Departemen Keuangan AS sedang menyusun pembatasan yang akan memblokir perusahaan dengan setidaknya 25 persen kepemilikan Cina untuk membeli perusahaan AS dengan “teknologi penting secara industri,” seorang pejabat pemerintah AS yang menjelaskan masalah ini pada hari Minggu.
Pejabat itu, menekankan bahwa ambang batas kepemilikan Cina dapat berubah sebelum pembatasan diumumkan pada hari Jumat.
Langkah ini menandai eskalasi konflik perdagangan antara Presiden Donald Trump dengan Cina, yang dapat menghadirkan ancaman berupa kekacauan pasar keuangan dan melemahkan pertumbuhan global.
Pengenaan tarif atas barang-barang Tiongkok senilai US$ 34 miliar, yang pertama dari total potensi sebesar US$ 450 miliar, akan mulai berlaku pada tanggal 6 Juli. Pengenaan tarif diberlakukan karena keluhan AS bahwa China menyalahgunakan teknologi AS melalui aturan joint venture dan kebijakan lainnya.
Pembatasan investasi yang dibuat oleh Departemen Keuangan AS ini akan menargetkan sektor-sektor utama, termasuk beberapa perusahaan Cina yang sedang berusaha mengembangkan dirinya sebagai bagian dari rencana industri “Made in China 2025”, kata pejabat AS.
Di antara tujuan Made in Cina 2025 adalah meningkatkan kemampuan Cina dalam teknologi informasi canggih, aerospace, rekayasa kelautan, farmasi, kendaraan energi canggih, robotika, dan industri teknologi tinggi lainnya.
Departemen Perdagangan dan Dewan Keamanan Nasional AS juga mengusulkan pengendalian ekspor “yang ditingkatkan” untuk menjaga teknologi di bidang-bidang tersebut tidak dikirim ke Cina.
Pejabat pemerintah AS mengatakan Departemen Keuangan akan memberlakukan Undang-Undang Ekonomi Darurat Internasional Act of 1977 (IEEPA) untuk menyusun pembatasan investasi Cina tersebut.
Undang-undang itu memberi presiden wewenang untuk membatasi aset berdasarkan kekhawatiran keamanan nasional. IEEPA digunakan secara luas setelah serangan 9/11 pada tahun 2001 untuk memotong pembiayaan jaringan teroris.
Pemerintah AS akan memberlakukan aturan baru ini hanya pada kesepakatan baru dan tidak akan menerapkannya pada kesepakatan yang sudah ada, menambahkan bahwa pelarangan investasi yang direncanakan tidak akan membedakan antara perusahaan milik negara dan swasta Cina.
Gedung Putih pada 29 Mei mengatakan pemerintahan Trump akan melanjutkan aturan pembatasan investasi terhadap perusahaan-perusahaan Cina di Amerika Serikat serta “meningkatkan” kontrol ekspor untuk barang yang diekspor ke China, dengan rincian akan diumumkan pada 30 Juni.
Ia juga mengatakan akan mengungkap daftar revisi barang-barang Cina yang dikenakan kenaikan tarif, yang telah dilakukan pada 15 Juni lalu.
Sumber: Channelnewsasia.com














