
Makassar, Itech -Ristekdikti dalam menghadapi era persaingan global, senantiasa memperbaiki mutu perguruan tinggi (PT) sebagai wadah pencetak SDM unggul Indonesia. Dengan semakin meningkatnya mutu PT di Indonesia diharapkan dapat menghasilkan SDM yang berdaya saing tinggi, kreatif,inovatif dan mampu berkompetisi dengan SDM dari negara lain.
Berbagai program dan kebijakan berkelanjutan yang dirancang secara sistematis telah diterapkan oleh Kemenristekdikti untuk meningkatkan mutu PT di Indonesia. Salah satunya adalah melalui workshop internasional dengan tema: “Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal Berbasis Outcomes”, yang berlangsung di Makassar, 7-8 Agustus dan merupakan rangkaian acara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 22 di Makassar.
Menristekdikti Mohammad Nasir mendukung penuh kementerian dalam upaya peningkatan mutu PT, khususnya untuk mendapatkan pengakuan atau akreditasi internasional. Menristekdikti menekankan pentingnya PT Indonesia memperoleh pengakuan internasional, agar kualitas lulusannya juga diakui secara global.
Lebih lanjut dikatakan Nasir, bahwa masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah yang harus dilakukan Kemenristekdikti dalam meningkatkan mutu PT di Indonesia. “ Merujuk data BAN-PT 2017, dari 4.530 perguruan tinggi di Indonesia, mayoritas 65% masih terakreditasi C, sisanya terakreditasi B 31%, dan A hanya 4%. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas PT untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas pun mengalami disparitas. Ini telah menjadi perhatian kita dan upaya sistematis telah dijalankan untuk memperbaikinya,” ujarnya.
Diharapkan, tahun 2017 ini semakin banyak PT yang terakreditasi A. Tahun 2015 lalu tercatat hanya 21 PT yang terakreditasi A, kini telah mencapai 54 PT. Hal ini menunjukkan keberhasilan Kementerian dalam upayanya meningkatkan mutu PT Indonesia. Yang cukup menggembirakan, terdapat 8 PT di Indonesia yang program studinya telah terakreditasi Internasional dari Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan lain lain.
Selain itu, bila mengacu kepada ranking PT internasional versi QS, tahun 2017 ini kita mempunyai 3 PT yang masuk 500 besar dunia (pada tahun 2016 hanya 2 PT). Universitas Indonesia di peringkat 277 naik 48 peringkat dari tahun sebelumnya di 325. Institut Teknologi Bandung di peringkat 331 dan Universitas Gadjah Mada naik 99 peringkat menjadi peringkat 402.
Sementara itu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad, mengatakan dalm upaya meningkatkan mutu PT bukan hanya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah saja. “Semua pihak harus bekerja keras. PT dan para pendidik juga harus berperan aktif dalam peningkatan mutu berstandar internasional”, ujarnya.
Paradigma penting dalam akreditasi internasional adalah menjadikan capaian pembelajaran (outcomes), asesmen dan evaluasi pencapaiannya sebagai basis penjaminan mutu perencanaan strategi akademik. Diperlukan upaya peningkatan mutu pelaksanaan pendidikan, mulai dari penentuan profil lulusan, perancangan kurikulum, evaluasi, dan tindakan perbaikan berkelanjutan berstandar internasional. (**/dju)













