Jakarta, Itech – Kasus cyberbullying bisa menimpa siapa saja baik orang dewasa maupun anak-anak, mengingat hampir hampir semua kalangan sudah bisa mengakses Internet.
Kasus cyberbullying dapat berbentuk sebuah komentar pedas, komentar miring, cemooh, ejekan, intimidatif, atau segala hal yang bertujuan untuk mempermalukan atau melecehkan.
Namun, kasus cyberbullying yang menyerang anak-anak bisa memberikan dampak yang sungguh luar biasa bagi perkembangan sang buah hati. Dampak-dampak negatif seperti cemas, takut, merasa dipermalukan, dan lain sebagainya akan sangat menghantui anak.
Ada tiga jenis cyber bullying yang biasa terjadi yaitu secara langsung (direct), korban dimaki atau dicemooh langsung pada media sosial miliknya. Kedua, posted and public attack, dimana korban ditautkan oleh orang lain dan mendapat cemooh dari para netizen.
Ketiga, cyber bullying by proxy dimana korban disuruh melakukan sesuatu oleh seseorang yang dikenal dari dunia maya tanpa mengenal secara jelas dan hanya mengandalkan kepercayaan.
Karena itu, orang tua memiliki peran yang besar untuk melindungi anak dari cyberbullying. Berikut beberapa tips untuk melindungi anak dari Cyberbullying
1. Internet Sehat
Orang tua harus mengedukasi dan mengenalkan tata cara penggunaan Internet yang sehat dan tidak mengandung konten-konten negatif. Orang tua juga harus mengedukasi anak tentang modus dan jenis-jenis cyber bullying sehingga anak sudah paham.
Orang tua pun harus membatasi laman-laman yang boleh anaknya kunjungi secara halus dan gunakan bahasa yang sederhana.
2. Perhatikan Perilaku Anak
Dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A (Perwakilan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengatakan orangtua turut berperan aktif untuk memperhatikan perilaku anak ,terutama, jika anak terlihat seperti depresi dan mengalami perubahan perilaku.
“Ada beberapa tipe sikap anak ketika menghadapi cyber bullying, langsung terbuka, menutupinya, atau justru hanya diam saja ketika ditanya orangtua,” katanya.
Karena itu, orang tua harus meluangkan waktu lebih banyak bersama anak sehingga terjalin komunikasi yang baik.
3. Komunikatif
Orang tua juga harus komunikatif dan terbuka kepada anak-anak dan meminta mereka untuk melaporkan jika ada kasus cyber bullying yang menimpanya. Hal itu membuat orang tua bisa melakukan beberapa langkah untuk melawan dan mengatasi kasus tersebut.
4. Terus Terlibat
Anda harus mengikuti dan sering memeriksa apa yang anak Anda lakukan ketika sedang online. Usahakan, Anak Anda berada dalam jangkauan pengawasan Anda ketika membuka Internet. Anda pun bisa menjadi teman di media sosial anak Anda.
5. Durasi Waktu Online
Orangtua juga harus membuat peraturan penggunaan durasi di media sosial. Misal, sembilan puluh menit sampai dua jam adalah batas waktu yang ideal untuk anak ber-medsos ria dalam satu hari.
Orang juga membuat kesepakan dengan anak terkait seberapa sering anak boleh menggunakan laptop, handphone, atau gadget lainnya selama beraktivitas. Misalnya, anak hanya boleh menggunakan handphone di waktu istirahat sekolah, anak tidak boleh memainkan HP saat makan atau sampai tugas-tugas selesai dikerjakan, dan sebagainya.
6. Jangan Bagikan Data Pribadi
Orang tua juga harus mengajarkan apa saja yang boleh dan tidak boleh dibagikan secara online di media sosialnya. Hal ini termasuk foto, video, maupun data pribadi seperti nama lengkap, deskripsi fisik, nomor telepon, sekolah, hingga alamat rumah.
7. Calon Teman
Orang tua juga harus meminta anak menolak permintaan pertemanan dengan orang asing atau akun-akun yang tidak jelas. Sebaiknya menerima pertemanan dari teman, keluarga, dan kerabat yang dikenalnya saja. Hal ini bertujuan untuk mencegah segala bentuk teror maupun intaian orang-orang jahat.














