ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Perkembangan eSports di Indonesia dari Masa ke Masa

adam
31 July 2018 | 14:00
rubrik: Digital
Game On! Liga Komunitas Esports PVP Singtel Meningkat di Tahun 2020

Game On! Liga Komunitas Esports PVP Singtel Meningkat di Tahun 2020

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech – Tahun ini eSports berkesempatan berada di Asian Games sebagai olahraga eksibisi, Indonesia selaku tuan rumah perhelatan olahraga turut mengirimkan tim terbaik untuk berlaga.

Andrew Joseph, 31, seorang pelatih dari XCN Akademik Indonesia menyambut gembira eSports kini mulai diakui untuk masuk ke ajang seperti Asian Games.

“Negara lain seperti China, Korea, Jepang sudah mengakui eSports sebagai olahrga. Indonesia sekarang sudah mulai mau mengakui, dari pemerintah,” kata Andrew.

Andrew mengaku sudah bermain gim sejak usia belasan tahun hingga akhirnya dia tertarik untuk menekuninya. Sekitar tahun 2004 lalu, dia pernah berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti kejuaraan sekelas olimpiade, World Cyber Game.

Selama menekuni dunia gim, Andrew melihat perubahan yang cukup signifikan di dunia eSports dibandingkan saat dia mulai bermain dulu, sekira tahun 2000an awal. Kala itu, dia belum memiliki tempat berlatih, seperti sekarang.

“Dulu, kami nggak ada tempat, di warnet (warung internet) saja,” kata dia.

Internet pun kala itu masih barang mewah, para pemain gim tidak bisa bertemu di dunia maya seperti sekarang ini. Andrew mengaku waktu itu, jika dia ingin “melawan jagoan” gim dari tempat lain, dia harus mendatangi langsung.

Beberapa tahun kemudian, seiring banyaknya ajang profesional yang diikuti para pemain eSports, muncul klub gim, yang disebut “gaming house” menjadi tempat mereka bernaung.

Gaming house menjadi kantor sekaligus seperti tempat karantina para atlet, mereka tinggal di sana untuk berlatih secara profesional. Kegiatan mereka selama di sana terjadwal mulai dari bangun pagi, makan, latihan hingga beristirahat.

Setiap gaming house memiliki banyak atlet yang akan dikelompokkan ke berbagai tim gim, biasanya setiap gaming house memiliki lima sampai 10.

BACA JUGA:  Perbanyak Co-branding di 2022, BRI Gaet Bank Jatim Luncurkan Kartu JATIM BRIZZI

Setiap hari, mereka berlatih sekitar 10 jam sehari, durasi akan bertambah jika mereka akan mengikuti kompetisi. Tidak berarti para atlet main gim non-stop selama berjam-jam, para pelatih merancangnya latihan terdiri dari berbagai sesi, mulai dari membahas strategi hingga mencari lawan main.

Meski pun terkesan menyenangkan karena bermain gim setiap hari, gaming house akan memberikan berbagai syarat untuk dapat bergabung dengan mereka, selain dari kemampuan bermain gim.

Andrew menyatakan organisasinya mengharuskan calon atlet berusia minimal 17 tahun dan mereka akan mendapatkan gaji secara profesional.

Pertimbangan usia ini, selain karena sudah lulus sekolah, seperti olahraga lainnya, performa atlet eSports prima ketika mereka berusia 17 hingga 25 tahun.

“Performa mereka masih top, dari kecepatan, cara berpikir, keberanian,” kata Andrew.

Bermain gim membutuhkan nyali yang besar dan kecepatan dalam mengambil keputusan, setiap langkah yang diambil akan membawa mereka ke kemenangan atau justru kekalahan.

“Kalau masih muda, mereka tidak banyak pertimbangan, berani,” kata dia.

Jaga kesehatan mata

Kesehatan mata, selain kesehatan mental dan fisik, menjadi salah satu hal yang harus dijaga dengan baik oleh para atlet. Setiap hari, mereka akan berhadapan dengan monitor komputer.

Tidak sedikit para atlet eSports mengenakan kacamata karena intensitas mereka berhadapan dengna komputer sangat tinggi sehingga mengalami rabun jauh, atau miopi.

Andrew memahami risiko ini sehingga dia tidak menganjurkan bermain gim berjam-jam non-stop, sebaiknya beristirahat setiap beberapa jam.

“Sekitar satu jam bermain, ada istirahat 10 menit,” kata dia.

Jarak mata ke layar komputer juga akan berpengaruh terhadap kesehatan mata, dia menyarankan memberi jarak sekitar satu rentangan tangan agar mata tidak terlalu lelah.

BACA JUGA:  Ini Hasil Riset Gaming dan Esport Indonesia 2021
Tags: eSports
Previous Post

Kalahkan Apple Music, Jumlah Pengguna Spotify Capai 83 Juta Orang

Next Post

Mirip WhatsApp, Kini LinkedIn Punya Fitur Pesan Suara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • U.S. Dairy Dorong Inovasi Produk Pangan di Tengah Perubahan Tren Konsumen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2023: Ini Strategi PLN Icon Plus Tingkatkan Keandalan IT Security

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Jalin Planet Labs Perkuat Kedaulatan Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MSI Institut Gelar Pelatihan IT Security Dan Data Privacy di Yogyakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto