ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah “Gerus” Pendapatan Operator di Indonesia

adam
2 October 2018 | 13:00
rubrik: Telco
Kominfo Dukung Program Kuota Data Internet

Kominfo Dukung Program Kuota Data Internet

Share on FacebookShare on Twitter

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) sudah mengantisipasi penurunan kinerja industri seluler karena permasalahan faktor makro ekonomi yaitu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sempat menembus angka Rp15 ribu per-dollar AS.

Merza Fachys
Merza Fachys, Wakil Ketua Umum ATSI.

“Penurunan kinerja telco sudah diantisipasi. Kami berharap penguatan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah tidak menambah buruknya angka penurunan karena pencapaian industri di semester I 2018 sudah negative growth,” kata Merza Fachys (Wakil Ketua Umum ATSI) di Jakarta.

Merza mengakui pertumbuhan bisnis pada tahun ini sangat sulit bagi industri seluler karena faktor makro ekonomi dan regulasi yang membuat pelaku usaha melakukan konsolidasi dalam strategi bisnis.

“Saya percaya masing-masing operator ada jurus selamatnya dan nanti akan more than survive dari kondisi sulit ini,” ucapnya.

Pengamat pasar modal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada menilai tantangan bagi operator ketika nilai tukar rupiah melemah adalah menghadapi biaya operasional yang tinggi.

“Terlebih kalau ada peralatan yang sistemnya sewa dan bayar dengan dolar AS. Belum lagi jika ada kewajiban bond atau lainnya dalam bentuk dolar AS. Jika simpanan dolar AS tak cukup, bisa-bisa missmatch,” ucap Reza.

Ia berharap, dengan meredanya perang tarif sejak semester pertama 2018 akan membantu operator menghadapi sisa semester dua tahun ini. Ia berpendapat dengan adanya penyesuaian tarif bisa membantu mengurangi dampak perang tarif.

“Ditambah promosi yang menarik, pelanggan akan mau ambil paket yang ditawarkan operator karena merasa mendapat nilai lebih. Operator harus bisa menggenjot pendapatan dari data dan internet untuk menutupi penurunan pendapatan telepon (voice) dan SMS,” imbuhnya.

Pendapatan Operator

Secara terpisah, Dian Siswarini (Presiden Direktur & CEO XL Axiata) mengungkapkan kondisi industri seluler mengalami negative growth pada semester pertama 2018, baik dari sisi pendapatan atau Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA). Selain itu, adanya perubahan perilaku pelanggan yang banyak menggunakan produk substitusi messenger sehingga menggerus pendapatan suara dan SMS.

BACA JUGA:  Telkomsel Implementasikan 4G LTE di Seluruh BTS USO

“Secara industri, negative growth terjadi di pendapatan -12,3% dan EBITDA -24,3%,” paparnya.

XL Axiata masih meraih pendapatan sebesar Rp11,06 triliun pada semester I 2018 atau naik 1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 10,95 triliun. XL Axiata mencatat kerugian sebesar Rp82 miliar pada semester pertama 2018 berbanding terbalik dengan periode sama tahun lalu yang mencicipi laba Rp 143 miliar.

Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp 64,37 triliun pada semester I 2018, naik tipis 0,5 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 64,02 triliun. Telkom membukukan keuntungan senilai Rp8,7 triliun pada semester pertama 2018 (H1-2018) atau turun 28,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp12,1 triliun.

Sementara itu Telkomsel meraih pendapatan sebesar Rp42,7 triliun turun 7,1 persen pada semester pertama 2018, turun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 45,99 triliun.

Laba bersih Telkomsel hanya Rp 11,7 triliun pada semester pertama 2018, anjlok 24,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 15,5 triliun.

Indosat Ooredoo paling tertekan hanya memiliki pendapatan sebesar Rp11 triliun pada Juni 2018, anjlok 26,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 15,11 triliun.

Pada periode semester I 2018, Indosat Ooredoo mengalami kerugian Rp693,7 miliar berbanding terbalik dengan periode sama tahun lalu yang untung Rp784,2 miliar.

Tags: Operator Telko
Previous Post

Alasan BCA Gunakan Solusi Firewalls Palo Alto Networks untuk Keamanannya

Next Post

Kecepatan Streaming Video Indonesia Terburuk di Dunia?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oppo Rilis Dua Smartphone A Series Terbaru di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto