Unit Pengelola Kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Unit Pengelola Jakarta Smart City menggandeng GOWES untuk menyediakan layanan peminjaman sepeda berbasis aplikasi daring di kawasan Monas.
Untuk bisa menikmati layanan sepeda gratis, pengunjung harus mengunduh aplikasi Gowes melalui PlayStore atau AppStore di ponsel pintar.
Setelah berhasil diunduh, pengunjung diharuskan melakukan registrasi akun dengan melengkapi data diri termasuk nomor ponsel.
Di aplikasi tersebut, pengunjung dapat menemukan lokasi sepeda Gowes di area Monas dan melakukan pindai QR Code untuk membuka kunci sepeda. Setelah berhasil, sepeda bisa digunakan di dalam area Monas tanpa ada batas waktu dan biaya.
Sepeda yang disediakan pun memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari berjok rendah yang cocok dikendarai anak-anak hingga jok agak tinggi yang sesuai untuk orang dewasa.
Layanan sepeda gratis itu, yang didominasi warna ungu dan kuning, dapat ditemui di tujuh titik di kawasan Monas. Sepeda juga dilengkapi GPS sehingga bisa dilacak keberadaannya demi keamanan.
Setelah mengendarai sepeda, pengunjung harus mengembalikan sepeda ke area parkir yang tersedia dan kunci secara manual.

“Ini layanan bagus dan nyaman karena gratis. Tidak usah rebutan juga karena masing-masing bisa scan sepeda yang dimau,” kata salah satu pengunjung, Donny (24), di dekat parkir sepeda di Pintu Barat Monas, Sabtu (28/7), sebagaimana dikutip dari antaranews.com
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno berharap penyediaan layanan ini mendorong warga menerapkan gaya hidup sehat dan lebih peduli lingkungan dengan ikut ambil bagian dalam aktivitas yang bisa ikut mengurangi emisi gas rumah kaca.
“Banyak yang menyoroti kualitas udara di DKI Jakarta. Dengan gerakan nyata ini, dari privat sektor dan pemerintah menguji-coba. Ini adalah layanan bike sharing, kita ingin masyarakat hidup lebih sehat, terkoneksi dengan transportasi publik, serta perbaikan kualitas udara di Jakarta,” katanya di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat.
Ia mengatakan wisatawan mancanegara maupun para atlet, ofisial, pewarta media internasional dan suporter yang menyemarakkan Asian Games XVIII bisa memanfaatkan layanan itu untuk menikmati daerah Ibu Kota.
“Ini tidak akan berhenti di sini. Kita akan coba di beberapa lokasi lainnya. Salah satu yang menarik juga ini ada solar panel-nya dan ini adalah bagian dari smart environment. Kami mengajak masyarakat untuk mencoba ini,” katanya.
“Nanti interkoneksinya dengan Transjakarta juga. Itu yang kita harapkan juga dengan LRT dan MRT Jakarta,” kata Sandiaga, serta menambahkan bahwa penyediaan layanan berbagi sepeda merupakan bagian dari upaya mewujudkan Jakarta Smart City.
Baca juga:
Inilah Tiga Permasalahan Smart City di Daerah














