ITS Solar Car Racing Team sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia dalam ajang World Solar Challenge 2013, yang dihelat oleh Federasi Motorsport Australia bertolak menuju Australia, Jumat (27/9). Tim yang beranggotakan 18 orang mahasiswa dan satu dosen pembimbing ini siap berlaga untuk mengharumkan nama bangsa.
The World Solar Challenge adalah kompetisi dua tahunan untuk mobil balap bertenaga surya yang mencakup 3.021 km (1.877 mil) melalui pedalaman Australia, yakni dari Darwin ke Adelaide. Perlombaan diikuti oleh tim dari seluruh dunia, yang sebagian besar diterjunkan oleh universitas atau perusahaaan.
Perlombaan memiliki sejarah 20 tahun kompetisi, dengan acara perdana berlangsung pada tahun 1987. “Kali ini dari Indonesia hanya diwakili oleh tim ITS saja,” ungkap Siti Choirun Nisa, salah satu anggota tim Solar Car Racing Team dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi ITECHmagz.com, Jumat (27/9/2013).
Tim Solar Car Racing ini didampingi oleh Dr Ir M Nur Yuniarto, selaku dosen pembimbing. Anggota tim itu sendiri terdiri dari 18 mahasiswa antara lain Agus Mukhlisin, Grangsang, Sotyaramadhani, Agus Nurtriartono, M Tegar Wibisono, dan ada beberapa lagi lainnya.
Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk mempromosikan penelitian pada mobil bertenaga surya. Pada tahun 2005, ada 22 tim dari 11 negara masuk kategori lomba utama. Sementara di tahun 2013 ini, ITS harus bersaing dengan 42 tim dari 24 negara di Bridgestone World Solar Challenge. “Kita harus optimistis akan memenangkan perlombaan ini,” tandas Nisa, mahasiswa Teknik Mesin ITS ini.
Keseimbangan efisien sumber daya listrik dan konsumsi daya merupakan kunci keberhasilan selama perlombaan. Pada setiap saat dalam waktu kecepatan berkendara yang optimal tergantung pada cuaca (perkiraan) dan sisa kapasitas baterai.
Dikatakan, balapan dilakukan di malam hari, sehingga siangnya dilakukan untuk pengisian baterai dengan menggunkaan kekuatan matahari. Untuk menangkap sebanyak energi surya mungkin, panel surya diarahkan tegak lurus terhadap sinar matahari agar dapat menangkap sinar dengan maksimal.
Mulai 1 – 4 Oktober2013 nanti akan dimulai scrutineering, solusi sesuai regulasi status dan dinamis. Kemudian pada tanggal 5 Oktober, dilakukan kualifikasi awal perlombaan. Lalu lombanya sendiri akan dimulai pada 6 – 13 Oktober dengan perjalanan mulai dari Darwin menuju ke Adelaide. Tim ITS akan kembali ke tanah air pada 17 Oktober 2013. (ENDY)














