Indosat Ooredoo mulai melakukan tranformasi perusahaan untuk meningkatkan performa perusahaan. Salah satunya, Indosat Ooredoo telah menunjuk Chris Kanter sebagai CEO Indosat Ooredoo yang baru.
“Di tahun 2018, terutama dibandingkan dengan operator telco yang lain, kita berada di posisi yang sangat challenging, dimana pendapatan kita dari sisi legacy product (telepon suara dan SMS, -red) sangat tertekan,” kata Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Irsyad Sahroni di kantor pusat Indosat Ooredoo, Jakarta.
“Lalu, dari pasar juga mengalami penurunan yang signifikan dan jaringan kami masih kurang kompetitif dari kompetitor,” tuturnya.
Indosat Ooredoo fokus melakukan transformasi People karena sumber daya manusia (SDM) merupakan aset terpenting perusahaan dan menjadi motor penggerak utama bisnis.
Karena itu, ada lima kunci penting dalam transformasi People yaitu Employee Value Proposition, People Development, Leadership Development, Reward Strategy, dan Employee Relations. Di antara lima jurus di atas, menurut Irsyad, Employee Value Proposition jadi yang paling penting.
“Yang paling penting, adalah yang nomor satu Employee Value Proposition,” imbuhnya.
Pertama, Employee Value Proposition. Pada dasarnya, langkah ini bertujuan untuk membuat karyawan merasa bahwa Indosat adalah perusahaan yang tepat bagi mereka untuk mengembangkan karir.
Langkah kedua dari rencana ini adalah People Development.
“Bagaimana caranya kita bisa melakukan people development journey yang tepat. Selama ini, pengembangan karyawan adalah inisiatif dari departemen HR,” kata Irsyad.
Ia mengatakan perusahaan harus fokus pada kayawan karena masing-masing karyawan memiliki kebutuhan yang berbeda.
ketiga adalah Leadership Development. “Salah satu kesalahan utama kita adalah berpikir bahwa pengembangan karyawan itu adalah tanggung jawab HR,” kata Irsyad.
Karena itu, sebagai gantinya Indosaat Ooredoo ingin agar masing-masing manager bertanggung jawab atas anak buah mereka.
“Kami akan mengembangkan kemampuan kepemimpinan dari para manager, membuat mereka menjadi HR Manager dari tim mereka sendiri. Ini adalah fokus kami tahun ini sampai tiga tahun ke depan.”
Poin keempat dari strategi Indosat adalah Reward Strategy. Irsyad mengatakan, Indosat berharap mereka akan bisa menjadi perusahaan yang memberikan “reward” terbaik untuk karyawannya.
“Perusahaan yang memberikan gaji tinggi justru adalah perusahaan yang kesulitan untuk mempertahankan para pekerja terbaik mereka,” ujarnya.
“Keseluruhan reward preposition yang baik, mulai dari tunjangan medis, bonus jangka pendek, bonus jangka panjang, pengembangan karir, agar semua orang bisa mengembangkan potensi terbaik mereka dan gaji akan secara otomatis mengikuti,” kata Irsyad.
Terakhir, Indosat Ooredoo ingin menjalin hubungan antara manajer dan karyawan yang harmonis.
“Secara keseluruhan, kami ingin membuat hubungan antara para manajer dengan anggota timnya menjadi baik, mendukung untuk orang-orang merasa betah, rela untuk menghabiskan waktu mereka untuk Indosat,” kata Irsyad.














