Dewasa ini, smart city atau kota cerdas kian mengemuka. Hampir setiap kota di dunia berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam hal smart city. Tanpa terkecuali, kota-kota metropolitan di Indonesia. Melansir Technavio, setidaknya terdapat 3 tren smart city yaitu:
Pertama, lingkungan tertata rapi. Predikat smart city tentunya tak afdal bila tidak disertai kemajuan dalam tata kelola pemerintahan. Misalnya, manajemen sampah (waste management).
Melalui teknologi, kini tong sampah di perkotaan dapat dipantau tingkat kepenuhannya. Ada pula manajemen air (water managament), dengan contohnya pengelolaan kebersihan lingkungan sungai.
Kedua, berteknologi tanpa cemas. Suatu smart city biasanya dilingkupi teknologi digital tak berbatas. Ini karena teknologi digital menjadi tulang punggung peradaban baru warganya.
Dalam hal penyimpanan data, misalnya. Jika dahulu kehabisan memori internal untuk menyimpan data sering menjadi masalah klasik, maka hadirnya komputasi awan (cloud) telah memudahkan kita.
Jasa penyimpanan cloud membuat kita tak perlu repot mengakses data di berbagai gawai lagi. Ketika membutuhkan foto atau dokumen lama, kita tinggal mengunduhnya di akun cloud.
Demikian pula ketika memiliki berbagai data tercecer, kita tinggal mengunggahnya ke cloud. Seperti itulah tren smart city masa kini, serba digital dan kian memanjakan kehidupan manusia.
Ketiga, jaringan internet super cepat. Smart city sejatinya bakal sulit terwujud tanpa jaringan internet cepat. Sebab, hal itu merupakan nyawa dari kemajuan teknologi digital.
Misalnya saja, perkembangan skala besar augmented reality (AR) maupun virtual reality (VR) pada waktu bersamaan tentunya membutuhkan jaringan internet super cepat. Menjadi tidak asyik bukan ketika bermain gim AR atau VR lantas terhenti karena putusnya koneksi.
Baca juga:
Jaringan 5G Berperan Wujudkan 4 Solusi Smart Citu di Indonesia
Inilah Tiga Permasalah Smart City di Daerah














