ItWorks.id- IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan kerja Managing Director Business 3 Danantara, Febriany Eddy, di fasilitas Integrated Planning & Control Room IPC TPK. Kunjungan yangn dilakukan 04 November 2026 tersebut, merupakan bagian dari upaya mendorong dan memastikan bahwa fasilitas dan kinerja operasional berjalan secara efektif, terintegrasi, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Upaya meningkatkan efektivitas dan standardisasi operasional bongkar muat di terminal peti kemas menjadi perhatian Danantara. Guna melihat kondisi lapangan, Managing Director Business 3 Danantara, Febriany Eddy, melakukan peninjauan langsung fasilitas Integrated Planning & Control Room IPC Terminal Petikemas (IPC TPK. Peninjauan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan operasional terminal berjalan efektif, terintegrasi, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan tersebut, IPC TPK memaparkan implementasi sistem perencanaan dan pengendalian operasional yang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan layanan terminal peti kemas.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menjelaskan bahwa Integrated Planning & Control Room merupakan pusat kendali yang mengintegrasikan seluruh aktivitas operasional terminal. Mulai dari perencanaan kegiatan bongkar muat, pemantauan pergerakan alat, hingga pengaturan sumber daya operasional dilakukan secara terpusat.
“Melalui Integrated Planning & Control Room, seluruh aktivitas operasional terminal dipantau dan dikoordinasikan secara terpusat. Hal ini menjadi bagian dari upaya kami dalam menjaga efektivitas, akurasi, dan produktivitas layanan,” ujar Daniel dalam rilis pers, di Jakarta, baru baru ini.
Keberadaan pusat kendali tersebut memiliki peran strategis dalam memastikan keselarasan antara perencanaan dan pelaksanaan kegiatan bongkar muat. Dengan dukungan sistem digitalisasi, IPC TPK dapat memantau aktivitas terminal secara menyeluruh, termasuk pergerakan peralatan bongkar muat, alokasi lapangan penumpukan, serta koordinasi tenaga kerja operasional.
Peninjauan juga mencakup alur pelayanan operasional dari hulu hingga hilir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai prosedur dan standar operasional yang berlaku.
Konsistensi dalam perencanaan, pengawasan, dan pengendalian menjadi faktor penting bagi produktivitas terminal. Selain mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, sistem tersebut juga diarahkan untuk menekan waktu sandar kapal (port stay) dan waktu inap peti kemas (cargo stay).
Bagi industri kepelabuhanan, efisiensi kedua indikator tersebut memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan kelancaran arus barang dan efektivitas rantai logistik. Semakin baik pengendalian operasional terminal, semakin besar peluang peningkatan produktivitas dan keandalan layanan.
Daniel menegaskan, IPC TPK terus memperkuat sistem perencanaan dan pengendalian berbasis digitalisasi untuk memastikan seluruh proses operasional berlangsung secara terukur dan efisien.”Melalui penguatan sistem perencanaan dan pengendalian yang didukung digitalisasi, IPC TPK terus berupaya memastikan setiap proses operasional berjalan semakin terukur, efisien, dan andal. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta menjaga standar kinerja operasional terminal peti kemas guna mendukung kelancaran rantai logistik nasional,” pungkasnya .














