ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Bekraf Dorong Tumbuhnya Game Lokal Lewat Ghost Parade

Ahmad Churi
14 July 2018 | 20:41
rubrik: Digital, E-Gov
Bekraf Dorong Tumbuhnya Game Lokal Lewat Ghost Parade
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memfasilitasi kehadiran Ghost Parade dalam event  Game Connection America 2018 yang berlangsung di  Amerika Serikat (AS) pada Maret lalu

Ghost Parade adalah game bertema petualangan hasil karya Lentera Nusantara, studio game asal Bandung. Melalui event inilah Ghost Parade bertemu dengan pihak Aksys Game, yang merupakan publisher kelas dunia  yang sudah merilis berbagai judul game terkenal diantaranya adalah Guilty Gear series, Blazblue series, Tokyo Xanadu, dan Code Realize.

Menariknya, Aksys Game sebagai publisher akan merilis Ghost Parade di seluruh dunia dalam berbagai platform, diantaranya Nintendo Switch, PlayStation 4, dan PC via Steam pada 2019. Sebagai musik pengiring, Ghost Parade diiringi perpaduan gending Banyuwangi serta perpaduan harmoni nusantara, sebagai identitas asalnya.

Game ini dirilis  pada gelaran Anime Expo Los Angeles AS awal Juli lalu. Seiring dengan Ghost Parade, ada juga beberapa judul game lain yang akan segera di publish oleh Aksys Games, termasuk diantaranya Little Dragons Cafe yang merupakan karya dari Yasuhiro Wada, kreator seri asli dari Harvest Moon.

“Kami melihat potensinya sangat besar hanya memang belum digarap dengan optimal penciptaan ekosistem program developer. Sehingga bisa menciptakan game-game unggulan yang tidak hanya untuk dipasar dalam negeri tetapi dibawa ke pasar luar negeri,” kata Deputi Pemasaran Bekraf, Josua Simanjuntak, di Jakarta, (14/7).

Menurut Josua, Bekraf konsisten mempromosikan game-game anak negeri berkualitas keluar negeri. Industri aplikasi dan game telah menyumbang 1% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2015.

Sementara itu,  Azizah Assatari selaku CEO dari Lentera Nusantara mengaku senang atas perilisan Ghost Parade di seluruh dunia dalam berbagai macam platform, ini seperti menjadi mimpi yang menjadi nyata apalagi bekerjasama dengan Aksys Game yang sudah mengeluarkan judul-judul populer seperti Blazblue.

“Kami juga sangat bahagia dengan tanggapan positif orang-orang di Anime Expo 2018 yang menyambut antusias game ini. Harapan kami mudah-mudahan Ghost Parade dapat membawa budaya lokal Nusantara ke seluruh dunia dan mengharumkan nama Indonesia!”,” katanya.

BACA JUGA:  Transaksi Produk Fesyen Muslim Meningkat 2X Lipat di Tokopedia

Azizah mewakili Lentera Nusantara menyampaikan apresiasi kepada BEKRAF. “Kami berterima kasih untuk BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) dan juga teman-teman AGI (Asosiasi Game Indonesia) yang sudah mendukung kami sepenuh hati, jiwa, dan raga hingga akhirnya kami bisa resmi published hari ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ghost Parade telah dibawa ke berbagai macam acara pop kultur bergengsi di seluruh dunia mulai dari Popcon Asia di Indonesia, Anime Festival Asia di Singapura, Game Connection di San Francisco, dan Gamescom di Jerman.

Momentum positif ini sekaligus menjadi pembuktian potensi industri game di Indonesia yang semakin tampak pada tahun 2018. Hal tersebut bisa dilihat dari beragam peristiwa, seperti geliat perhatian investor kepada industri game dan prestasi developer lokal di kancah internasional. Salah satunya adalah Lentera Nusantara, dengan judul game Ghost Parade, yang sudah dilirik perusahaan asing.

Sebagai salah satu subsektor dalam industri kreatif di tanah air, ranah hiburan interaktif berbasis elektronik yang disebut video game masih menjanjikan peluang besar, baik bagi para pemain lokal maupun pelaku industri global. Hasil penelitian dari lembaga riset industri game global, Newzoo, menyebutkan bahwa pasar game Indonesia memiliki sekitar 43,7 juta gamer dan berpotensi menghasilkan penghasilan hingga US$ 880 juta (sekitar Rp11,9 triliun) untuk industri pada 2017 lalu. Potensi ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-16 dalam daftar industri game terbesar di dunia.

Di luar subsektor aplikasi dan pengembang permainan, BeKraf sendiri dalam waktu dekat akan membuka open call seleksi pelaku seni pertunjukan untuk event OzAsia 2018 di Australia; seleksi pegiat industri board game Indonesia untuk Essen Spiel 2018 di Jerman; dan seleksi seniman dan kurator untuk Venice Art Biennale 2019. (red)

BACA JUGA:  Bekraf Kirimkan 10 Perusahaan Game Lokal ke Eropa
Tags: BekrafGhost Parade
Previous Post

Kemenperin dapat tambahan anggaran untuk implementasi Industri 4.0

Next Post

Jamaah Haji Akan Dimudahkan Dengan Aplikasi Haji Pintar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

Ahmad Churi
7 October 2026 | 15:25

phe-andalkan-ai-dorong-transformasi-digital-bisnis

TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

Teguh Imam Suyudi
7 October 2026 | 10:00

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

Ahmad Churi
5 October 2026 | 22:48

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

Ahmad Churi
5 October 2026 | 21:13

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta -LinkAja Bermitra Permudah Transaksi Pembayaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Xiaomi Redmi S2 Usung Snapdragon 625 dengan Banderol Rp2 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HiFuture Luncurkan Dua Produk Audio Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto