Jakarta, Itech – Qualcomm akan memecat 1.500 karyawan baik karyawan tetap dan kontrak untuk menghemat anggaran perusaan senilai USD 1 miliar dan memuaskan para investornya. Jumlah pemecatan karyawan itu cukup besar karena perusahaan sampai melayangkan pemberitahuan pada badan pengawasan tenaga kerja di bagian California.
“Kami menyimpulkan bahwa pengurangan tenaga kerja dapat mendukung perkembangan dan kesuksesan jangka panjang untuk menguntungkan semua stakeholder kami,” kata Qualcomm dalam pernyataan mereka.
Qualcomm terus meningkatkan efisiensi perusahaan termasuk memotong pengeluaran perusahaan senilai USD 1 miliar untuk meningkatkan pendapatan. Apalagi Broadcom Inc terus meningkatkan kemampuan teknologi dan menggenjot produk chipsetnya.
“Qualcomm sedang melakukan pengurangan tenaga kerja baik tenaga paruh waktu maupun yang bukan,” ujar sumber dalam yang tak ingin disebutkan namanya seperti dikutip Gadgets Now.
Bahkan, Broadcom Inc. akan mengakuisisi Qualcomm dengan memberikan dua kali penawaran walaupun Donald Trump (Presiden Amerika Serikat) langsung mengeluarkan executive order (keppres) yang melarang proses akuisisi Broadcomm tersebut karena membahayakan kepentingan kemananan nasional.
Penolakan itu menghentikan ambisi Hock Tan (CEO Broadcom) yang bermimpi membangun sebuah kerajaan pembesut chip. Padahal, upaya akuisisi ini sudah mendapat dukungan penuh dari sejumlah investor Qualcomm.
Pada 2015, Qualcomm juga telah memecat ribuan pegawai karena ada program restrukturisasi perusahaan. Saat ini jumlah pegawai Qualcomm sebanyak 34 ribu orang di seluruh dunia.














