Jakarta, Itech- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap melakukan kegiatan survei kelautan dalam program Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan. Survei dilakukan untuk mengetahui cadangan ikan nasional di zona tersebut wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 711 Selat Karimata dan Laut Natuna.
“Kegiatan ini bertujuan pertama adalah, untuk mengestimasi berapa banyak ikan yang ada di laut serta ragam jenisnyanya. Kedua, sebagai alat ukur estimasi berapa banyak ikan yang boleh diambil agar kelestarian sumber daya ikan tetap terjaga dengan optimal, atau sebagai odyssey to prosperity atau jalan bagi seluruh masyarakat menuju kemakmuran,” kata Kepala Balai Riset Perikanan Laut (BRPL) Dr Fayakun Saputra di Jakarta, Kamis (2/11).
Adapun Program Kajian Nasional (PKSN) KKP, dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya BPPT ini akan melakukan kajian guna peningkatan akurasi potensi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan secara revolusioner di Indonesia. Kajian ini juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan ikan dan mencegah aktivitas penangkapan ikan berlebih (over fishing), serta melakukan penghitungan stok ikan untuk mendapatkan angka estimasi jumlah dan jenis ikan yang ada di laut.
Kegiatan survei akan dilaksanakan selama 23 hari mulai 2 hingga 25 November 2017 ini dilakukan dengan menggunakan armada riset dalam negeri yakni, Kapal Riset Baruna Jaya IV BPPT, yang dilengkapi dengan peralatan survei mumpuni. Baruna Jaya IV BPPT ini akan bertolak dari Pelabuhan Muara Baru, Jakarta,” ujarnya.
Direncanakan kegiatan ini akan dibagi dalam dua leg yakni, leg pertama selama 10 hari, kemudian sandar di Batam dua hari, dilanjutkan dengan leg kedua selama 11 hari. Peralatan yang digunakan antara lain bottom trawl, fish finder EK 500 dan plankton net. Personel dalam kegiatan ini melibatkan sejumlah peneliti, perekayasa, teknisi dan kru kapal serta darri Balai Teksurla BPPT, serta dari Balai Penelitian Perikanan Laut KKP. (red/ju)














