ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Alasan Fintech Lending Cocok Jadi Pembiayaan UMKM

adam
7 October 2019 | 14:00
rubrik: Fintech
DANA dan Pluang Hadirkan DANA eMAS

DANA dan Pluang Hadirkan DANA eMAS

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa tahun terakhir fintech lending sangat populer di kalangan masyarakat, karena kecepatan dan kemudahan yang dijanjikan. Kemudian banyak fintech lending yang bermunculan, berlomba-lomba menyalurkan dananya untuk masyarakat.

Kehadirannya juga diharapkan bisa meningkatkan inklusi keuangan, dan menjangkau masyarakat yang belum terjamah bank, terutama untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga semester I-2018, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri fintech lending telah menyalurkan pinjaman Rp 44,81 triliun, meningkat 97,68% di bandingkan awal tahun ini.

Wakil Ketua Eksekutif Fintech Pendanaan Produktif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Victoria Tahir mengatakan UMKM memberikan kesempatan bagi fintech lending, karena banyak bank yang tidak bisa memberikan pendanaan karena skalanya yang kecil. Selain karena skalanya yang kecil, bisnis UMKM seringkali dianggap lebih berisiko.

Menurut dia sekitar 50% bisnis UMKM mengalami kegagalan dalam jangka waktu lima tahun.

“Kebutuhan ini membuka kesempatan untuk fintech mengisi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan melakukannya dengan biaya akuisisi pelanggan yang lebih rendah,” kata Victoria.

Senada dengan Victoria, pendiri sekaligus komisaris PT Modal Rakyat Indonesia Wafa Taftazani mengatakan ada gap pendanaan sebanyak Rp 1.000 triliun yang belum bisa dipenuhi oleh sistem perbankan konvensional untuk disalurkan ke UMKM.

Wafa mengatakan meski bergerak di finetch lending, Modal Rakyat bergerak khusus untuk pendanaan produktif. “Kami memang ingin empowering UMKM di Indonesia,” katanya belum lama ini.

Wafa menilai selama ini yang jadi perhatian adalah soal ketimpangan ekonomi di mana kekayaan berpusat di kota-kota besar. Untuk itu platformnya benar-benar melakukan redistribusi tersebut.

“Kami ingin bikin platform produktif, yang bisa membuat orang buka bisnis, buka lapangan kerja, kembangkan ide dan produksinya,” kata Wafa.

BACA JUGA:  OJK Beri Sanksi 15 Multifinance dan 14 Fintech Lending di November 2025

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Financial (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan pendanaan melalui fintech lending cocok untuk orang yang baru memulai usaha, karena bisa meminjam sekitar Rp 1-2 juta. Hanya saja dibutuhkan edukasi untuk masyarakat, agar bisa memanfaatkan fintech sebagai pendanaan produktif.

Jika memulai usaha dengan modal usahanya, menurut Enny, bisa semakin dikembangkan barulah menambah modal. “Jadi sambil belajar, jadi bebannya ga terlalu berat dan stres. Aksesnya kan mudah, tidak perlu persyratan kayak konvensional,” katanya.

Yang terpenting, harus ada perhitungan dari sisi pendapatan dan jumlah utang agar tidak terjebak kredit macet. Enny mengakui meski menawarkan kemudahan, fintech lending juga cenderung memberikan bunga atau denda yang tinggi. Jika perhitungan tidak tepat maka akan terasa memberatkan.

“Pendanaan fintech cocok untuk memulai usaha baru, terutama yang memulai usaha dengan modal yang tidak terlalu besar, sehingga risikonya pun tidak besar,” kata Enny.

Untuk itu dibutuhkan peran pemerintah untuk melakukan edukasi dan pelatihan kewirausahaan, agar masyarakat memanfaatkan fintech lending dengan tepat. Masyarakat pun harus diarahkan meminjam dari fintech yang legal, untuk mengurangi risiko penyalahgunaan data ataupun bunga tinggi.

“Pemerintah bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, dan bagaimana kegiatan yang produktif diberikan insentif dan kemudahan. Jangan lupa perlu ada perlindungan sehingga ada ruang UMKM untuk tumbuh, jadi kemudahan fintech bisa dimanfaatkan,” tutup Enny.

Tags: fintechUMKM
Previous Post

Aplikasi NEXTfleet Dari Indosat Ooredoo Untuk Mudahkan Urusan Logistik

Next Post

Do-It dan AIQQON Jalin Kerja Sama Targetkan Jutaan UMKM Go Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oppo Rilis Dua Smartphone A Series Terbaru di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto