Jakarta,Itech- Bersamaan event Computex 2018 di Xin-Yi Eslite, Taipei,. Synology membuka Solution Exhibition dengan menampilkan rangkaian router Mesh Wi-Fi pertamanya, MR2200ac, berbarengan dengan Pembaruan Synology Router Manager (SRM) 1.2. Selain itu juga menampilkan solusi perlindungan data kelas enterprise Active Backup for Business, Virtual Machine Manager (VMM) Pro, serta pembaruan termutakhir Surveillance Station 8.2, dan DiskStation Manager (6.2).
“Melalui komunikasi dengan para pengguna, kami mengetahui kebutuhan mereka dan dengan cepat bisa merespon berbagai inovasi baru berkat tim pengembangan software kami. Di Synology Solution Exhibition ini, kami senang menerima masukan dari pengguna dan mitra untuk terus menghasilkan produk-produk yang memenuhi kebutuhan pengguna,” kata Derren Lu, CEO, Synology Inc dalam rilis (5/6), di Jakarta.
Router mesh Synology-MR2200ac, dilengkapi CPU Qualcomm IPQ4019 quad-core dan Wi-Fi tri-band, memungkinkan pengguna untuk memperluas cakupan Wi-Fi lewat penempatan yang fleksibel. Seluruh koneksi dan perangkat Wi-Fi bisa dikelola lewat satu platform, yaitu SRM. Selain itu, pengaturan pengelolaan jarak jauh bisa dilakukan lewat antarmuka web dan aplikasi mobile, yaitu DS Router. SRM 1.2 memiliki konfigurasi granular, seperti pembuatan profil pengguna, pengelolaan lalu lintas detil, filter web tingkat lanjut, dan fitur whitelist. Dengan integrasi database pihak ketiga, seperti Google Safe Browsing dan kecerdasan ancaman DNS/IP, pengguna rumahan dan admin TI bisa menikmati pengalaman pengelolaan jaringan yang canggih namun mudah.
Sedangkan solusi backup dan virtualisasi terpusat for Business dan Virtual Machine Manager (VMM), menyediakan perlindungan lengkap untuk berbagai beban kerja dari PC, server Windows dan Linux, serta virtual machine. Dukungan untuk teknologi Changed Block Tracking (CBT) hanya melakukan backup blok yang berubah, sementara deduplikasi global mendeteksi dan menghapus berkas ganda. Hal ini akan meningkatkan efisiensi backup dan mengurangi konsumsi penyimpanan yang tidak perlu.
VMM memungkinkan pengguna untuk menjalankan virtual machine dalam infrastruktur cluster hingga tujus NAS Synology. Dengan skalabilitas fleksibel dan alat migrasi live, VMM mengoptimalkan load balancing dan alokasi sumber daya. VMM Pro baru mendukung backup terjadwal dan replikasi virtual amchine ke NAS Synology lain, menjaga aset bisnis digital. Virtual machine dan server fisik bisa di-backup lewat Active Backup for Business dan dipulihkkan di VMM, memungkinkan pemulihan bencana Physical-to-Virtual (P2V) dan secara efektif meminimalkan RTO.
Adapun liveCam, sebuah aplikasi baru di Surveillance Station 8.2, bisa mengubah smartphone yang tidak digunakan menjadi sebuah kamera IP. Application Center yang diperbarui sekarang memiliki 26 aplikasi dan utilitas untuk membantu pengguna mengelola ekstensi dengan mudah.
Berbagai model NAS baru juga diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna, seperti DS1019+ yang menggunakan Intel® Celeron® J3455, DS619slim yang praktis, DS2419+, RackStation 2U RS1219+, dan flagship seri XS 1U Synology pertama RS1619xs+ (Red-AC)














