ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Jebakan Pengembangan AI, Ketika 89% Perusahaan Terpaksa Rancang Ulang Use Case AI di Tengah Lonjakan Biaya

Fauzi
4 November 2026 | 14:55
rubrik: Research
Jebakan Pengembangan AI, Ketika 89% Perusahaan Terpaksa Rancang Ulang Use Case AI di Tengah Lonjakan Biaya

Image: Cloudera

Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id – Cloudera merilis The State of Enterprise AI 2026: The New Rules of Scale, sebuah laporan global terbaru yang mengkaji bagaimana perusahaan menghadapi masalah kebutuhan akan efisiensi cost, kendali, dan fleksibilitas untuk mempertahankan penerapan AI dalam skala besar.

Berdasarkan survei yang ditunjuk oleh Cloudera dan dilakukan oleh Wakefield Research terhadap 1.500 pemimpin dan pengambil keputusan di bidang TI dari berbagai negara pada September 2026, laporan ini menemukan bahwa aturan penerapan AI di perusahaan sedang berubah seiring dengan kenaikan biaya, tuntutan tata kelola, dan persyaratan kedaulatan yang membentuk kembali bagaimana dan di mana organisasi menjalankan AI. Hampir sembilan dari sepuluh responden (89%) telah membatasi atau merancang ulang kasus penggunaan AI akibat peningkatan konsumsi token.

Sementara itu, 84% menyatakan bahwa persyaratan terkait lokasi penyimpanan data (data residency), kedaulatan data, atau yurisdiksi tertentu memengaruhi lokasi penerapan beban kerja AI. Hal ini menegaskan perlunya fleksibilitas dan kendali yang lebih besar seiring dengan upaya perusahaan memperluas penerapan AI.

Di Indonesia, terdapat momentum kuat meluasnya adopsi AI, dengan 88% perusahaan meningkatkan investasi AI mereka dari tahun ke tahun dan 70% mengalokasikan setidaknya US$500.000 setiap tahunnya. Namun, perusahaan di negeri ini menghadapi hambatan operasional yang signifikan, yang terutama didorong oleh governance dan compliance (65%), kekurangan keterampilan (55%), tantangan integrasi data (45%), serta mandat data sovereignty (45%).

Akibatnya, 88% organisasi di Indonesia melaporkan bahwa persyaratan data residency dan yurisdiksi data memengaruhi penempatan workload AI, dengan 53% mengadopsi arsitektur multi-environment secara khusus untuk melindungi sovereignty, menjaga resilience (45%), serta mengoptimalkan biaya infrastruktur dan inference (45%).

Temuan utama laporan ini meliputi:

BACA JUGA:  PERURI Siap Jadi Mitra Strategis Digitalisasi Bank Daerah

● AI dalam lingkungan produksi memerlukan penyesuaian: 98% responden pernah mengurangi atau menghentikan penerapan AI akibat kegagalan, halusinasi, atau perilaku yang tidak terduga.
● Tata kelola membatasi perluasan skala: 75% menyebut tata kelola dan kepatuhan sebagai kendala dalam memperluas penerapan AI, sementara 55% melaporkan bahwa biaya tata kelola dan kepatuhan meningkat lebih cepat dari perkiraan.
● Biaya AI membentuk ulang strategi: 45% telah memindahkan beban kerja AI sebagai respons terhadap biaya yang lebih tinggi atau lebih fluktuatif.
● Kedaulatan memengaruhi penempatan beban kerja: 84% menyatakan bahwa persyaratan lokasi penyimpanan atau kedaulatan data memengaruhi lokasi AI dijalankan, dan 58% menyebutkan bahwa pemindahan beban kerja memerlukan perancangan ulang dalam tingkat sedang hingga besar.

“Skala mengungkapkan realitas baru bagi AI di perusahaan: apa yang berfungsi saat ini mungkin tidak lagi masuk akal secara ekonomi atau operasional di masa mendatang,” ujar Brian Martin, CTO Applied AI di Cloudera. “Biaya berubah, model berkembang, regulasi bergeser, dan lokasi yang tepat untuk menjalankan suatu beban kerja pun berubah seiring dengan itu. Para pemimpin membutuhkan strategi AI yang dirancang untuk menghadapi realitas tersebut, yaitu strategi yang memberi mereka kebebasan untuk beradaptasi tanpa kehilangan kendali atas data, tata kelola, atau pengeluaran mereka.”

“Perusahaan-perusahaan di Indonesia sedang mempercepat investasi AI dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, namun kompleksitas governance, kesenjangan keterampilan teknis, dan fluktuasi biaya inference tetap menjadi kendala utama dalam operasional mereka,” ujar Sherlie Karnidta, Country Manager Cloudera Indonesia. “Dengan menawarkan pendekatan hybrid untuk mengelola data perusahaan, Cloudera memungkinkan organisasi lokal untuk menjalankan workload AI di tempat data tersebut berada—baik secara on-premises, di sovereign cloud, maupun di seluruh lingkungan multi-cloud. Pendekatan ini juga untuk memastikan kepatuhan terhadap mandat data residency Indonesia, sekaligus memberikan agility yang diperlukan untuk mengubah biaya untuk AI menjadi ROI bisnis yang berkelanjutan.”

BACA JUGA:  Riset Ini Ungkap Peran dan Posisi Influencer Jelang 2025

Temuan tersebut juga mengungkapkan meningkatnya perhatian terhadap fondasi yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan AI dalam jangka panjang. Jika diberi kesempatan untuk memulai kembali perjalanan penerapan AI mereka, 49% responden menyatakan akan memperkuat tata kelola sejak awal, 46% akan berinvestasi lebih awal pada kualitas data, dan 45% akan memodernisasi infrastruktur lebih cepat. Sebanyak 45% lainnya akan berinvestasi lebih besar dalam pelatihan karyawan.

Kebutuhan untuk beradaptasi ini menjadikan fleksibilitas di berbagai lingkungan semakin penting. Organisasi menyebut ketahanan (42%), persyaratan kedaulatan dan lokasi penyimpanan data (38%), pengurangan biaya (38%), serta kedekatan dengan data (37%) sebagai beberapa alasan utama untuk menjalankan beban kerja AI di berbagai lingkungan.

Cloudera memungkinkan organisasi menghadirkan AI ke data mereka, di mana pun data tersebut berada, sembari mempertahankan tata kelola dan kendali yang konsisten di berbagai lingkungan. Dengan menghadirkan sumber daya komputasi ke data yang telah berada dalam kerangka tata kelola, alih-alih mengharuskan perusahaan memindahkan data ke AI, organisasi dapat memilih lokasi untuk menjalankan beban kerja berdasarkan perubahan biaya, kinerja, kedaulatan, dan kebutuhan bisnis, sekaligus mempertahankan kendali di seluruh siklus hidup AI.

Tags: AIClouderaGenerative AI
Previous Post

Indonesia Hadapi 40 Juta Ancaman di 2025, Kesenjangan Keterampilan Siber Jadi Sorotan

Next Post

TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

Albarsah
5 November 2026 | 16:16

TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

Mi’roji
4 November 2026 | 15:41

TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

Agus Haryanto
4 November 2026 | 12:32

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

Albarsah
2 November 2026 | 13:28

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

Fauzi
30 October 2026 | 22:28

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Roadmap 5G Smartfren di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Hadapi 40 Juta Ancaman di 2025, Kesenjangan Keterampilan Siber Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Fauzi
5 November 2026 | 14:38

ItWorks.id - Lenovo mengumumkan penunjukan Amar Babu sebagai Mobile Business Group General Manager and Motorola Global President, efektif mulai 1...

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto