Jakarta, Itech- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Coffey International Development PTY LTD sebagai managing contractor untuk Indonesia Australia Commercial Cattle Breeding Program (IACCB) ini, untuk melakukan pengkajian dampak pengembalaan intensif sapi secara rotasi di perkebunan sawit.
Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Dr Soni S Wirawan mengatakan, kesepahaman dengan IACCB Australia tersebut bertujuan untuk kegiatan penelitian mengenai dampak terhadap produktivitas perkebunan sawit, penyebaran penyakit Ganoderma dan kepadatan tanah menjadi isu yang muncul dan perlu dijawab dengan bukti ilmiah (scientific evidence) guna meyakinkan seluruh pemangku kepentingan bahwa sistem integrasi peternakan sapi dan perkebunan kelapa sawit menjanjikan
“Kerjasama ini untuk mengintegrasikan kegiatan penelitian tentang pengkajian integrasi pengembangbiakan sapi di area perkebunan sawit terhadap produktivitas sawit dan mengurangi dampak negatif penyebaran penyakit pada tanaman sawit,” kata Soni disela kesepahaman antara BPPT dengan IACCB di gedung BPPT Jakarta, (28/4). Kesepahaman kerjasama tersebut akan dilaksanakan selama satu tahun dengan sistem pendanaan dari dua pihak sebesar Rp500 juta.
Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Arief Arianto mengatakan, BPPT telah mengembangkan kegiatan inovasi teknologi integrasi peternakan sapi dengan perkebunan kelapa sawit sejak 2014, yang bertujuan mendukung ketersediaan daging nasional melalui peningkatan populasi sapi sehingga menekan impor sapi dan juga daging sapi nasional.
Apalagi, kata dia, areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia pada tahu 2012 mencapai 11 juta hektar. Areal tersebut sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sentra budidaya sapi. Perkebunan sawit berpotensi sebagai penyedia alternatif sumber pakan hijauan bagi ternak melalui pemanfaatan pelepah sawit, daun sawit dan hijauan di bawah pohon sawit. “Untuk pilot project kegiatan peternakan dengan inovasi integrasi sapi sawit dilakukan di wilayah Kalsel, Kalteng, Bengkulu dan Lampung,” tegasnya. (red/Ju)














