengan riset mendalam untuk sebuah edukasi yang bias menginspirasi masyarakat banyak. Terutama terkait pembiayaan untuk UKM, bukan sekadar dalam statement, tetapi ada karakter dan tervisual dalam film,” ujar Nia Dinata.
Dari semua film yang masuk, dewan juri akan memilih masing-masing 20 film sebagai finalis dari tiap kategori. Para finalis lantas akan mendapat materi bimbingan dari para juri terkait pendalaman topik ekonomi mikro dalam film pendek. Selanjutnya 40 film pendek ini akan ditayangkan di kanal YouTube Hello Amartha pada akhir penjurian dan disebarkan di media sosial. Dua tim dengan film terbaik, baik fiksi maupun dokumenter, akan mendapatkan hadiah Rp90 juta dan Rp60 juta. Sementara pos sebaran film yang mendapat angka ‘like’ terbanyak di laman Facebook Amartha akan mendapat anugerah film terfavorit dan hadiah Rp50 juta. (Red-AC)













