ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Banjir Fintech Mulai Ciptakan Krisis Ekonomi di China

adam
15 August 2018 | 12:00
rubrik: Fintech
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech – Pemerintah China tengah berhadapan dengan kemarahan investor, usai ratusan penyedia jasa pinjam meminjam berbasis teknologi (fintech peer-to-peer lending) melenyapkan simpanan mereka.

Teriakan para investor menunjukkan sudut suram industri keuangan China. Jasa pinjam meminjam online dalam beberapa tahun terakhir dibiarkan tumbuh pesat tanpa pengawasan.

Janji imbal hasil yang mencapai dua digit membuat orang-orang tertarik untuk menempatkan uangnya pada jasa pinjam meminjam online ketimbang di bank konvensional.

Namun, tindakan keras yang baru diambil pemerintah pusat di Beijing telah memicu meningkatnya jumlah jasa pinjam meminjam yang gagal.

Dikutip dari CNN, Manajer proyek konstruksi di Beijing yang mengatakan bahwa ia menginvestasikan lebih dari 275.000 yuan China atau sekitar Rp600 juta pada sebuah situs pinjam meminjam. Namun, situs tersebut tiba-tiba tutup bulan lalu.

“Reaksi pertama adalah tidak percaya. Saya tidak percaya platform itu telah runtuh. Tetapi pada akhirnya, saya harus menerima kebenaran,” kata pria berusia 28 tahun itu, menolak menyebut nama.

Dia mengaku dana yang raib tersebut, termasuk tabungan orang tuanya, uang pinjaman dari teman dan dana yang dia rencanakan untuk digunakan untuk membeli apartemen untuknya dan istrinya yang sedang hamil.

Hancurnya platform yang dia investasikan, Tourongjia.com, sekarang di bawah penyelidikan polisi. Sebuah pemberitahuan pemerintah dari Juli diunggah di situsnya mengatakan bahwa pimpinan situs tersebut hilang dan 13 tersangka telah ditahan.

Investor pun disarankan untuk melaporkan kerugian mereka kepada polisi sesegera mungkin.

Pemalsuan dan kriminalitas

Situs-situs seperti Tourongjia, yang dikenal sebagai pemberi pinjaman peer-to-peer, seharusnya memberikan sumber alternatif kredit untuk peminjam seperti usaha kecil yang berjuang memperoleh pinjaman bank.

Pemerintah Cina awalnya mendorong pertumbuhan sektor ini.

BACA JUGA:  Teknologi keuangan membantu pekerja migran mengirim uang ke rumah

“Tapi ini kemudian menjadi magnet untuk penipuan dan kriminalitas yang dapat diperkirakan karena tak adanya kontrol,” kata Brock Silvers, managing director di perusahaan penasihat investasi yang berbasis di Shanghai, Kaiyuan Capital.

Sekarang pemerintah Cina sedang mencoba untuk membersihkan industri ini dengan peraturan yang lebih ketat. Pasalnya, industri ini dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko di sektor keuangan.

Jumlah jasa pinjam meminjam yang ditutup di China meningkat tajam dari 28 pada Mei lalu menjadi 218 di Juli.

“Para regulator sudah lebih serius berusaha untuk menindak ini karena mereka menyadari itu sudah tidak terkendali,” kata Andrew Collier, direktur pelaksana perusahaan riset keuangan Orient Capital di Hong Kong.

Manajer proyek konstruksi mengatakan dia pikir investasinya aman karena mengira Tourongjia mendapat dukungan pemerintah.

Beberapa laporan di media menyebut pemerintah China melakukan pertemuan antara para eksekutif perusahaan dan pejabat pemerintah lokal di kota Hangzhou di timur, di mana Tourongjia bermarkas. Pejabat pemerintah melakukan tur ke kantornya dan bahkan menghadiri jamuan makan mewah.

Namun pemerintah kota Hangzhou enggan berkomentar saat dimintai tanggapan.

Setelah keruntuhan Tourongjia, tidak ada tanda-tanda kompensasi bagi mereka yang kehilangan uang mereka.

“Di Tiongkok, undang-undang hanya melindungi sekelompok kecil orang – bukan kita, massa,” kata manajer proyek konstruksi.

Dia dan orang lain yang kehilangan uang mereka pada situs-situs pinjam meminjam serupa, mencoba untuk menyampaikan keluhan mereka kepada otoritas nasional. Namun, protes yang direncanakan bakal digelar di luar kantor regulator keuangan di Beijing pada hari Senin dengan cepat ditutup oleh polisi.

Bank sentral China tidak menanggapi permintaan untuk komentar atas kerugian investor. Mereka sebelumnya mengatakan akan menindak situs-situs pinjam meminjam yang bersalah dan mendesak departemen pemerintah yang relevan untuk membantu meningkatkan “rasionalitas investor pada investasi, pinjaman dan risiko.”

BACA JUGA:  Ini Lho, Upaya Pemerintah Lindungi Masyarakat dari Pinjaman Online Ilegal
Tags: fintech
Previous Post

Meski Mahal, Pre-Order Samsung Galaxy Note 9 Ludes

Next Post

BI akan Bikin Regulasi Fintech untuk Cegah ‘Shadow Banking’

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenperin Jalin BI Dorong Akselerasi Transformasi UMKM Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Veeka, Bantu Pengguna Temukan Pasangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemristek Buat Teknologi Disinfektan Ozon Sterilkan APD Tim Medis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur BI: “Transaksi Uang Elektronik Pada 2023 Dapat Mencapai Rp495 Triliun”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto