ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Para raksasa teknologi Cina bertaruh di pasar e-commerce Indonesia

Teguh Imam Suyudi
15 May 2018 | 10:47
rubrik: Digital, Fintech
3 Tantangan Utama yang Dihadapi UMKM Saat Bergabug di Marketplace

Ilustrasi Marketplace di Tanah Air

Share on FacebookShare on Twitter

Di sebuah gudang di pinggiran ibukota Indonesia, supervisor di perusahaan e-commerce Lazada menggunakan sepeda atau skuter listrik untuk mengelilingi lantai seluas empat lapangan sepak bola, di mana hingga 3.000 staf melakukan pengepakan dan mengirim barang di sekitar sepanjang waktu. Gudang itu adalah salah satu dari lima gudang yang telah dibuka Lazada di seluruh Indonesia untuk memotong biaya dan memperluas jangkauannya di kepulauan yang 17.000 pulaunya bertaburan di suatu wilayah yang lebih besar dari Uni Eropa.

Perusahaan-perusahaan teknologi Cina, termasuk investor top seperti Lazada, Alibaba Group Holding, telah mengucurkan uang setidaknya senilai $6 miliar ke hampir setiap aspek e-commerce Indonesia.

Lazada menggunakan sistem manajemen persediaan Alibaba dan telah mengikat kerja sama dengan perusahaan “ride-hailing” atau transportasi dengan basis online,  yang sering menggunakan sepeda motor mereka untuk mengirim barang di negara dengan infrastrukturnya yang tertinggal dan kota-kotanya sering mengalami kemacetan lalu lintas.

Hasilnya bisa sangat besar. Diperkirakan pasar e-commerce di Indonesia akan tumbuh dari sekitar $7 miliar tahun lalu menjadi $63 miliar pada 2027, menurut Morgan Stanley.

“Indonesia, baik dalam hal pelanggan dan perilaku, merupakan tantangan yang sangat unik dan kami perlu beradaptasi,” kata Florian Holm, co-chief executive Lazada Indonesia, kepada Reuters.

Lazada dan Tokopedia, di mana Alibaba juga merupakan investor, mendominasi Indonesia dalam lalu lintas pelanggan, dengan lebih dari 117 juta kunjungan situs web setiap bulan, menurut data dari e-commerce aggregator iPrice.

Alibaba menggandakan investasinya di Lazada menjadi $ 4 miliar pada bulan April, menggarisbawahi ambisi globalnya untuk mengamankan bagian yang lebih besar dari pasar e-commerce.

Namun, antara investasi dan ganjarannya, ada kerumitan yang sangat besar.

BACA JUGA:  Gandeng LinkAja, Pemda Kota Kendari Wujudkan Digitalisasi Sistem Pembayaran

Bank Dunia telah mengatakan biaya logistik menelan sekitar seperempat produk domestik bruto Indonesia, dengan alasan kemacetan dalam rantai pasokan, waktu tinggal yang panjang di pelabuhan dan lamanya izin perdagangan.

Lazada telah membuka gudang di tempat-tempat seperti Balikpapan, di pantai Kalimantan, untuk menghindari pengangkutan segala sesuatu dari Jakarta. Holm mengatakan bahwa dalam beberapa kasus hal itu dapat mengurangi biaya pengiriman hingga 90 persen.

Tekanan kompetitif terus meningkat. Pelaku e-commerce ‘kelas berat’ asal Cina lainnya, JD.com, hadir di Indonesia pada tahun 2016. Dan Amazon raksasa AS, yang membuka gudang di Singapura tahun lalu, segera bersiap untuk masuk ke pasar Indonesia.

Pengaruh Cina

Penjualan e-commerce di Indonesia akan meningkat dari 3 persen aktivitas ritel sekarang menjadi 19 persen pada 2027, menurut perkiraan Morgan Stanley. Laporan yang sama mengatakan ada 159 juta smartphone di Indonesia pada akhir 2016, angka yang bisa meningkat menjadi 275 juta pada 2021.

Populasi muda Indonesia dan ruang untuk peningkatan transportasi dan komunikasi menambah prospek pertumbuhan, kata bank itu.

Itu telah menarik perusahaan Cina lainnya. Tencent Holdings, yang memiliki pemain e-commerce regional yaitu SEA,juga  telah masuk ke persaingan ini.

Tencent dan JD.com memiliki saham di perusahaan ‘ride hailing’ yatu Go-Jek di Indonesia, sementara JD.com telah berinvestasi di perusahaan perjalanan online Traveloka.

Namun Usman Akhtar, mitra di Bain & Co di Jakarta, mengatakan perusahaan Indonesia seperti Blibli, yang didukung oleh unit kelompok Djarum, tetap menjadi kekuatan.

“Saya tidak akan mengkarakterisasi Indonesia akan berubah menjadi replika pasar e-commerce China, setidaknya belum,” kata Akhtar, mengacu pada bagaimana JD.com dan Alibaba mendominasi di China.

BACA JUGA:  Alibaba Hadirkan DingTalk versi Lite

Kusumo Martanto, yang mengepalai Blibli, mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan memiliki tujuh gudang di Indonesia dengan tujuh gudang lagi yang sudah direncanakan untuk dibangun, dan ia mengatakan penting bagi perusahaan e-commerce lokal untuk bersaing dengan pemain China.

Pendiri Alibaba Jack Ma berada di komite pengarah pemerintah Indonesia untuk e-commerce, ia berperan memberi nasihat pada bidang-bidang seperti pajak, keamanan cyber dan sumber daya manusia.

Menteri komunikasi Indonesia, Rudiantara, mengatakan tidak ada konflik kepentingan dalam peran Ma, yang digambarkannya sebagai “guru” yang dapat membantu menjual potensi negara.

Tetapi beberapa kebijakan tampaknya telah menguntungkan Ma.

Indonesia, yang mencoba untuk mengatasi kekurangan bakat di sektor digital, memberikan sponsor kepada 20 siswa untuk belajar di tempat-tempat seperti Australia dan Amerika Serikat.

Sebaliknya, 10 siswa akan pergi ke India dan 10 ke China untuk belajar tahun ini “karena masa depan ekonomi digital di Cina dan India,” kata sang menteri.

Mewaspadai Amazon

Caterine, seorang ibu rumah tangga berusia 30 tahun yang tinggal di sebelah barat Jakarta, biasa berbelanja di toko-toko konvensional seminggu sekali, tetapi setelah bayinya lahir enam bulan yang lalu, ia telah berbelanja online dua hingga tiga kali seminggu untuk kenyamanan.

“Saya lebih suka belanja online karena cepat. Saya bisa klik dan klik dan barang akan tiba, ”katanya, menambahkan bahwa dia banyak menggunakan Shopee dan Tokopedia untuk barang-barang seperti popok dan pakaian.

Morgan Stanley mengatakan waktu pengiriman semua jenis barang di seluruh Indonesia turun menjadi sekitar 3 hari dari 10 hari, sementara pengiriman di kota-kota besar dapat memakan waktu 24 jam atau kurang.

Sementara waktu pengiriman di wilayah perkotaan telah sangat meningkat, karena bagian lain dari rantai pasokan e-commerce Indonesia masih tidak efisien, kata Willson Cuaca, co-founder East Ventures, penyedia dana investasi di sektor teknologi.

BACA JUGA:  Kemkomdigi dan SAP Jajaki Kolaboarasi Bangun Ekosistem AI Nasional yang Etis dan Berdaulat Data

“Untuk mengirim barang dari titik A ke B, perusahaan logistik membutuhkan setidaknya dua moda transportasi,” katanya, mengacu pada rumitnya operasi di banyak pulau.

Sebaliknya, Amazon lebih suka mengendalikan rantai pasokannya sendiri dari awal hingga akhir. Tetapi memasuki pasar seperti Indonesia dapat mengharuskannya untuk meninjau kembali strategi itu.

Amazon Singapura tidak menanggapi permintaan untuk komentar tentang apakah mereka memiliki rencana untuk masuk ke pasar Indonesia.

Sebagian besar fokus raksasa internasional AS itu telah mengembangkan bisnisnya di India, meskipun beberapa pihak melihat masuknya Amazon ke Singapura tahun lalu sebagai batu loncatan untuk ekspansi di wilayah tersebut.

“Pada saat ini, saya percaya itu mencoba untuk menguji pasar, dengan menjual produk melalui penjual pihak ketiga,” kata Daniel Tumiwa dari Asosiasi e-commerce Indonesia.

Zhang Li, yang mengepalai usaha patungan JD.com di Indonesia dengan Provident Capital JD.ID, tidak terlalu khawatir tentang persaingan dari orang-orang seperti Amazon.

“E-commerce adalah bisnis global dan tanpa batas, jadi kami harus mempersiapkan dan melakukan perbaikan berkelanjutan untuk membuat pelanggan kami senang,” kata Zhang.

Berita ini diambil dari Reuters.

Tags: AlibabaBlibliJD.comLazadaTraveloka
Previous Post

Apple Terbangkan Drone untuk Tingkatkan Keakuratan Peta Digital

Next Post

Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy Note 9

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX AI PC Day Back to School Campaign Sambangi UPH Lippo Karawaci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Cisco: Lebih dari 50% Serangan Siber di Indonesia Manfaatkan Teknologi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto