ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

CEO Go-Jek Nadiem Makarim: “kebohongan yang kita katakan kepada diri sendiri tentang kepemimpinan”

Teguh Imam Suyudi
2 July 2018 | 10:30
rubrik: Expert
Portal pra-pendaftaran untuk pengemudi Go-Jek di Singapura diluncurkan

CEO Go-Jek Nadiem Makarim (Go-Jek)

Share on FacebookShare on Twitter

Nadiem Makarim bukanlah orang yang menghindar dari kepemimpinan. Sebagai co-founder dan CEO Go-Jek – jawaban Indonesia untuk fenomena layanan pemesan kendaraan secara online – Nadiem yang kini berusia 33 tahun bertanggung jawab untuk bisnis yang mencakup di lima negara dan armada yang berkembang dengan lebih dari satu juta pengemudi.

Namun, perjalanan delapan tahun yang membawanya ke posisi itu tidak selalu mulus, dan itu mengajarinya pelajaran manajerial yang penting.

“Sebagai seorang pendiri, Anda merasa tahu apa yang benar, dan itu adalah naluri alami yang dimiliki,” kata Makarim kepada CNBC “Managing Asia.”

Tapi, menurutnya, itu bisa jadi kepercayaan diri yang menipu – dan itu hal yang berbahaya.

“Selalu merasa tahu apa yang benar adalah kebohongan yang kita katakan kepada diri sendiri sebagai pemimpin,” kata Makarim, yang mengatakan dia cepat belajar bahwa dia harus melonggarkan kepemimpinanya atau akan menghadapi konsekuensinya.

“Semakin tinggi Anda berada dan semakin besar perusahaan Anda, orang-orang juga menjadi enggan untuk mengatakan kepada Anda apa yang sebenarnya mereka pikirkan,” katanya.

“Bagian dari pembelajaran pribadi saya adalah memahami bahwa jika Anda tidak mengembangkan gaya kepemimpinan Anda sesuai dengan posisi perusahaan Anda saat ini, maka Anda akan membuat diri Anda tidak berguna dengan sangat cepat.”

Ini adalah nasib yang menimpa banyak pemimpin, termasuk CEO Uber, salah satu pesaing Go-Jek, yang mengundurkan diri di tengah gelombang kritik terhadap kepemimpinannya.

Makarim mengatakan sekarang dia secara aktif mendorong terjadinya diskusi kolaboratif dan menginginkan mereka yang paling dekat dengan  kegiatan bisnis sehari-hari untuk membantu pengambilan keputusan. Hal itu dilakukannya di bisnis ojek sepeda motor Go-Jek – layanan andalannya – hingga ke bisnis lainnya, yang berkisar dari pengiriman makanan hingga pembiayaan dan layanan kecantikan.

BACA JUGA:  Meski Ditolak, Begini Cara Go-Jek Indonesia untuk Bisa Beroperasi di Filipina

“Memiliki banyak orang dengan berbagai cara yang sangat berbeda tentang bagaimana mencapai visi perusahaan itu sangat bermanfaat, sehingga mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang berani mengatakan “tidak” atau mengatakan ada cara yang berbeda menjadi sangat penting,” kata Makarim.

Keragaman pemikiran dan adanya ambisi juga penting untuk mendorong bisnis ke depan, jelas Makarim, yang mengatakan ia sekarang memiliki peran untuk menarik hal itu muncul dari para stafnya.

“Untuk melakukan itu, kadang-kadang Anda harus mendorong imajinasi dan usaha mereka terlebih dahulu dan kemudian pada akhir siklus itu mereka akan menyadari ‘Ya Tuhan, lihatlah apa yang saya capai, saya tidak pernah berpikir saya bisa mencapai itu,’ dan itu memberi mereka rasa percaya diri untuk kemudian melanjutkan dan mengembangkannya sendiri, “kata Makarim.

Pemberian  delegasi kepada anak buah semacam itu akan menjadi lebih penting ketika Go-Jek sedang melakukan ekspansi di seluruh Asia Tenggara.

Baca juga: Go-Jek Bersiap Incar Empat Negara ini di Asia Tenggara

Saat ini, platform Go-jek yang bernilai US$5 miliar hanya aktif di Indonesia, dengan kantor tambahan di Singapura dan Bangalore, India. Tapi Go-Jek mengumumkan bulan lalu bahwa layanannya akan diluncurkan di Vietnam dan Thailand mulai Agustus tahun ini sebagai bagian dari rencananya untuk bersaing dengan pemain seperti Grab dan pemain regional lainnya.

Kedua bisnis itu, yang akan beroperasi dengan nama Go-Viet dan Get, masing-masing, akan berjalan secara independen tetapi akan menerima dukungan dan bimbingan dari Go-Jek, serta mitra lokal.

“Kami membimbing mereka berdasarkan apa yang telah kami pelajari untuk menjadi sukses, dan apa yang telah kami pelajari yang tidak berhasil di Indonesia,” kata Makarim.

BACA JUGA:  Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

“Kami membimbing dengan sangat terbuka, tetapi harapannya adalah bahwa seiring waktu mereka akan dapat benar-benar membuat strategi pasar yang unik, baik dalam memilih produk mana yang akan diluncurkan, urutan cara peluncurannya, dan bagaimana mereka ingin melakukannya,” dia menambahkan.

Sumber: CNBC.com

Tags: Go-JekNadiem Makarim
Previous Post

Inilah 5 Smartphone Berkamera Ganda dengan Harga di Bawah Rp3 jutaan

Next Post

Pemilik ponsel Android sekarang dapat mengirim pesan teks dari browser web

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Perusahaan Terkemuka Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AFTECH-Jalin Dorong Industri Perkuat Pertahanan Sistem Pembayaran Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Terdampak Corona, Samsung Indonesia Pastikan Pasokan Galaxy Z Flip Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto