Jakarta, Itech – Perusahaan asuransi Allianz melalui divisi investasi digital Allianz X mengucurkan investasi senilai USD35 juta atau setara Rp481 miliar ke perusahaan layanan ride-sharing asal Indonesia, Go-Jek.
“Go-Jek telah menunjukkan rekam jejak kesuksesan lewat sektor transportasi, logistik, dan pembayaran. Kami ingin terus mendukung pertumbuhan mereka,” kata Nazim Cetin, (CEO Allianz X) seperti dikutip TechCrunch.
Allianz bergabung dengan para investor ini yang menyuntik dana segarnya ke Go-Jek setelah Google, Astra International, dan Blibli sekaligus menjadi menjadi investasi pertama Allianz di kawasan Asia Tenggara dan Allianz menjadi satu-satunya pemegang saham asuransi internasional di Go-Jek.
“Strategi investasi Allianz X di Go-Jek menggarisbawahi agenda pembaruan Allianz Group sekaligus komitmen kami pada bisnis digital yang tengah berkembang terutama di pasar berkembang,” katanya.
Senada dengan Cetin, Joos Louwerier (President Director of Allianz Life Indonesia) alasan Allianz X untuk berinvestasi di Go-Jek adalah perjanjian arah strategis Allianz Group untuk mendukung startup digital.
“Go-Jek adalah unicorn digital Indonesia sesungguhnya dan melalui investasi ini, Allianz dan Go-Jek akan memperkuat hubungan dan kolaborasi lebih lanjut,” ucapnya.
Sebenarnya, Go-Jek dan Allianz sudah menjalin hubungan kerja sama yang erat sejak dua tahun lalu, mengingat Allianz Indonesia memberikan dukungan asuransi kesehatan untuk para mitra pengemudi Go-Jek dan keluarganya.
Kucuran dana itu dapat membantu Go-Jek melakukan ekspansi layanannya ke luar Indonesia, menyusul Grab baru saja mengakuisisi wilayah operasional Uber di Asia Tenggara.
Investasi itu membuat nilai valuasi Go-Jek melebihi USD4,5 miliar atau sekitar Rp61 triliun. Go-Jek juga memutuskan untuk berekspansi ke beberapa negara di Asia seperti Filipina, Thailand, Vietnam, sampai Singapura.
Indonesia akan menjadi negara utama pemicu pertumbuhan ride-hailing di Asia Tenggara, yang diprediksi akan memiliki kenaikan pendapatan dari USD5 miliar di tahun 2017 menjadi lebih dari USD20 miliar pada 2025.














