Jakarta, Itech – Grab resmi mengakuisi wilayah operasional Uber di Asia Tenggara dan meleburkan berbagai bisnis dan mitra Uber ke dalam binis Grab.
Nadiem Makarim (Pendiri dan CEO Go-Jek) mengatakan proses akuisisi Uber oleh Grab merupakan kesempatan bisnis yang lebih baik bagi Go-Jek karena saat ini perusahaan transportasi online saling bersaing memberikan diskon dan promosi kepada penggunanya sehingga menurunkan margin keuntungan dan meningkatkan tekanan bagi para pemainnya untuk melakukan konsolidasi.
“Dengan lebih sedikit pemain, berarti jalur untuk melanjutkan dan memperdalam kepemimpinan pasar Go-Jek di Indonesia bisa lebih mulus,” kata Nadiem.
Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika) pun angkat bicara soal Grab yang baru saja mengakuisisi bisnis Uber di wilayah Asia Tenggara. Ia melihat aksi korporasi tersebut adalah hal yang wajar di lanskap industri teknologi.
“Itu mekanisme di pasar. Saya dukung-dukung saja biarpun bisnis yang demikian perlu skala ekonomi. Saya lihatnya positif saja (merger akuisisi Grab terhadap Uber),” katanya
Nantinya, Grab akan mengintegrasikan layanan pemesanan kendaraan dan pesan-antar makanan uber di kawasan Asia Tenggara ke platform milik Grab. Grab pun berambisi menjadi platform mobile online-to-offline (O2O) nomor satu di Asia Tenggara sekaligus menjadi pemain utama dalam bisnis layanan pesan-antar makanan.
Grab juga akan mengambil alih operasional dan aset Uber di Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Uber hanya akan memiliki 27,5 persen saham di Grab dan CEO Uber Dara Khosrowshahi akan bergabung dengan dewan direksi Grab.
Grab dan Uber akan bekerja sama untuk segera melakukan migrasi mitra pengemudi dan penumpang Uber. Hal itu juga berlaku untuk rekanan merchant termasuk rekanan pengantaran Uber Eats ke platform Grab. Aplikasi Uber sendiri akan tetap beroperasi selama dua minggu ke depan untuk memastikan stabilitas para mitra Uber.
“Penggabungan bisnis ini melahirkan pemimpin dalam platform dan efisiensi biaya di kawasan Asia Tenggara,” tutur Anthony Tan (CEO Grab).














