ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Indonesia Hadapi 40 Juta Ancaman di 2025, Kesenjangan Keterampilan Siber Jadi Sorotan

Fauzi
4 November 2026 | 14:23
rubrik: Digital
Kaspersky-Kidzania India Luncurkan ‘Pusat Investigasi Siber’

Image: Kaspersky

Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id – Saat talenta siber di kawasan Asia-Pasifik termasuk di Indonesia terus berkembang, kesenjangan keterampilan yang signifikan masih menjadi penghambat. Data dari Kaspersky mengungkapkan bahwa meskipun investasi dalam talenta keamanan siber terus meningkat, kekurangan yang krusial dalam kompetensi teknis dan analitis inti masih tetap ada.

Data Kaspersky menunjukkan bahwa kekurangan keterampilan teknis (hard skills) terbesar terjadi pada bidang pemrograman sistem (62%), pengetahuan kerangka kerja/framework (61%), dan teknologi jaringan (46%). Sementara itu, kesenjangan dalam keterampilan non-teknis (soft skills) terutama mencakup kemampuan berpikir analitis (48%), pemecahan masalah (43%), dan kerja sama tim (41%).

Pada saat yang sama, 25 persen responden di Asia-Pasifik menyatakan bahwa pendidikan formal mereka hanya sedikit atau bahkan tidak sama sekali berguna dalam pekerjaan sehari-hari sebagai profesional keamanan siber/keamanan informasi. Selain itu, hampir separuh profesional keamanan siber di kawasan ini (48%) mengakui pernah melakukan kesalahan di awal karier mereka akibat kurangnya pengetahuan. Kesalahan yang paling sering terjadi meliputi pengabaian pencadangan data (43%), penggunaan langkah-langkah keamanan yang sudah usang (43%), serta kegagalan dalam menerapkan perlindungan identitas (36%).

Khususnya untuk tahun 2025 di Indonesia saja, Kaspersky mendeteksi hampir 40 juta upaya ancaman pada perangkat (on device threats) di dalam negeri. Secara umum selama periode Januari – Desember 2025, Kaspersky mendeteksi 39.718.903 insiden lokal pada komputer partisipan KSN di Indonesia. Ini setara dengan lebih dari 108.000 insiden per hari yang berasal dari perangkat yang dapat dilepas (removable device). Menekankan bahwa kebiasaan digital dari manusia masih menjadi titik awal kerentanan.

Untuk itu Kaspersky menghadirkan ‘Kaspersky Cyber Pathways’, platform yang menawarkan wawasan komprehensif mengenai peran, keterampilan, dan perangkat penting dalam keamanan siber, guna memberdayakan para profesional untuk merancang jenjang karier mereka dengan penuh keyakinan. Dengan fitur tes panduan interaktif dan rekomendasi pembelajaran yang dipersonalisasi, sumber daya ini membantu pengguna menemukan peran keamanan siber yang paling sesuai bagi mereka. Platform ini bermanfaat baik bagi pendatang baru di bidang keamanan siber, praktisi TI umum, pakar berpengalaman, maupun organisasi perusahaan.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2023: Pemkab Kutai Timur Alokasikan Anggaran Besar Untuk Akselerasi Transformasi Digital

“Kawasan ini membutuhkan para profesional yang mampu memadukan kedalaman teknis dengan kemampuan analitis dan pemecahan masalah yang kuat. Hal ini memerlukan panduan yang terstruktur dan praktis, bukan sekadar pengalaman kerja di lapangan,” ujar Adrian Hia, Managing Director untuk Asia-Pasifik di Kaspersky. “Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengatasi masalah ini, dan sumber daya seperti ‘Cyber Pathways’ dari Kaspersky merupakan langkah ke arah yang tepat. Platform ini memberikan peta yang lebih jelas bagi para profesional mengenai posisi mereka saat ini dan arah pengembangan karier yang perlu ditempuh.”

Bidang-bidang utama keamanan siber: Eksplorasi dunia keamanan siber dapat dilakukan melalui ‘Kaspersky Cyber Heroes’, yang masing-masing merepresentasikan bidang krusial dalam keamanan siber: intelijen ancaman, analisis malware, operasi keamanan, penilaian keamanan, keamanan jaringan, serta penelitian keamanan informasi. Karakter-karakter ini dirancang untuk membantu para profesional memahami karakteristik unik dari setiap peran serta mengidentifikasi kompetensi utama yang diperlukan untuk meraih kesuksesan di bidang tersebut.

Tes panduan karier: Proyek ini juga mencakup tes panduan karier interaktif yang menarik, yang memungkinkan para profesional untuk menilai tingkat keahlian mereka saat ini serta mengidentifikasi peran di bidang keamanan siber yang paling sesuai dengan kekuatan dan aspirasi mereka. Platform ini menawarkan tiga pilihan tes yang disesuaikan dengan berbagai tingkat keahlian: untuk pemula di bidang keamanan siber, untuk profesional tingkat lanjut, dan untuk organisasi.

Jalur edukasi yang disesuaikan
Berbekal pengalaman selama hampir tiga dekade yang tak tertandingi serta data historis yang luas, Kaspersky telah mengembangkan keahlian unik yang tidak hanya memberikan perlindungan terhadap ancaman siber paling berbahaya dan menjamin kualitas produk kelas atas, tetapi juga memberdayakan para profesional keamanan siber di seluruh dunia untuk meningkatkan pengetahuan mereka dan tetap selangkah lebih maju dari para penjahat siber.

BACA JUGA:  Biznet Bangun AI-Ready Data Center Pertamanya di Bali

Berdasarkan keahlian tersebut, rekomendasi edukasi yang disediakan di platform ini memadukan program-program yang sangat praktis dan bersifat langsung (hands-on) dari Kaspersky Cybersecurity Training dan Kaspersky Academy. Dirancang untuk membekali para profesional dengan keterampilan krusial yang diperlukan guna melawan ancaman canggih, inisiatif ini memastikan keterampilan mereka tetap tajam, mutakhir, dan siap menghadapi tantangan apa pun. Selain itu, rekomendasi ini mencakup sumber daya berharga bagi organisasi perusahaan, termasuk perangkat daring dari Kaspersky Security Awareness yang mendorong perilaku sadar keamanan siber di dalam tim serta menumbuhkan budaya keamanan yang tangguh.

Bagi organisasi di kawasan Asia Pasifik hal ini sangat tepat waktu. Sebuah survei global terbaru dari Kaspersky menemukan bahwa 81% organisasi di Asia Pasifik telah meningkatkan anggaran keamanan TI mereka, dengan Vietnam (94%), Indonesia (87%), Malaysia (83%), dan India (83%) memimpin di kawasan tersebut. Jalur pelatihan yang terstruktur dan praktis—seperti yang ditawarkan melalui ‘Cyber Pathways’—secara langsung menjawab kerentanan keterampilan yang masih menjadi risiko internal terbesar di kawasan ini.

Seiring dengan terus berlanjutnya investasi organisasi dalam keamanan siber, penguatan keterampilan yang diperlukan agar investasi tersebut efektif menjadi sama pentingnya. Hal ini menjadikan pelatihan yang praktis dan mudah diakses sebagai bagian esensial dalam membangun ketahanan siber jangka panjang di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Tags: AIGenerative AIKaspersky
Previous Post

Lewat Kelas Kr3asi, Tri dan Adobe Express Ajak Pelajar Bikin Konten Naik Level

Next Post

Jebakan Pengembangan AI, Ketika 89% Perusahaan Terpaksa Rancang Ulang Use Case AI di Tengah Lonjakan Biaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

Albarsah
5 November 2026 | 16:16

TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

Mi’roji
4 November 2026 | 15:41

TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

Agus Haryanto
4 November 2026 | 12:32

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

Albarsah
2 November 2026 | 13:28

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

Fauzi
30 October 2026 | 22:28

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Roadmap 5G Smartfren di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lewat Kelas Kr3asi, Tri dan Adobe Express Ajak Pelajar Bikin Konten Naik Level

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Hadapi 40 Juta Ancaman di 2025, Kesenjangan Keterampilan Siber Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Fauzi
5 November 2026 | 14:38

ItWorks.id - Lenovo mengumumkan penunjukan Amar Babu sebagai Mobile Business Group General Manager and Motorola Global President, efektif mulai 1...

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto