Jakarta, ItWorks- Go-jek, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi berkomitmen untuk terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan mitra, baik roda dua maupun roda empat melalui berbagai inovasi. Antara lain melalu kampanye dan program untuk meningkatkan intensitas penggunaan, perbaikan dan penguatan fitur aplikasi, serta berbagai inisiatif program lainnya.
“Kami menyadari untuk menciptakan kesejahteraan bagi para mitra, seperti driver harus dimulai dengan menjaga penghasilan mereka. Untuk itu, Go-jek lewat berbagai program dan inisiatifnya, berusaha menjaga dan meningkatkan jumlah order harian yang bisa diterima mitra driver. Sejak awal berdiri, kami selalu membuka peluang bagi mitra untuk dapat menjalankan berbagai layanan supaya waktu kerja mereka lebih efisien,” ujar VP Corporate Affairs Go-jek , Michael Say, dalam jumpa pers (23/11), di kantor Gojek, di Jakarta.
Ia mencontohkan, ada beberapa inisiatif yang dilakukan untuk meningkatkan intensitas penggunaan aplikasi Go-jek. Seperti, kampanye bertajuk #UdahWaktunya yang dilakukan layanan ride-hailing GO-RIDE dan GO-CAR di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk beralih, mencoba menggunakan alternatif transportasi yang memberi kemudahan berupa fleksibilitas. Dengan kampanye ini, diharapkan bisa mendopong masyarakat pengguna kendaraan pribadi beralih ke layanan angkutan online yang lebih praktis dan hemat. Sehingga bisa mendongkrak pemesanan yang bisa meningkatkan pedapatan para mitra dirver.
Selain itu, Go Food sebagai – layanan pesan antar makanan dari Go-jek , belum lama ini juga juga meluncurkan Pesta MaMiMuMeMo GO-FOOD. Melalui inisiatif ini, Go Food mengajak konsumen berwisata kuliner online yang terjangkau. “Melalui inisiatif-inisiatif tersebut membawa peningkatan order dan jumlah pengguna baru aplikasi Gojek. Peningkatan jumlah pengguna baru sejak program ini diluncurkan sekitar sebulan lalu, kini bisa meningkatkan jumlah pengguna baru hingga 20%. Peningkatan permintaan dari konsumen ini tentu akan berbanding lurus dengan peningkatan jumlah order yang diterima mitra driver,” ujarnya.
Ditambahkan khusus untuk Pesta MaMiMuMeMo GO-FOOD, meningkatnya antusiasme masyarakat terlihat dari peningkatan jumlah order dari merchant-merchant yang berpartisipasi. Mitra merchant yang menjual minuman seperti kopi susu, thai tea, ataupun minuman buah, tercatat mengalami peningkatan transaksi sebesar 60%. Begitupun tempat makan yang menjual kuliner khas Indonesia seperti nasi goreng, bubur ayam ataupun ricebox yang kini sangat populer. Peningkatan transaksinya mencapai 30%. “Animo masyarakat yang luar biasa terhadap Pesta MaMiMuMeMo GO-FOOD ini memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan order GO-FOOD melalui driver,” katanya.
Menurut Michael, sambutan baik dari konsumen terhadap program-program GO-JEK tidak lepas dari pelayanan prima yang diberikan oleh mitra driver. Riset Lembaga Demografi FEB UI menyebutkan 99% pelanggan puas terhadap layanan GO-JEK. Kepuasan masyarakat juga tercermin dari meningkatnya jumlah orang yang mengunduh aplikasi GO-JEK, yang hingga September 2018, aplikasi GO-JEK telah diunduh 108 Juta kali.
Dalam kesempatan itu, VP Drivers Community Jaka Wiradisuria menambahkan GO-JEK juga terus melakukan perbaikan fitur aplikasi untuk mitra supaya mereka bisa bekerja dengan nyaman.Dalam melakukan perbaikan aplikasi, Gojek juga mendengarkan masukan dan aspirasi mitra yang disampaikan lewat Kopdar. “Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap dua pekan sekali di seluruh kota di mana Gojek beroperasi. Lewat kegiatan ini, banyak sekali masukan yang berguna bagi perusahaan untuk memperbaiki diri sehingga membantu mitra kami,” ujar Jaka.
Ditambahkan, salah satu contoh masukan mitra yang GO-JEK lakukan adalah penambahan fitur chatting dalam aplikasi GO-JEK. Dengan fitur ini, mityra bisa berkomunikasi dengan lebih mudah kepada konsumen saat melakukan order tanpa mengeluarkan biaya. Selain itu, aplikasi mitra pengemudi GO-JEK juga telah dilengkapi fitur daily income summary sehingga mitra bisa mengetahui pendapatan mereka secara detail dan transparan.
“Kami selalu mencari cara bagaimana membantu mitra-mitra kami tidak hanya dari sisi pendapatan tetapi juga manfaat non-keuangan yang bisa berdampak positif pada kesejahteraan mereka. Mulai dari meringankan biaya operasional, membantu perencanaan keuangan serta memberikan akses pada program-program perlindungan seperti asuransi dan BPJS Ketenagakerjaan. Tak hanya itu, kami juga secara reguler memberikan pelatihan berkendara untuk memastikan keamanan para mitra dan pelanggan saat di jalan,” ujar Jaka. (AC)














