Jakarta, Itech- Dalam rangka meningkatkan sinergi kebijakan dan program dari solusi permasalahan dengan para pemangku kepentingan di bidang alat kesehatan, Badan Pegawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menggelar Konferensi Informasi Pengawasan (Korinwas) Ketenaganukliran Tahun 2018.
Mmelalui ajang Korinwas ini setiap pemangku kepentingan saling memaparkan mengenai kebijakan dan program, baik yang telah dilaksanakan maupun dalam perencanaan ke depan mengenai peningkatan standar dan kontrol kualitas alat kesehatan yang menggunakan radiasi pengion beserta kuantitas dan kompetensi tenaga kesehatan dan tenaga medis yang terlibat.
“Melalui program prioritas Penguatan Jaminan Perlindungan Keselamatan Pasien Radiologi, Bapeten melakukan pengawasan tenaga nuklir bidang kesehatan untuk melindungi pasien, petugas, dan masyarakat dari bahaya radiasi yang dapat ditimbulkan ,” ungkap Kepala Bapeten Jazi Eko Istiyanto di Jakarta, (9/5).
Lebih lanjut dikatakan, Iptek nuklir yang dimanfaatkan untuk alat-alat kesehatan tersebut antara lain digunakan untuk tujuan diagnosa, pemandu bedah, pemandu pengobatan, maupun untuk terapi. Alat kesehatan yang menggunakan nuklir sangat bermanfaat, namun apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan efek radiasi yang berbahaya bagi keselamatan pasien.
“Semua alat kesehatan harus memenuhi standar, dikontrol secara berkala, dan juga dioperasikan oleh tenaga kesehatan dan tenaga medis yang konpeten. Permasalahan yang ditemui adalah masih kurangnya pemeliharaan dan penegakan kontrol kualitas terhadap alat kesehatan, serta masih belum mencukupinya tenaga kesehatan dan tenaga medis yang kompeten,” ujarnya. (red-JU)














