ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Membangkitkan Industri Manufaktur Nasional Melalui Klasifikasi Data

Teguh Imam Suyudi
1 February 2019 | 10:00
rubrik: Digital, E-Gov
Ini Strategi Pemerintah Hadapi "Buzzer" Politik di Masa Tenang Pemilu

Samuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika, Kominfo RI

Share on FacebookShare on Twitter

Tiga tahun terakhir, industri manufaktur menjadi salah satu industri yang menopang perekonomian Indonesia. Dari tahun ke tahun, industri ini menyumbang ke Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia rata-rata di angka 20% dengan laju pertumbuhan stabil.

Berdasarkan data pemerintah, kontribusi industri manufaktur ke  PDB Indonesia di tahun 2018, mencapai angka 20,5% atau lebih tinggi dari kontribusi rata-rata industri yang lain. Dari segi nilai, pertumbuhan manufaktur Indonesia menyentuh angka Rp 2.555 triliun dengan nilai pertumbuhan sebesar 4,87%.

Namun jika ditelisik lebih dalam, industri manufaktur Indonesia sedang mengalami stagnasi pertumbuhan bahkan cenderung melambat. Menurut Bank Dunia, industri ini pernah menyumbang 21,5% dari total PDB di tahun 1995 tetapi pernah hanya menyumbang 16,6% di tahun 2015.

Kondisi yang mempengaruhi perubahan ini di antaranya tren ekonomi yang sebelumnya berbasis produk (atau dikenal dengan ekonomi konvensional) menjadi ekonomi yang berorientasi jasa; kurangnya sumber daya dan keterampilan digital, serta budaya perusahaan yang tidak mampu mengakomodasi transformasi digital.

Langkah yang kini sedang dijalankan pemerintah Indonesia untuk mendongkrak kinerja industri manufaktur dengan menerapkan transformasi digital untuk sektor industri ini dengan menetapkan Making Indonesia 4.0, sebuah peta jalan untuk menerapkan Industri 4.0.

“Transformasi digital terus digalakkan di berbagai sektor bisnis, termasuk industri manufaktur. Pemerintah telah menciptakan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang mendorong pengadopsian teknologi seperti komputasi awan yang saat ini mulai banyak dijalankan oleh perusahaan-perusahaan dan institusi lain, baik pemerintah maupun swasta,” kata Samuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jendral Aplikasi Informatika, Kominfo dalam Seminar Diseminasi dengan tema “Klasifikasi Data di Era Komputasi Awan” di Jakarta, (31/1).

Seminar ini diselenggarakan oleh Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada, bersama sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Tujuannya untuk memaparkan hasil penelitian yang dilakukan CfDS dengan judul: “Transformasi Digital Indonesia di Era Komputasi Awan” sebagai rekomendasi aturan klasifikasi data sektoral dalam menyonsong Revisi PP 82/2012.

BACA JUGA:  Gerakan Menuju 100 Smart City: Meneruskan Momentum Membangun Negeri
Meningkatkan Potensi Industri Manufaktur di Tahun 2019 Melalui Klasifikasi Data
Lia Wulandari, Peneliti Senior CfDS

Lia Wulandari, Peneliti Senior CfDS memaparkan “Saat ini, selain proses otomatisasi dan serangkaian usaha untuk meningkatkan produktivitas, fokus utama industri manufaktur di Asia adalah untuk mengembangkan model bisnis baru agar tetap kompetitif. Pelaku industri didorong untuk mengejar ketertinggalan melalui transformasi digital dimulai dengan pengumpulan dan pemanfaatan data sebanyak mungkin. Data memainkan peranan penting dalam perjalanan transformasi digital namun seringkali tidak dikelola dengan baik.”

Untuk dapat memaksimalkan peranan data, penting bagi organisasi untuk mengklasifikasikan data tersebut. Klasifikasi data merupakan kategorisasi data, dikelompokkan berdasarkan beberapa aspek seperti kerahasiaan dan dampaknya terhadap aktivitas, baik bisnis maupun organisasi. Klasifikasi data membantu memastikan bahwa data yang sensitif atau bersifat rahasia dikelola dengan pengawasan lebih ketat daripada data dengan sensitivitas rendah. Data dengan tingkat kerahasiaan yang lebih tinggi juga akan diawasi secara lebih ketat agar tidak terpapar risiko-risiko keamanan.

Lia menambahkan, “Interaksi yang kita lakukan setiap hari bertransformasi menjadi data yang jika diolah dengan tepat akan menjadi actionable insights. Bagi industri manufaktur, data dapat dimanfaatkan mulai dari peningkatan produksi hingga mendorong keterlibatan konsumen di lini distribusi. Data mentransformasi perusahaan, yang sebelumnya berorientasi produk, menjadi perusahaan yang juga dengan tangkas mengakomodasi kebutuhan konsumen yang terus berubah. Untuk itu, industri manufaktur memerlukan strategi data untuk mengelola data, baik data terstruktur maupun data acak agar meningkatkan proses pengambilan keputusan, mengoptimalkan layanan produk dan jasa serta menciptakan model bisnis dan bahkan budaya organisasi baru.”

Klasifikasi data memiliki dampak yang signifikan, di antaranya efisiensi kepatuhan, peningkatan tata kelola sumber daya organisasi, dan fasilitas migrasi ke awan (cloud). Segala upaya klasifikasi data ditujukan agar perusahaan mengerti bagaimana data-data mereka disimpan, kemampuan pemrosesan data, dan bagaimana data ditransmisikan ke seluruh organisasi. Untuk membantu mengklasifikasi data, perusahaan dapat mengadopsi teknologi komputasi awan, yang kini memiliki beberapa platform alternatif termasuk awan hibrida (hybrid cloud). Awan hibrida memberikan perusahaan pilihan untuk menyimpan data sensitif secara on-premise, diatur secara berbeda dengan data yang disimpan di awan. Klasifikasi data yang diimplementasikan dengan benar juga membantu meningkatkan keamanan perusahaan dari potensi serangan siber.

BACA JUGA:  Enam Arah Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 untuk Percepat Transformasi Digital

“Para pelaku industri telah memahami pentingnya transformasi digital dalam mendorong terwujudnya revolusi industri 4.0. Diseminasi hasil penelitian ini adalah langkah progresif dari kami, untuk meningkatkan pemahaman tentang peran krusial klasifikasi data dalam komputasi awan sehingga permasalahan dapat diselesaikan dengan benar. Di sisi lain, pemerintah merancang kebijakan untuk klasifikasi data yang sejalan dengan transformasi digital melalui adopsi komputasi awan sehingga potensi industri manufaktur dapat dimaksimalkan,” tambah Samuel.

 

Tags: Cloud ComputingIndustri 4.0KemkominfoKlasifikasi Data
Previous Post

LAPAN Siap Tingkatkan Pelayanan Inderaja Guna Mendukung Industri 4.0

Next Post

Jasa Marga Siapkan Sistem Penerus e-Toll

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Dorong Kebijakan Responsif untuk Tata Kelola AI Data Center di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Studi Akamai: Bank Jadi Target Utama Serangan Siber Finansial Global di Asia Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Acer Kenalkan Jajaran Workstation dan Komputer Desktop Veriton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto