Jakarta, Itech – Serangan siber tidak akan pernah berakhir dan terus akan mengancam, menyusul besarnya popolasi penduduk, peningkatan jaringan Internet dan penyebaran perangkat smartphone dan komputer.
Apalagi, populasi penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 260 juta merupakan sasaran hacker untuk melancar serangan siber. Perusahaan keamanan Data Dimension Indonesia mengungkapkan biasanya para hacker melancarkan serangan peranti lunak berbahaya atau malware untuk menginfeksi perangkat korbannya.
Dimension Data mengungkapkan ada lebih dari 150 juta serangan malware yang terdeteksi di dunia pada 2017. Jenis ransomware yang mendominasi serangan adalah Locky sebesar 45 persen dan WannaCry 30 persen.
“Ransomware tumbuh sebesar 350 persen dibandingkan 2017. Tahun ini, perkiraan kami pertumbuhannya akan tetap besar dan menjadi pintu masuk serangan siber lainnya,” kata Hendra Lesmana (Country General Manager Dimension Data) di Jakarta.
Berikut 7 tips untuk melindungi diri dari serangan malware.
1. Perhatikan Password
Anda sebaiknya menggunakan password yang rumit untuk mencegah orang-orang berkepentingan jahat membuka data pribadi kita. Sebaiknya, Anda mengganti password perangkat Anda termasuk komputer, smartphone dan router secara berkala
Jangan menggunakan password yang mudah ketebak seperti “password123” dan menggunakan password yang sama di semua platform dan perangkat.
2. Selalu Update Sistem
Para selalu mencari kelemahan di setiap sistem agar bisa dibobol. Anda pun harus memperbarui sistem operasi komputer dan smartphone sehingga sistem keamanan perangkat Anda terjamin. Jadi, Anda harus rajin meng-update sistem perangkat, mulai dari anti-virus hingga sistem operasi.
3. Back-Up data
Anda harus melakukan back-up data atau menyimpan data cadangan baik dokumen, foto atau berkas penting lainnya sehingga Anda bisa memiliki data cadangan meskipun data kamu hilang karena virus.
Caranya, Anda bisa melakukannya secara online atau offline. Cara online, Anda bisa gunakan layanan Dropbox atau Google. Bisa juga, Anda memasukan data-data Anda ke flashdisk atau hard disk cadangan.
4. Pengguna Windows, Gunakan Windows Defender
Sebenarnya untuk pengguna Windows kita tidak perlu repot-repot mencari antivirus terbaik. Windows Defender adalah jawabannya. Yang terpenting adalah selalu lakukan update secara berkala.
Antivirus bawaan Windows tersebut juga dapat melakukan scan menyeluruh dan mencegah program malware dan worm yang ingin masuk ke dalam komputer. Selain mengatasi virus, Windows Defender juga mampu mencegah segala jenis Spyware.
5. Jangan Klik Link Asing dan Download File Sembarangan
Program Ransomware mampu menciptakan dirinya sendiri dan mengirimkannya ke alamat email semua orang setiap detiknya. Setelah program tersebut secara tidak sengaja dieksekusi oleh pemilik komputer, maka dengan cepat program jahat tersebut akan menyebar dan menginfeksi semua sistem komputer.
Karena itu, Anda harus selalu waspada terhadap link yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal dan jangan download file sembarangan seperti aplikasi bajakan dan lain sebagainya.
6. Tidak Gunakan Perangkat Pribadi
Sebaiknya, karyawan perusahaan tidak menggunakan perangkat pribadinya untuk bekerja. Biasanya, perangkat dari perusahaan memiliki sistem keamanan yang lebih baik, berbeda dengan milik pribadi.
7. Jangan Gunakan WiFi publik
Sebaiknya, Anda tidak menggunakan layanan WiFi publik untuk mengunduh dan mengunggah data-data penting seperti perbankan karena jariangan WiFi publik tidak memiliki level enkripsi tinggi.














