ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Bea Cukai Tingkatkan Pelayanan Dengan Penerapan PDE Internet

redaksi
3 December 2018 | 18:00
rubrik: E-Gov
Terapkan New Normal, Pelindo 1 Jamin Layanan Operasional Lancar

Ilustrasi Pelabuhan

Share on FacebookShare on Twitter

Kini, hampir seluruh perusahaan maupun instansi pemerintah berlomba-lomba memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Salah satunya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), instansi pemerintah yang berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia.

Adanya tuntutan pelayanan yang lebih efektif dan efisien, keharusan untuk optimalisasi pemanfaatan infrastruktur DJBC, dan penghematan APBN melatarbelakangi DJBC untuk menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Internet. PDE Internet merupakan media penyampaian terbaru yang dapat digunakan oleh para stakeholders: pengusaha importir atau eksportir untuk mengajukan Pemberitahuan Pabean berupa Pemberitahuan Impor Barang (PIB) maupun Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC).

Sebelumnya, Pemberitahuan Pabean yang disampaikan oleh para stakeholders menggunakan Sistem Manual, Sistem Disket dan Sistem PDE (Modul).

Sistem Manual

Pada sistem ini, proses pelayanan kepada perusahaan dilakukan secara manual, tanpa menggunakan perangkat komputer. Pengusaha membuat dokumen Pemberitahuan Pabean, mencetak, dan membawa ke KPPBC. Petugas Bea Cukai menerima dokumen, melakukan pemeriksaan, dan memberikan nomor (dari buku bambu) secara langsung. Data tidak disimpan ke dalam komputer Bea dan Cukai.

Sistem Disket

Pada tahun 1990, DJBC mengembangkan aplikasi komputer untuk pelayanan dengan nama CFRS (Customs Fast Release System). Sistem ini memungkinkan pelayanan di Bea dan Cukai menggunakan komputer, namun data tetap di-input oleh petugas Penerima Dokumen. Importir tetap membuat datanya di perusahaannya, dokumen diserahkan berupa kertas, dan data direkam oleh petugas.

Pada tahun 1995, aplikasi CFRS disempurnakan dengan membuat modul importir, yaitu program aplikasi komputer yang digunakan oleh importir untuk membuat dokumen PIB, mencetak dan memindahkan datanya ke disket untuk dibawa ke KPPBC. Selain hasil cetak dokumen, importir juga harus membawa disket yang berisi data PIB ini. Di KPPBC, petugas Bea dan Cukai menerima hasil cetak dokumen dan disket hasil transfer dari stakeholders. Setelah meneliti kelengkapan dokumen, data dalam disket di-load ke dalam komputer di Bea dan Cukai

BACA JUGA:  Kajian BPPT Untuk Energi Alternatif

Sistem PDE (Modul)

Setelah menggunakan disket, pada tahun 1996 DJBC menerapkan pelayanan menggunakan sistem PDE. Sistem ini menggantikan atau melengkapi sistem disket di beberapa KPPBC yang sebelumnya telah digunakan. Para stakeholders harus memiliki Modul Perusahaan, Software Enabler, Modem dan Line telepon. Untuk pengiriman dengan sistem PDE, Software Enabler berfungsi untuk melakukan  perubahan data dalam format Edifact dan dikomunikasikan menggunakan media komunikasi (modem).

Kondisi pengajuan dokumen menggunakan PDE (Modul) mengakibatkan pengajuan dokumen dengan menggunakan jasa provider karena dokumen tersimpan di dalam server provider. Akibatnya,  timbul biaya bagi pemerintah dan pengguna jasa serta translasi dokumen dilakukan beberapa kali dari client sehingga untuk data yang banyak membutuhkan waktu yang lebih lama.

Gambaran Umum PDE Internet DJBC
Gambaran Umum PDE Internet DJBC

Sebagai solusi, diperkenalkan sistem PDE Internet. Terdapat beberapa faktor pendukung penerapan sistem PDE Internet, seperti tidak ada perubahan prosedur (tata cara pengisian dan operasional program aplikasi dari modul perusahaan maupun inhouse aplikasi pelayanan kepabeanan). Pada sistem PDE Internet, PIB dan PEB sudah terintegrasi dengan sistem NSW (National Single Windows)  yang sama seperti PDE provider (Modul). Sistem Customs and Excise Information System and Automation (CEISA), nama sistem informasi dan otomasi di Bea Cukai saat ini, telah tersentraslisasi sehingga memungkinkan pengiriman dokumen PIB/PEB ke seluruh KPPBC di Indonesia. Dan juga telah terdapat Fitur Tracking mandiri pada Portal Pengguna Jasa

Manfaat PDE Internet

Dengan penerapan PDE Internet diharapkan pengajuan dokumen secara PDE tidak tergantung pada provider tertentu (karena memanfaatkan koneksi Internet). Kedua, para stakeholders tidak harus datang ke KPPBC kecuali jika ada pemeriksaan fisik dan penyerahan hardcopy. Ketiga, menghemat waktu, tenaga dan biaya. Dan terakhir, para stakeholders dapat melakukan submit dokumen dan mencetak respon secara mandiri. Penerapan PDE Internet pada DJBC juga berdampak pada pengehematan anggaran pengeluaran (APBN) yang kurang lebih 100 milyar pertahunnya.

BACA JUGA:  Ini Manfaat Indeks Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Lembaga Pemerintah

Sebelumnya ditargetkan pada 1 Januari 2019, DJBC berkomitmen PDE Internet akan berjalan 100 persen pada seluruh KPPBC. Namun Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, menegaskan tanggal 15 Desember 2018 seluruh KPPBC harus menerapkan Sistem PDE Internet. Hal ini diungkapkan oleh Mochamad Agus Rofiudin selaku Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai (IKC) Kantor Pusat DJBC pada acara Sosialisai Koordinasi dan Evaluasi Implementasi PDE Internet PIB dan PEB di Kantor Pusat DJBC, Rawamangun, 22 November 2018 lalu.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) merupakan instansi pemerintah dibawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang salah satu fungsi utamanya adalah Revenue Collector (Pemasukan Kas Negara). Dengan penerapan PDE Internet tersebut selain meningkatkan pelayanan pada para pengguna jasa kepabeanan atau pengusaha (stakeholders) dalam melakukan kegiatan impor maupun ekspor juga menjadi prestasi tersendiri dalam hal menekan sisi pengeluaran negara (Belanja APBN).

Artikel ini ditulis oleh: Gandri Narandu, Pegawai Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan

(Tulisan adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili kebijakan instansi tempat penulis bekerja)

Tags: Bea CukaiPDE Internet
Previous Post

Pabrik Perakit iPhone akan Kucurkan Investasi di Indonesia

Next Post

Pinjaman Online, Destruktif atau Solutif?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soundcore Hadirkan Boom Go 3i, Speaker Portable Tangguh dan Suara Bertenaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alibaba Cloud Diakui Omdia Pemimpin Agentic AI Cloud di Asia-Oseania

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

Fauzi
29 June 2026 | 16:31

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera Private AI sering dipahami sebagai pendekatan yang menjaga data dan model tetap berada...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto